Proses Pengangkatan

A. PENDAHULUAN

Kita perlu mempelajari hal ini baik-baik dengan setepat-tepatnya, sebab ini sangat penting karena:
1. Ini menjadi pengharapan dan penghiburan kita! Kalau kita lebih mengerti janji-janji Tuhan di dalam ayat-ayat Firman Tuhan, iman kita akan lebih kuat.
1Tesalonika 4:18 Karena itu hiburkanlah seorang akan yang lain dengan perkataan-perkataan ini (ay 15-17 tentang pengangkatan).


2. Jangan sampai kita kacau dan bingung oleh bermacam-macam pengajaran dan tafsiran. Tentu setiap penafsir mengklaim atau yakin bahwa tafsirannya yang benar,  padahal tafsiran-tafsiran itu banyak yang bertentangan satu sama lain. Sebab itu kita harus:
a. Mengerti baik-baik secara Alkitabiah apa yang kita yakini, bukan hanya percaya membabi buta dari apa yang sudah menjadi tradisi.
1Timotius 1:7 …. walaupun mereka itu tiada mengerti barang yang dikatakannya atau yang disungguhkannya dengan yakin (TL).
b. Terus hidup dipimpin Roh, yang akan terus memimpin kita kepada segala kebenaran.
Yohanes 16:13 Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diriNya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengarNya itulah yang dikatakanNya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.
3. Bertumbuh dalam pengertian yang benar (up gradeable).
Banyak kebenaran-kebenaran Akhir zaman yang masih termeterai, sehingga tidak dapat dimengerti oleh siapapun misalnya (Dan 12:4/ Luk 18:34).
Meterai-meterai ini akan dibukakan Allah pada saatnya untuk mempersiapkan dan menyempurnakan GerejaNya. Sekarang ini sudah ada beberapa kebenaran-kebenaran Akhir zaman yang mulai terbuka.
Tuhan akan terus menambahi GerejaNya dengan pengertian-pengertian baru. Supaya pengertian kita mudah ditambah, dilengkapi dan disempurnakan (up gradable) kita perlu memperhatikan beberapa hal:
a. Pengertian kita harus didasarkan ayat-ayat Alkitab (Mat 4:4,7, 10/ Kis 17:11) bukan berdasar logika, fakta atau peristiwa-peristiwa belaka.
Orang yang memegang kebenaran-kebenaran akhir zaman secara tradisi, bukan secara Alkitabiah (bukan berdasar ayat-ayat Alkitab) akan membela keyakinannya dengan membabi buta, dan akan mudah kacau sebab tidak mempunyai pegangan Firman Tuhan yang kuat. Dan meskipun kebenaran-kebenaran itu sudah dibukakan Tuhan, ia akan tetap sulit untuk mengerti, sebab dasarnya tidak Alkitabiah, tetapi tradisi.
b. Terus hidup dipimpin Roh (Rom 8:14/ Gal 5:16/ Kej 6:9) sebab orang seperti ini akan suka berdoa, tekun menyelidiki Firman Tuhan dan ia akan dipimpin Roh kepada segala kebenaran Allah.
c. Perlu bersekutu dengan orang-orang yang sama-sama dipimpin Roh di dalam kesucian dan sesuai dengan Firman Tuhan. Dalam persekutuan Tubuh Kristus (bahkan persekutuan global) kita akan cepat tumbuh dalam pengertian- pengertian yang lengkap. Sebab Tuhan tidak memberi segala pembukaan FirmanNya hanya pada satu orang tetapi biasanya pada banyak hamba-hambaNya di seluruh dunia. Meskipun mengerti sedikit (demi sedikit) tetapi up gradeable.

B. DEFINISI

Pengangkatan adalah peistiwa yang akan dialami orang-orang beriman pada akhir zaman pada hari kedatangan Tuhan, (yaitu segera sesudah kebangkitan orang-orang beriman yang mati); orang-orang beriman ini mengalami tebus tebuh lalu tiba-tiba hilang, tanpa kematian, masuk ke dalam alam roh, bertemu dengan Tuhan dan kemudian dibawa besertaNya ke dalam Kerajaan Surga.

C. AKAN ADA

Pasti ada sebab:
1. Ini bukan suatu lamunan atau tafsiran kosong tetapi suatu janji yang jelas-jelas ditulis di dalam Alkitab, sebab itu pasti terjadi, lagi pula  sudah ada contohnya. Janji-janji itu adalah:
Lukas 17:34 Aku berkata kepadamu: Pada malam itu ada dua orang di atas satu tempat tidur, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan (baca juga Mat 24:37-41).

Lukas 17:35 Ada dua orang perempuan bersama-sama mengilang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan”
Lukas 17:36 Dan ada dua orang di ladang, maka seorang akan dibawa, dan seorang ditinggalkan (TL).
1 Tesalonika 4:15-17 Karena kami mengatakan demikian ini kepadamu dengan Firman Tuhan, bahwa kita yang sedang hidup ini dan yang tertinggal hingga kepada kedatangan Tuhan, tiada akan mendahului orang yang sudah mati. Karena Tuhan sendiri akan turun dari Surga dengan suatu sorak, dengan suara penghulu malaikat, dan dengan bunyi Sangkakala Allah; maka segala orang yang telah mati di dalam Kristus akan bangkit dahulu, kemudian kita yang sedang hidup, yang telah tertinggal ini, akan diambil ke dalam awan bersama-sama dengan mereka itu meng-hadap Tuhan di dalam awang-awangan; demikianlah kelak kita senantiasa bersama-sama dengan Tuhan (TL). (baca juga 1Kor 15:51-53).
Dalam semua ayat-ayat di atas dengan jelas dikatakan bahwa akan ada pengangkatan. Ini janji Firman Tuhan dan Firman Tuhan pasti jadi.
Lukas 1:37 Karena tiap-tiap Firman Allah, satupun tiada yang mustahil (TL).
2. Ada contoh-contoh dalam Alkitab.
Ini bukan suatu hal yang baru di dalam Alkitab, sebab dalam Perjanjian Lamapun sudah ada contoh dari orang-orang yang mengalami pengangkatan, yaitu Henokh dan Elia.
Kejadian 5:24 Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah.
Henokh berjalan dengan Allah 300 tahun; Karena terus menerus lekat dengan Allah selama 300 th, tidaklah mengherankan kalau Henokh meningkat makin indah dan akhirnya menjadi sempurna sehingga tanpa kematian ia diangkat Allah.
Begitu juga Elia (dan Musa) yang terus menerus berjalan dengan Allah, akhirnya menjadi sempurna dan diangkat hidup-hidupan (2Raja 2:11).
Tubuh Elia berubah menjadi tubuh kebangkitan dan yang tidak sama dengan tubuh kita sekarang, tubuh ini juga tidak tunduk dan tidak tergantung dari hukum-hukum alam sekarang ini. Dalam tubuh kebangkitan yang mulia ini ia naik ke Sorga dan semua yang dipakainya (tidak banyak) dilepaskan dan Elisa memungut jubahnya itu.
Begitu juga tubuh Putra manusia pada waktu bangkit berubah menjadi tubuh kemuliaan dan tidak lagi membutuhkan segala perlengkapan duniawi yang fana ini. Sebab itu di dalam kubur Kristus, semua bajunya (kain kafan) tetap ada di sana tergulung seperti semula seolah-olah tubuh Putra manu-sia lenyap habis seperti menjadi angin, dan semua ini adalah contoh dan model dari pengangkatan yang pasti akan terjadi dan kita pasti akan mengalaminya asal kita setia sampai terakhir!
Ini adalah model dari rencana Allah bagi umatNya. Orang-orang beriman akan mengalami seperti ini, sebab ini adalah rencana Allah, istimewa untuk Gereja akhir zaman. Orang-orang yang tumbuh sampai menjadi sempurna seperti Henokh, juga akan mengalami “pengangkatan” seperti Henock dan Elia, langsung pada saat ia menjadi sempurna (saat ini berbeda-beda untuk setiap pribadi.
Orang-orang yang penuh dan dipimpin Roh, yang terus tumbuh tetapi tidak/ belum mencapai kesempurnaan, semua bersama-sama menunggu sampai kedatangan Tuhan (tahap I) dan pada saat ini, dengan seketika dan bersama-sama, mereka juga akan me-ngalami pengangkatan. Inilah hari pengangkatan untuk seluruh Gereja bersama-sama.

D. BILAMANA

Pengangkatan ini terjadi di tengah-tengah Minggu ke 70 Daniel.

Hal ini telah dijelaskan dengan rinci dalam TE no. 21 hal 27 tentang Minggu ke 70 Daniel dan TE no. 27 hal 25 tentang Dua Macam kedatangan Tuhan. Bagian ini ditulis untuk melengkapi prinsip pengangkatan ini, demikian juga bagian yang berikut ini.

E. BERAPA LAMA

Berapa lama peristiwa ini berlangsung? Apakah dengan cepat, seketika atau sampai berhari-hari dan berbulan-bulan?

Alkitab jelas mengatakan bahwa peristiwa ini terjadi dengan cepat sekali yaitu:

1Korintus 15:51-52 Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah, dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri (=sangkakala) yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah.
Matius 24:27 Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia.
Lama proses pengangkatan ini seperti kecepatan kilat, sangat cepat, sebab ini terjadi dalam dunia roh dengan tubuh kemuliaan bukan dalam tubuh yang fana.
Kita tidak tahu dengan tepat lamanya, tetapi untuk pengertian kita, kita dapat memegang ukuran sementara dari 1Kor 15:52 yaitu tidak lebih dari 0,1 detik (dalam sekejab mata), sangat cepat, langsung selesai.

F. SIAPA YANG DIANGKAT?

Yang diangkat adalah orang-orang yang seperti 5 anak dara yang penuh dengan minyak (mempunyai persediaan minyak).
Matius 25:10 Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup.
Juga pokok ini telah dijelaskan dengan lengkap dalam TE no. 21 hal 11 (dalam fatsal VII syarat-syarat pengangkatan akan dijelaskan siapa yang akan diangkat, siapa yang tertinggal di antara orang beriman Wah 12:17).

G. PROSES PENGANGKATAN

CATATAN:
Untuk dapat mengerti proses pengangkatan ini dengan baik kita perlu memperhatikan:
1. Ini suatu rahasia.
1Korintus 15:51 Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah.
Hanya “orang-orang dalam” yang bisa mengerti rahasia ini.
Markus 4:11 JawabNya: “Kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan.
Sebab itu mintalah pimpinan Roh Kudus dan tinggallah di dalam Tuhan (itu seperti di dalam Kaabah, dalam Ruang Suci) itu berarti tinggal di dalam kesucian dengan Kristus, baru kita bisa mengerti dengan baik rahasia pengangkatan ini, sebab tidak semua orang mendapat rahasia dari Tuhan.
Matius 13:11 Jawab Yesus: “Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak”.
Sebab itu tidaklah aneh kalau ada sebagian orang, meskipun mereka berusaha menyelidiki dan mempelajarinya, tetap tidak mengerti rahasia pengangkatan ini baik-baik. Bagi mereka hal in hanya seperti perumpamaan atau dongeng saja. Tetapi bagi orang-orang beriman yang mendapat rahasia ini, Roh Kudus memberikan rahasia ini di dalam pikirannya sehingga mereka bisa mengerti (1Kor 2:10). Berusahalah untuk selalu hidup penuh dengan Roh Kudus (Ef 5:18) dan dipimpin Roh (Rom 8:14), maka Roh Kudus akan membawa dan memimpin kita kepada segala kebenaran yang dalam-dalam dari rahasia pengangkatan ini.
2. Bahasa Alkitab.
Banyak istilah-istilah yang dipakai dalam proses pengangkatan ini tidak sama dengan arti yang biasa. Misalnya

  • sorak teriakan,
  • tubuh kemuliaan,
  • bunyi sangkakala
  • naik ke atas,
  • turun ke bawah,
  • udara dan sebagainya.

Ini bahasa Alkitab dan bahasa nubuatan, bukan arti yang biasa, tetapi istilah-istilah dari alam roh yang sangat berbeda artinya dengan istilah kita. (Pada saatnya masing-masing, istilah ini akan diterangkan).
Orang-orang yang tidak paham dengan “bahasa Alkitab” ini akan sulit mengerti proses pengangkatan ini.
Yohanes 8:43 Apakah sebabnya kamu  tidak mengerti bahasaku? Sebab kamu tidak dapat menangkap firmanKu.
Orang yang hanya mempunyai “kamus umum” yang biasa akan bingung, bahkan menjadi kacau, tetapi orang yang mengerti “bahasa Alkitab” akan kagum melihat rahasia Allah yang luar biasa dalam pengangkatan ini, apalagi selain kagum ia juga akan mengalaminya sendiri, luar biasa!
3. Dimensi alam Roh
Proses pengangkatan ini terjadi dalam alam roh, dimensinya lain dari alam nyata sekarang ini. Sebab itu proses ini tidak nampak mata orang-orang Kristen yang tertinggal dan orang-orang dunia serta sulit dimengerti pikiran alami yang biasa.
Kita tidak mempunyai kamus alam roh, tetapi Alkitab dapat menyatakannya cukup jelas dengan pertolongan Roh Kudus yang membukakan akal kita (Luk 24:45) yang memberi pengertian-pengertian yang ajaib itu dalam pikiran kita (1Kor 2:10).
Dari keterangan yang pendek ini kita dapat mengerti bahwa rahasia pengangkatan ini tidak mudah dimengerti secara akal, tetapi bagi orang-orang yang mencintai Tuhan Yesus dan FirmanNya, yang penuh dan dipimpin Roh Kudus akan mudah mengerti dan mendapatkan suatu pengharapan yang indah.
Pembicaraan tentang proses pengangkatan ini meliputi:

I.  Suara komando

II. Kebangkitan orang beriman yang sudah mati.

A. Siapa yang bangkit

B. Tubuh kemuliaan

III. Perubahan orang beriman yang masih hidup.

A. Bagiamana perubahan itu terjadi.

B. Ciri-ciri khas perubahan. (Ciri-ciri pengangkatan).

IV. Pindah ke alam roh.

A. Di awan-awan.

B. Bertemu Tuhan di udara.

C. Diangkat naik.

V. Tuhan Yesus turun dari Surga.

A. Mengapa?

B. Beserta Tuhan selama-lamanya

I. SUARA KOMANDO

Proses pengangkatan ini dijelaskan dalam ayat-ayat 1Kor 15:51-54/ 1Tes 4:16-17.
1Tesalonika 4:16-17:
–    Karena Tuhan sendiri
–    Dengan suatu sorak komando, dengan suara penghulu utusan, dan dengan sangkakala Allah,
–    Akan turun dari Surga,
–    Maka orang yang mati di dalam Kristus akan bangkit lebih dahulu.
–    Kemudian kita yang hidup yang masih tinggal,
–    Akan diangkat naik
–    Bersama-sama dengan mereka.
–     Di awan-awan
–     Untuk bertemu dengan Tuhan di udara.
–     Demikianlah kita akan bersama-sama dengan Tuhan senantiasa (RTL).
Tuhan Yesus sendiri akan datang mengambil kita. Ini biasanya disebut pengangkatan, atau kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya, tetapi tahap I (Dalam buku lain/ TE no. 27 hal 25 dibicarakan khusus tentang adanya 2 tahap ini).
Tuhan Yesus datang bagi GerejaNya sebagai:
1. Mempelai Laki-laki Surgawi menjemput pengantinnya. Ada sorak/ seruan pada waktu kedatanganNya, (Mat 25:6) untuk masuk dalam makan malam (pesta) Pernikahan Anak Domba Allah (Wah 19:9). Yang dibawa adalah mempelai perempuan yang sudah terhias dan 5 anak dara yang bersedia penuh dengan minyak.
2. Bagi dunia, Ia datang sebagai pencuri.
Yang dimaksud sebagai pencuri ini:
a. Saatnya (kerahasiannya) seperti pencuri (Mat 24:36, 43/ Luk 12:39-40/ 2Pet 3:10a/ 1Tes 5:2/ Wah 3:3c). Ini untuk orang-orang dunia, tetapi untuk orang-orang beriman yang bersedia, mereka (kita) akan tahu saatnya (sebentar sebelumnya), sebab kita tidak di dalam gelap (1Tes 5:4-5).
b. Juga kedatangan Tuhan Yesus bagi dunia sebagai pencuri (Wah 3:3/ 16:5). Pencuri tidak datang menambil barang yang tidak berarti, justru yang paling berharga, yaitu Gereja Tuhan (Yer 49:9/ Ob 1:5).
Yang tidak berharga ditinggalkan. Dalam perumpamaan lain diumpamakan sebagai hasil panen, dan ini yang dibawa, sisa-sisanya yang belum matang (gleanings) ditinggalkannya (= orang-orang yang tertinggal dan masuk dalam zaman Antikris).

TUHAN YESUS DATANG DENGAN 3 MACAM SORAK/ SERUAN

Heran, kita melihat sorak sukacita dari ketiga oknum Allah untuk memulai saat yang amat indah ini, yang sudah direncanakan dan ditunggu-tunggu oleh Allah (Ibr 12:2/ Rm 8:20/ Mat 24:36) dan seluruh umatNya (Rom 8:23/ Tit 2:13/ 1Pet 1:7-8/ Fil 3:20/ 1Kor 1:7).
Di dalam mengolah manusia, ketiga oknum Allah semua sama-sama bekerja, juga Allah Bapa (sejak kejatuhan Yah 5:17). Kita melihat kerja sama dari ketiga oknum ini begitu manis dan harmonis, misalnya dalam 1Kor 12:4-6/ Wah 12:1 dan di dalam proses pengangkatan ini.
Tidak heran kalau ketiga oknum Allah dengan sukacita yang amat besar bersorak kemenangan lalu peristiwa yang sangat indah itu mulai terjadi.

IA. KARENA TUHAN SENDIRI DENGAN SUATU SORAK KOMANDO

Ini suatu seruan perintah, komando dari Putra manusia sesuai dengan:
Yohanes 5:28 Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suaraNya (= Putra manusia).
Yohanes 5:29 Dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.
Suara putra manusia ini diperlukan dan dengan perintahnya orang-orang mati akan bangkit, baik orang mati yang benar dan orang mati yang berdosa tetapi saatnya berbeda-beda, yaitu kebangkitan I (untuk orang tebusan) dan kebangkitan II untuk orang berdosa.
Mengapa Putra manusialah yang memerintahkan kebangkitan ini? (Dengan kehendak Bapa tentunya) Sebab kunci maut dan kunci alam maut ada di dalam tangan Putra manusia. sebagai manusia Ia sudah berhasil merebutnya dari tangan Iblis.
Wahyu 1:18 Dan yang hidup, Aku sudah mati (sebagai putra manu-sia), maka tengoklah, sekarang Aku hidup selama-lamanya, serta ada padaKu anak kunci maut dan alam maut.
(Dahulu kunci maut dan alam maut itu ada di dalam tangan Iblis Ibr 2:14. sebab maut adalah akibat dosa Rom 6:23)
Perintah ini diperlukan supaya:
a. Yang mati bangkit! (Yoh 5:28-29)
b. Yang masih hidup, tidak mengalami/ melewati maut, langsung berubah menjadi tubuh kebangkitan. Ini dimungkinkan oleh Putra manusia sebab Ia yang memegang kunci maut dan sebab itu Dialah yang mempunyai kuasa atas maut (maut adalah akibat dosa. Putra manusia yang sudah mengalahkan dosa dan segala akibatnya termasuk maut 1Kor 15:55-57).

IB.  DENGAN SUARA PENGHULU UTUSAN

Malaikat dalam Terjemahan Lama dan Terjemahan Baru adalah utusan atau yang diutus (messenger, Ingg, Yunani). Dalam Alkitab, malaikat seringkali dimulai dengan huruf besar misalnya Kel 19:3 Kis 7:38), biasanya ini adalah Tuhan Yesus atau Roh Kudus. Di sini adalah Roh Kudus sebab harus setara dengan Tuhan Yesus dan Allah Bapa (malaikat biasa tidak setara dengan Bapa dan Anak kecuali Roh Kudus).

Dan memang ternyata bahwa dalam proses kebangkitan dan perubahan orang yang masih hidup, diperlukan pekerjaan Roh Kudus (Rom 8:11).
Untuk membangkitkan tubuh yang mati nampaknya tidak terlalu sukar, sebab Allah sudah menciptakan tubuh manusia itu memang dapat dibangkitkan. Pada prinsipnya roh manusia itulah yang kekal, yang tidak dapat mati. Pada waktu rohnya diizinkan masuk kembali ke dalam sisa-sisa tubuhnya sendiri yang masih ada, tubuh itu langsung bangkit kembali. Misalnya:
Lukas 8:55 Maka kembalilah roh anak itu (ke dalam tubuhnya) dan seketika itu juga ia bangkit berdiri. Lalu Yesus menyuruh mereka memberi anak itu makan.
(Pada waktu Allah meniupkan nafasnya (RohNya) ke dalam tubuh yang mati (patung tanah liat) maka patung itu menjadi hidup Kej 2:7).
Mayat orang-orang berdosa yang dibangkitkan ini (hidup lagi untuk sementara), bangkit kembali sebagai tubuh alamiah yang sekarang ini, misalnya Lazarus, anak janda Sarfat, anak janda Nain, Eutikhus dan sebagainya, hanya beberapa.
Pada hari kebangkitan, orang-orang berdosa bangkit dalam tubuh kebangkitan orang berdosa (= bangkai hidup Yes 66:24).
Tetapi untuk mengubah tubuh yang fana ini menjadi tubuh kemuliaan seperti yang dialami Putera manusia, itu adalah pekerjaan Roh Kudus juga.
Roma 8:11 Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh RohNya, yang diam di dalam kamu (menjadi tubuh kemuliaan).
Putra manusia sudah menebus kita dengan lengkap, semua sudah dibayar lunas di atas salib (Kol 2:14-15 1Kor 6:20). Sebab itulah orang percaya sudah bisa mencapai kesempurnaan, sebab jalan untuk sampai kepada tahta Allah (= sempurna) sudah terbuka oleh darah Yesus.
Ibrani 10:20 Dengan jalan yang baharu dan hidup yang dibukakanNya bagi kita menerusi tirai, yaitu tubuhNya (TL).
Kita sudah ditebus oleh darah Yesus (1Pet 1:18-19) dan kita sudah selamat (artinya kalau mati kita mempunyai tempat di dalam Surga).
Tetapi sekarang kita belum mengalami penebusan lengkap itu. Kita baru mengalami penebusan bagi orang-dalam saja.
Itu sebabnya kita masih menunggu hari penebusan seperti yang dikatakan Tuhan di dalam
Efesus 4:30 Dan jangan kamu mendukakan Roh Allah yang kudus, yang di dalamnya itu kamu sudah dimeteraikan sehingga  hari penebusan (TL). (Baca juga Ef 1:14/ Rm 8:23 TL atau KJ, NKJ, NIV).
Yang sudah ditebus adalah orang-dalam yaitu roh **) kita. Jadi kita masih menunggu hari penebusan tubuh.
Roma 8:23 Dan bukannya itu sahaja, melainkan kita sendiripun yang beroleh buah sulung Roh itu, bahkan, kita ini sendiri juga mengerang pada batinnya dengan menanti-nanti hal menjadi anak angkat, yaitu tebus tubuh kita (TL).
Sebab itulah tubuh orang beriman (meskipun kita sudah ditebus oleh darah Yesus) masih mengalami akibat dosa dalam tubuh ini yaitu lemah, lelah, sakit, menua dan akhirnya mati; ini semua akibat dosa (Rom 6:23). (Musa berada dalam hadirat Tuhan 40 hari 40 malam 3 kali dan itu besar pengaruhnya terhadap tubuh Musa. Sebab itulah proses menua (akibat dosa) dalam tubuh Musa seolah-olah terhenti karena hadirat Tuhan yang kuat itu. Ini disebutkan dalam Ul 34:7, tetapi ini belum atau bukan tebus tubuh).
Pada waktu kita mengalami tebus tubuh, maka tubuh yang rusak akibat dosa ini, diubahkan seluruhnya menjadi tubuh kemuliaan (seperti yang dipakai Putra manusia sesudah kebangkitan). Baik yang sedang mengalami akibat dosa dalam tubuhnya (kita yang sedang hidup ini, maupun yang sudah mati di dalam Yesus (yang sudah dikubur) semua yang mengalami tebus tubuh (penebusan yang lengkap) akan berubah menjadi tubuh kemuliaan.
Sebab itu yang mati akan bangkit kembali dan yang hidup akan berubah dalam sekejab menjadi tubuh Kemuliaan (1Kor 15:51-52). Semua ini dikerjakan oleh Roh Kudus seperti yang sudah dikerjakanNya di dalam tubuh Putra manusia (Rm 8:11). Dan ini juga akan dikerjakan Roh Kudus dalam semua orang yang percaya pada hari penebusan itu (penebusan tubuh, sehingga tertebus total). Sekarang, orang yang sudah penuh dengan Roh Kudus itu mendapat cengkeram (uang muka) atau tanda jaminan bahwa hal ini pasti akan terjadi.
Penebusan tubuh di dalam orang yang masih hidup itu lebih tinggi 1 tingkat dari pada orang yang sudah mati, sebab harus menebus/ melewati kematian tanpa mengalaminya (tanpa mati). Oleh karena itu syarat untuk penebusan bagi orang yang masih hidup itu lebih tinggi dari pada orang beriman yang sudah mati. Memang dalam permulaan Minggu ke 70 Daniel Tuhan mencurahkan hujan akhir yang amat limpah (lebih besar dari hujan awal Ul 11:14) beserta dengan segala fasilitas-fasilitas lainnya (pekerjaan ke tiga oknum Allah) supaya dapat masuk dalam penebusan tubuh dari orang-orang yang masih hidup.
Jadi dalam peristiwa pengangkatan ini Roh Kudus juga ikut bekerja sama.

I.C. DENGAN SANGKAKALA ALLAH.

Kita sudah melihat bahwa Allah Bapa selalu ikut bekerja bersama-sama, sebab memang ketiga oknum Allah itu selalu bersama-sama sejak permulaan dalam menciptakan, kemudian meng-olah manusia sepanjang zaman sampai menjadi sempurna. Bahkan Bapalah yang menentukan waktunya untuk hari kedatangan Tuhan (Mat 24:36).
Sangkakala ini disebut sangkakala terakhir dalam:
1 Korintus 15:52 dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri (sangkakala) yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah.
Beberapa orang menganggap ini adalah sangkakala VII dari 7 hukuman Sangkakala Allah (Wah 8-9). Tetapi sangkakala terakhir ini tidak sama dengan sangkakala VII tersebut. Ini adalah sangkakala terakhir untuk orang-orang beriman, untuk umat Allah selagi di dunia, bukan untuk orang-orang dunia dan ini bukan sangkakala pehukuman. Ini juga merupakan bukti bahwa pengangkatan terjadi sebelum zaman Antikris, bukan sesudahnya. (Kalau pengangkatan terjadi pada Sangkakala VII, itu berarti pengangkatan terjadi sesudah zaman Antikris. Kalau Sangkakala terakhir (di mana terjadi pengangkatan) tidak sama dengan Sangkakala VII, itu berarti pengangkatan tidak terjadi pada akhir zaman Antikris).
Ada 5 ciri-ciri Sangkakala terakhir yang membuktikan hal ini, yaitu:
1. Sangkakala terakhir ini khusus untuk orang beriman, dan ini mengubahkan mereka (diangkat) dalam sekejab, padahal orang berdosa tidak mengalaminya; jadi sama sekali bukan untuk orang berdosa. Orang berdosa tidak mendengarnya dan tidak terpengaruh olehnya.
2. Sesudah ini tidak ada lagi sangkakala untuk umat Tuhan di atas bumi (sebab Gereja juga sudah diangkat, kecuali yang tertinggal).
Orang-orang berdosa masih tinggal di atas bumi dan masih mengalami beberapa Sangkakala, misalnya Sangkakala dalam Mat 24:31, 25:33/ Wah 9:1-21 (dalam ayat ini orang pilihan adalah orang Israel yang disucikan dalam zaman aniaya antikris (Yes 30:7) untuk masuk Kerajaan 1000 th. Malaikat-malaikat memisahkan kambing dan domba, sebab ini terutama untuk orang Israel dan orang-orang kafir/ duniawi).
3. Sangkakala terakhir ini adalah suatu pengharapan yang indah.
Titus 2:13 Dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia (pada saat pengangkatan/ sangkakala terakhir) dan pernyataan kemuliaan Allah yang maha besar dan Juruselamat kita Yesus Kristus, (1Pet 1:7-8).
Sangkakala VII adalah suatu celaka yang dahsyat.
Wahyu 11:14 Celaka yang kedua sudah lewat: lihatlah, celaka yang ketiga (= Sangkakala VII) segera menyusul.
Sangkakala I – VII adalah Sangkakala penghukuman untuk dunia, bukan untuk Gereja.
4. Isinya berbeda.
Pada waktu Sangkakala VII berbunyi Kerajaan 1000 tahun di mulai (Wah 11:15). Pada waktu Sangkakala Allah yang terakhir berbunyi, orang-orang beriman mengalami pengangkatan, tetapi kerajaan 1000 tahun belum mulai. Jadi isinya tidak sama.
5. Setiap kali Allah (atau Tuhan) berkata-kata, itu bunyinya seperti bunyi Sangkakala (Wah 1:10/ 4:1).
Jadi Sangkakala terakhir bukan Sangkakala VII dan pengangkatan tidak terjadi sesudah zaman Antikris, tetapi sebelumnya.
Allah membunyikan SangkakalaNya, lalu pengangkatan yang sudah ditunggu-tunggu terjadi.

II.        KEBANGKITAN  ORANG  MATI

DALAM KRISTUS

A.  SIAPA YANG BANGKIT.

Orang-orang yang mati di dalam Kristus, termasuk orang Perjanjian Lama yang percaya kepada Tuhan (dengan pengorbanan darah binatang menurut peraturan Taurat), semua akan bangkit.
Mereka bangkit seperti contoh yang sudah bangkit lebih dahulu yaitu “buah sulung kebangkitan” yaitu Tuhan Yesus dan beberapa-orang suci (pada saat kematian Putra Manusia).
Matius 27:52 Dan kubur-kubur pun terbuka (pecah NIV, terbuka dengan sendirinya), dan beberapa mayat orang suci yang sudah wafat bangkit pula (TL).
Begitu juga pada saat pengangkatan ini kubur-kubur orang beriman yang bangkit, pecah. (Kubur orang beriman yang undur atau munafik tidak terbuka, mayatnya masih ada di dalamnya, menunggu kebangkitan II, kebangkitan orang berdosa!)
Sebetulnya untuk keluar dari kubur, mayat-mayat yang bangkit itu tidak memerlukan “jalan keluar”, sebab tubuh yang bangkit adalah tubuh kemuliaan yang bisa tembus tembok seperti tubuh kebangkitan Tuhan Yesus.
Yohanes 20:19 Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!”
Meskipun demikian, kubur-kubur akan pecah dan isinya kosong seperti kubur Tuhan Yesus, untuk menjadi kesaksian dan peringatan bagi anak-anak Allah yang tertinggal!
Lukas 24:6a Ia tidak ada di sini (kosong!), Ia telah bangkit.
Kubur yang terbuka dan kosong itu juga bisa menjadi petunjuk pasti dari mayat mana yang bangkit dan tidak (tidak bangkit = masuk Neraka, ikut kebangkitan II), tetapi yang penting itu menjadi tanda yang jelas dan kuat bagi anak-anak Allah yang tertinggal supaya sungguh-sungguh bertobat dan bertekun sampai mati dalam kesempatan yang terakhir ini.
Wahyu 20:6a Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka.
Orang-orang yang ikut bangkit itu tergolong kebangkitan pertama, seperti dalam ayat di atas (ayat ini khusus untuk orang-orang dari zaman antikris) mereka adalah orang-orang yang berbahagia, amat senang!
Bagaimanakah bentuk dan keadaan tubuh kebangkitan ini?

B.   TUBUH KEMULIAAN.

Filipi 3:21 Yang akan mengubahkan rupa tubuh kita yang hina ini menjadi serupa dengan tubuhNya yang mulia itu (glorious body), menurut seperti kuat kuasaNya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diriNya (TL).
Pada waktu putra manusia bangkit, ia memakai tubuh kebangkitan yang sifat-sifatnya sama sekali lain dari tubuh manusiawi yang biasa = tubuh alamiah. Tubuh kebangkitan ini tidak lagi dikuasai hukum-hukum alam (dapat naik ke atas tanpa apa-apa, dapat tembus tembok, pindah dengan cepat dsb) tidak lagi tergantung dari makan minum, tetapi dapat makan minum (Luk 21:12), tidak dapat lelah, sakit, menua dan tidak dapat mati, hidup kekal!
Tubuh kemuliaan ini dapat keluar masuk antara alam nyata dan alam roh dengan seketika. Sebab itu tubuh kemuliaan ini dapat tiba-tiba lenyap karena masuk dalam alam roh, tidak lagi kelihatan oleh orang-orang yang masih berada dalam tubuh alamiah biasa. Misalnya pada waktu Henokh berubah di dalam tubuh kemuliaan, ia masuk ke dalam alam roh dan sebab itu tiba- tiba hilang, ia “digaibkan” Allah (Ibr 11:5). Juga Elia dan Tuhan Yesus waktu naik ke Sorga.
Inilah tubuh yang bebas dari akibat dosa, tubuh yang sudah ditebus dari perhambaan dosa sepenuhnya (maut = musuh terakhir 1Kor 15:26). Tubuh ini dalam Pil 3:21 disebut tubuh kemuliaan (The Glorious body – KJV).
Di dalam tubuh semacam ialah terjadi pengangkatan. Jadi tubuh kita (alamiah) akan berubah lebih dahulu menjadi tubuh kemuliaan dan baru sesudah itu diangkat. Ingat, semua ini terjadi dalam sekejap.
Yang ikut dalam pengangkatan adalah tubuh kemuliaan yang berasal dari:
1. Mayat orang beriman yang bangkit menjadi tubuh kemuliaan.
2. Orang beriman yang masih hidup sampai saat ini, tiba-tiba berubah dalam sekejap menjadi tubuh kemuliaan (1Tes 4:16-17/ 1Kor 15:51- 53).
Semuanya itu terjadi dalam sekejap, tetapi orang-orang mati dalam Kristus itu bangkit dahulu, lalu kita yang masih hidup ini juga berubah (Prosesnya akan diterangkan berikut).
Jadi pengangkatan ini terjadi dalam tubuh kemuliaan, di mana segala dimensinya (segala sifat, keadaan, hukum-hukumnya) lain sama sekali dari pada tubuh dan bumi alamiah kita yang sekarang ini.
Beberapa orang menjadi bingung dan tidak dapat mengerti proses pengangkatan ini, sebab lupa bahwa sifat-sifat tubuh kemuliaan ini lain sama sekali dari tubuh alamiah *)

III.       PERUBAHAN ORANG BERIMAN YANG

MASIH HIDUP


A.  BAGAIMANA PERUBAHAN ITU TERJADI

1. Dengan suara Allah.
Perubahan ini terjadi dengan suara (aba-aba) dari Allah yaitu suara komando Putra manusia, suara Roh Kudus dan sangkakala Allah Bapa (seperti yang sudah diterangkan di atas).
2. Dapat mendengar suara Allah.
Semua ini bukan suara biasa, ini suara rohani, suara Allah. Kalau ini suara biasa, atau gelombang-gelombang radio, laser, dan sebagainya, itu dapat ditangkap dengan alat-alat elektronik yang canggih. Tetapi ini bukan suara biasa! Ini suara Roh.
Mereka yang sudah biasa berjalan dalam Roh, sudah biasa mendengar suara Roh Allah, mempunyai telinga rohani yang dapat mendengar. Ini mutlak perlu untuk bisa berubah dan ikut dalam pengangkatan (Wah 2:7, 11, 17, 29/ 3:6, 13, 22). Pada waktu pengangkatan mereka juga akan dapat mendengar suara ini dan oleh suara-suara ini mereka akan berubah dalam sekejab. Roh Kudus di dalamnya seolah-olah berfungsi sebagai “relay- station” yang meneruskan suara itu kepada kita dan suara itu mengubahkan kita dalam sekejab!
Suara Allah itu maha kuasa! Kalau Allah berfirman, maka dengan sekejab itu terjadi; (ingat penciptaan alam semesta hanya dengan Firman saja Kej 1/ Ibr 11:3); begitu pula waktu ketiga suara Allah berbunyi, mereka yang dapat mendengarnya akan berubah dalam sekejab.
Tetapi mereka yang tidak dipimpin Roh melainkan hidup menurut daging, itu “tuli”, (sebab biasanya hanya mendengar suara daging); mereka tidak dapat mendengar suara Roh ini, dan sebab itu juga tidak berubah. Mereka sama sekali tidak sadar, tidak mengetahuinya. Mungkin ia sedang tidur, ia tetap pulas. Mungkin ia sedang berjalan dengan seorang beriman yang sudah siap (misalnya isterinya sendiri yang sungguh-sungguh beriman, tidak seperti dia), tiba-tiba ia terkejut sebab kawannya (atau isterinya) ini tiba-tiba hilang lenyap, tetapi pakaian dan lain- lainnya tertinggal.
Begitulah pada saat pengangkatan itu orang-orang yang penuh dan dipimpin Roh tiba-tiba lenyap, tidak kelihatan lagi di bumi, seperti Elia dan Henokh (Kej 5:24/ Ibr 11:5/ 2Raj 2:16-18;). Tetapi orang-orang Kristen yang tertinggal, akan sangat terkejut, terperanjat bukan main, sebab mereka tahu dengan pasti bahwa pengangkatan sungguh-sungguh sudah terjadi dan sudah lewat!

B. CIRI-CIRI KHAS PERUBAHAN (= CIRI-CIRI PENGANGKATAN).

Prinsip perubahan itu menurut contoh dari Putera Manusia yang sudah bangkit lebih dahulu (kebangkitan sulung).
Yohanes 20:6 Kemudian Petrus pun tibalah dari belakang dia, serta masuk ke dalam kubur, lalu nampak (bagaimana) kain kapan itu terletak (TL).
Yohanes 20:7 Tetapi kain kapan, yang dibebatkan pada kepala Yesus, tidak terletak bersama-sama kain kapan yang lain, tetapi masih tetap tergulung (TL, ASV, Vincent, Thayer dan lain-lain); dibebat berputar-putar pada tempatnya sendiri (TL, Amplified).
Dari ayat ini kita melihat ciri-ciri khas kebangkitan Putra Manusia Yesus. Seluruh tubuhNya lenyap seolah-olah menjadi asap sehingga semua kain kapan itu tinggal tergulung pada tempatnya. Seluruh sisa tubuh dipakai tanpa sisa (mayat orang beriman jangan dibakar, seluruh sisa yang ada dipakai!)
Begini juga cara kebangkitan dan perubahan orang-orang beriman yang masih hidup, meraka lenyap seolah-olah menjadi asap dan semua yang lekat pada tubuhnya tetap berada di tempatnya, masih terkancing atau terikat di tempatnya masing-masing. Perubahan inilah yang menjadi ciri khas dari pengangkatan!
Ciri-ciri yang khas dari pengangkatan itu ialah:
Tiba-tiba terdapat laporan dari seluruh dunia, serempak, pada saat yang bersamaan, bahwa banyak orang-orang beriman tiba-tiba lenyap dengan ciri-ciri yang khas dan sama. Semua prinsipnya serupa, yaitu:
1. Orang itu tiba-tiba hilang dan lenyap seolah-olah menjadi uap.
2. Barang-barang yang ditinggalkan.
Orang-orang yang hilang itu meninggalkan semua barang-barang fana yang dipakainya tanpa kecuali, tetapi semua barang-barangnya tertinggal dalam keadaan utuh, terkancing seolah-olah masih terpakai.
Misalnya sepatu, baju luar, baju dalam, kalung, anting-anting, arloji, rambut palsu,  kacamata, gigi palsu atau bungkusan gigi dari emas, alat-alat pendengar, plaat-plaat dan pen untuk penyambung tulang patah, baterai di dalam tubuh dan sebagainya.
Orang-orang beriman yang lenyap itu, mungkin ada yang masih tidur, ditunggu-tunggu sampai siang, tidak keluar dari kamarnya, akhirnya pintunya dijebol, mereka terkejut melihat orangnya tidak ada (hilang seperti menjadi asap) tetapi semua barang-barangnya masih utuh, termasuk baju tidur terkancing (seperti sedang terpakai) di tempat tidur, sandal, sepatu dan lain-lain semua masih utuh di tempatnya masing-masing dalam kamar yang dikunci dari dalam.
3. Peristiwa-peristiwa khas akibat pengangkatan.
Banyak tabrakan oleh kendaran-kendaran tanpa pengemudi. Orang beriman yang sedang mengendarai kendaraan, tiba-tiba lenyap, kendaraannya berjalan sendiri dan tentu menabrak, kacau balau.
Orang yang berjalan dengan seorang beriman yang tiba-tiba diangkat, tahu-tahu temannya hilang tubuhnya, tetapi semua pakaian dan barang-barangnya jatuh tertumpuk seolah-olah badan temannya itu menjadi uap.
Bermacam-macam peristiwa lain terjadi, mesin-mesin di pabrik kehilangan operatornya, dapur kehilangan koki-kokinya, orang-orang yang sedang bekerja di kantor, pasar dan lain-lain tiba-tiba hilang, ada berjuta-juta peristiwa seperti ini. Setiap peristiwa membuat kejutan.
Ciri-ciri pengangkatan ini begitu jelas dan amat khas sehingga tidak ada seorangpun di antara orang-orang Kristen yang ketinggalan lupa atau tidak tahu. Mereka tahu dengan pasti bahwa pengangkatan sudah terjadi dan sudah lewat tetapi mereka tertinggal.
Yeremia 8:20 Panen (“pengangkatan”) sudah lewat, musim panas (kesempatan untuk berbuah-buah) sudah berakhir, dan kita (orang-orang Kristen yang tidak ikut pengangkatan) tidak selamat (= tertinggal, wai!) (KJV).
Betapa mengerikan orang-orang beriman yang tertinggal ini, mereka penuh penyesalan yang tidak habis-habisnya!
Bersedialah supaya jangan mengalami peristiwa ini! (Mat 24:42).

IV.       PINDAH KE ALAM ROH.

Tubuh kita yang sekarang, yang biasa, yang alamiah ini berada dalam alam biasa yang kita tempati sekarang ini dan sama sekali tidak bisa masuk alam roh.

Tetapi tubuh kemuliaan itu mempunyai kemampuan untuk berada dalam alam biasa dan alam roh.
Dengan tiba-tiba tubuh kemuliaan ini bisa pindah ke dalam alam roh sehingga tidak nampak lagi oleh mata orang-orang alamiah. Dengan demikian tiba-tiba tubuh kemuliaan ini bisa hilang/ menghilang.
Pada waktu terjadi perubahan pada saat pengangkatan ini, tubuh kemuliaan ini langsung masuk dalam alam roh (masuk ke dalam awan/ udara, sehingga hilang dari pemandangan mata orang banyak (orang-orang alamiah). Sebab itu proses pengangkatan itu tidak nampak oleh orang-orang dunia dan orang Kristen yang tertinggal, tahu-tahu mereka hilang.

A. DI DALAM AWAN-AWAN

“Awan” di sini lain dari pada awan yang terdiri dari uap air biasa, inilah awan dalam “bahasa Alkitab!”. Awan di sini adalah awan hadirat Tuhan!
Dalam setiap keadaan dimana Allah hadir, selalu disebutkan dalam Firman Tuhan bahwa ada awan-awan yang mengelilingiNya, atau awan-awan yang bercahaya.
Matius 17:5 Maka sementara ia lagi berkata-kata sekonyong- konyong adalah sebuah awan  yang bercahaya menaungi mereka itu; lalu kedengaranlah suatu suara dari dalam awan itu mengatakan: “Ini-lah AnakKu yang Kukasihi, kepadaNyapun Aku berkenan; dengarlah olehmu akan Dia” (TL, lihat juga Mrk 9:7).
Juga dalam Perjanjian Lama hadirat Allah nyata nampak dalam awan.
Keluaran 16:10 Maka jadilah sementara Harun berkata-kata kepada segenap perhimpunan bani Israel serta berpalinglah mereka itu mukanya ke padang Tiah, bahwa sesungguhnya kelihatanlah kemuliaan Tuhan dalam awan (TL).

Keluaran 19:9 Maka Firman Tuhan kepada musa: Bahwa sesungguhnya Aku akan turun kepadamu dalam sebuah awan yang kabus, supaya kedengaranlah kepada orang banyak apabila Aku berfirman kepadamu, dan lagi supaya mereka itu percaya akan dikau selama-lamanya. Maka telah sudah disampaikan Musa segala perkataan orang banyak itu kepada Tuhan.
Bahkan setiap hari hadirat Allah nyata dalam bentuk tiang awan pada siang atau tiang api (awan yang bersinar-sinar) pada waktu malam (Bil 9:15-16).
Jadi bertemu Tuhan di dalam awan berarti masuk dalam hadirat Allah yang mulia itu.
Kalau Petrus, Yakub dan Yahya hanya boleh berada sebentar saja di dalam awan-awan yang mulia ini, tetapi kelak kita yang diangkat, akan berada beserta dengan Tuhan Yesus di dalam awan hadiratNya untuk selama-lamanya, begitu indah dan heran!
Demikianlah kelak kita akan bertemu dengan Tuhan di awan-awan yang permai,yaitu di dalam hadiratNya yang mulia dan damai penuh sukacita untuk selama-lamanya.
Jangan ketinggalan, jangan hidup menurut daging, bertobatlah sungguh-sungguh dan pikul salib tiap saat, berjalan dalam Roh mengiring Tuhan Yesus senantiasa! Sungguh tidak rugi!
B.  BERTEMU TUHAN DI UDARA
Udara di sini bukan seperti udara di dalam ilmu alam atau ilmu bumi (yang terdiri dari atmosfir, stratosfir, ionosfir dan seterusnya).
Ini adalah bahasa Alkitab untuk alam roh, atau alam barzakh.
Efesus 2:2 Yang dahulu kamu lakukan menurut istiadat dunia ini, ialah menurut kuasa penguasa di udara (=alam roh), yaitu roh yang lagi bekerja di dalam hati anak-anak durhaka (TL).
Jadi “Udara” di dalam Alkitab adalah alam roh. Alam roh ini masih dibagi lagi dalam 2 bagian yaitu yang “di bawah” dan yang “di atas”

ATAS

Kolose 3:1 Sebab itu jikalau kamu sudah dibangkitkan beserta dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, dimana Kristus ada, duduknya di sebelah kanan Allah TL).
Di dalam Wah 4:1 Yahya harus naik “ke atas” untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah.
Wahyu 4:1 Kemudian dari pada itu aku tampak suatu pintu terbuka di surga, maka suara yang mula-mula kudengar itu seperti bunyi sangkakala bertutur kepadaku, katanya, “Naiklah ke mari, Aku menunjukkan kepadamu barang yang tak dapat tiada akan jadi kemudian kelak.” (TL).
Wahyu 4:2a Dan tiba-tiba aku berada di dalam Roh (KJ).
Juga di sini Yahya harus berada di dalam Roh (masuk di alam roh!) lebih dahulu. lalu naik ke atas, ketempat Kristus, yaitu Kerajaan Surga.
Jadi, atas di udara, dalam alam roh adalah istilah Alkitab yang menunjukkan Kerajaan Surga, tempat Kristus.

BAWAH

Efesus 4:9 Tetapi yang dikatakan Ia sudah naik itu bukankah artinya bahwa dahulu Ia turun ke bumi yang di bawah sekali? Pil 2:10 Wah 5:13) (TL).

Tempat yang “di bawah sekali” adalah tempat di mana setan-setan dengan kawan-kawannya serta roh-roh orang berdosa menunggu hari pengadilan.
Sebelum Tuhan Yesus mati, bagian yang “di bawah” tempat si iblis, ini juga menjadi tempat dimana semua roh-roh orang-orang Perjanjian lama di tawan oleh iblis sampai sebagian (yang percaya kepada Tuhan) dibebaskan oleh Kristus pada waktu Ia mati dan pergi “ke bawah”.
Jadi alam berzakh yang tidak nampak itu terdiri dari:
1. Kerajaan Surga, yang menurut 2Kor 12:2 terdiri dari tiga tingkat, dan berada “di atas”.
2. Neraka yang berada “di bawah”. Ini juga bertingkat-tingkat, ada yang di bawah sekali.
3. Di antara keduanya ini ada jurang yang besar, yang tidak dapat dilewati oleh roh-roh manusia. (Jangan lupa ini dalam dunia roh, sebab itu bentuknya lain daripada jurang di dunia, tetapi maksudnya suatu celah diantara keduanya yang tidak dapat diseberangi begitu saja).
Lukas 16:26 Tambahan pula, di antara kamu dengan kami ada suatu jurang yang besar, supaya orang yang dari sini hendak pergi ke sana tiada dapat, dan orang dari sanapun tiada dapat menyeberang kepada kami (TL, TB).
Iblis masih dapat melewati jurang besar ini sampai pada saat Wah 12:8-9 (Pada saat ini Iblis diusir dari Sorga dan dicampakkan ke bumi). Sesudah saat ini, iblis tidak dapat lagi masuk ke Surga, sebab ia tidak dapat melewati jurang itu yang keadaannya berubah sedemikian rupa, sehingga iblis tertahan, tidak dapat menembusinya.

C.  DIANGKAT NAIK

1Tesalonika 4:17 Karena Tuhan sendiri dengan suatu sorak komando, dengan suara penghulu utusan, dan dengan sangkakala Allah, akan turun dari Surga, maka orang yang mati di dalam Kristus akan bangkit lebih dahulu. Kemudian kita yang hidup yang masih tinggal, akan diangkat naik bersama-sama dengan mereka di awan-awan untuk bertemu de-ngan Tuhan di udara. Demikianlah kita akan bersama-sama de-ngan Tuhan senantiasa (RTL).
Dalam bahasa Ingg. (KJV): caught up.
Dalam bahasa aslinya: Harpaso, yang berarti diangkat naik. Dalam ayat-ayat lain hal ini makin jelas yaitu: 2Kor 12:2, 4/ Wah 12:5.

Naik kemana?
Kalau orang-orang ini naik ke atas secara hurufiah (seperti roket), itu berarti semua orang beriman di seluruh dunia akan menyebar ke seluruh ruang angkasa (sentrifugal).
Bukan terhimpun, tetapi tersebar!
Tidak masuk akal. Memang bukan demikian!
Ingat, Ini terjadi pada tubuh kemuliaan. Ini secara rohani (1Kor 15:51-52), bukan secara jasmani, bukan dalam dimensi bumi alamiah kita yang sekarang ini.

Jadi naik berarti (sesudah berubah, pindah masuk dalam alam roh) lalu naik dengan Tuhan Yesus ke atas ke tempat Kristus, Kerajaan Surga.

V. TUHAN YESUS TURUN DARI SURGA

A.  MENGAPA TUHAN YESUS TURUN?

Sebab ada jurang yang besar. Tuhan Yesus harus turun dari Surga dari tingkat III –>> II — >> I –>> selang besar –>> menemui kita dalam awan-awan (=hadirat Tuhan), lalu membawa kita kembali naik ke atas.

Zaman sekarang, setiap orang beriman yang mati, rohnya (bukan tubuh kebangkitan) langsung masuk ke dalam Surga. Disini ia dijemput dan dibawa oleh Tuhan Yesus besertaNya melewati jurang yang besar ini lalu naik ke atas yaitu ke Surga, ke dalam tingkatan yang sudah ditentukan untuk orang suci tersebut (yaitu tingkatan yang sama dengan tingkatan rohani dari orang tersebut selagi berada di bumi 1Tes 4:14).
Orang-orang yang sempurna (sesudah tebus tubuh) bisa langsung naik ke Surga lewat jurang ini (Wah 12:5). Orang-orang yang ikut pengangkatan, mungkin sesudah pembagian mahkota, pahala dan kemuliaan dalam Kursi Pengadilan Kristus akan juga bisa melewati jurang ini.
Orang-orang yang diangkat akan dibawa Tuhan Yesus ke Surga tingkat II*).

B.  BESERTA TUHAN SELAMA-LAMANYA

Sekarang ini orang beriman sudah duduk di Surga.
Efesus 2:6 Dan di dalam Kristus yesus Ia sudah membangkitkan dan mendudukkan kita beserta dengan kristus itu di Surga (TL).
Tetapi ini di dalam roh! Bukan di dalam tubuh. Pada waktu seorang beriman bangkit, ia bangkit dalam tubuh, ia berada di dalam dunia, lalu tubuh kemuliaan ini masuk ke dalam alam roh, dan naik keatas ke dalam awan-awan bertemu Tuhan. Hadirat Tuhan = awan-awan, di udara, inilah hadirat Tuhan di mana saja Tuhan Yesus berada. Andaikata Tuhan Yesus turun di neraka, di situ juga ada hadirat Tuhan, yaitu dimana Tuhan ada.
Jadi Ef 2:6 dan awan-awan itu cocok dengan pengertian di sini.
Sesudah kita semua bertemu dengan orang-orang beriman segala zaman (luar biasa, kita bertemu dengan Adam, Habil, Nuh, Abraham dan seterusnya, sangat indah!) lalu kita bersama-sama bertemu dengan Tuhan, maka selanjutnya kita akan terus bersama-sama dengan Tuhan untuk kekal selama-lamanya (masing-masing da-lam tingkatan kemuliaannya sendiri!)

Sesudah ini tidak ada perpisahan lagi dengan Tuhan, juga dengan orang-orang beriman lainnya untuk kekal. Kita akan mengalami masa-masa yang amat indah, makin lama makin indah sampai kekal, tanpa bosan, sebab kita masuk dalam kesukaan Allah (bukan kesukaan orang-orang kaya atau orang-orang besar di bumi, tetapi kesukaan dari Allah!)
Matius 25:21 Maka kata tuannya kepadanya: Sabaslah, hai hamba yang baik dan setiawan, atas sedikit pun engkau setia; aku akan menetapkan engkau atas hal ikhwal yang banyak. Masuklah engkau ke dalam kesukaan tuanmu (TL)
Betapa indah!
Kita akan mengalami antara lain:
1. Pesta kawin Anak Domba Allah.
2. Pembagian pahala/ mahkota dalam Kursi Pengadilan Kristus.
3. Menang dalam perang Harmagedon.
4. Memerintah dengan Kristus di bumi 1000 th. Suatu pemerintahan yang luar biasa.
5. Menang dalam perang Gog dan Magog.
6. Ikut dalam Pengadilan Tahta Putih yang besar.
7. Sorga bumi baru yang sangat indah, top, dan terus makin indah dan makin mulia dalam proyek-proyek Allah yang limpah dan gemerlapan.
Betapa kita penuh syukur dan terharu merenungkan nasib kita yang gilang gemilang ini. Masa depan orang beriman itu sangat indah dan sangat besar faedahnya.
Bersedialah untuk ikut dalam pengangkatan, jangan sampai tertinggal, itu sangat mengerikan!