YS3 – Yesaya 1:5-6 Jangan Suka Berontak

YESAYA 1:5 ROH BERONTAK

MENGAPA KAMU HARUS DIPUKUL LAGI

Dipukul atau disesah itu maksudnya supaya orang itu bertobat dan kembali ke jalan yang benar Maz 119:71. Sekalipun muka muram (karena diajar, disesah) itu baik Pkh 7:3, 1Kor 7:10, sebab orang didorong untuk bertobat. Tetapi orang yang keras hati akan makin berontak. Allah mengajar anak-anak-Nya, juga Daud yang sungguh-sungguh mencintai Allah, kalau perlu, kalau  berjalan salah, disesah oleh Tuhan supaya jangan sampai sesat, tetapi bertobat kembali dan berbuah-buah lagi bagi Tuhan.
Untuk orang-orang yang tidak keras hati, yang mau bertobat, “diajar” itu berfaedah Ibr 12:5, 7. Jangan tawar hati, tetapi bertobatlah sungguh-sungguh.

KAMU AKAN BERONTAK DAN MAKIN LEBIH LAGI

Kalau disesah Allah, tambah berontak, itu tanda tidak baik. Ini tanda orang yang keras hati di dalam dosa. Mereka terus melawan dan biasanya mereka tidak merasa, tahu-tahu dengan tidak disangka-sangka, dengan cepat mereka tumbuh menjadi sempurna dalam dosa, artinya tidak mau bertobat lagi, sekalipun dipukul, sia-sia Yer 5:3.
Akibat roh pemberontakan ini sangat jahat. Israel sudah menjadi begitu rusak seperti Sodom dan Gomora Yes 1:9. Kalau tak ada kemurahan Allah yang limpah, mereka akan habis seperti Sodom dan Gomora. Ini berarti dosa-dosanya sudah begitu banyak dan jahat seperti Sodom dan Gomora. Mengapa begitu? Sebab Allah itu adil. Kalau hukumannya sama (seperti Sodom-Gomora) tentu tingkat dosanya juga sama, begitu keji melewati batas. (Bahkan dosa yang sama, karena sudah kenal Tuhan Luk 12:48, mungkin hukumannya malah lebih berat). Ini semua karena roh pemberontakan (roh perlawanan) itu ada di dalam hati orang-orang ini. Ini yang membawa mereka cepat tumbuh dalam dosa. Jangan keras hati menuruti daging dan keras hati untuk bertobat, itu mencelakakan! Belajar taat menyangkal diri. Orang yang tak taat akan binasa, tetapi orang yang dengar-dengaran akan makan buah-buah yang lezat Yes 1:19-20. Misalnya:

  • Ahazia 2Taw 20:35, 2Raj 1:2.
  • Yoram anak Yosafat karena bergaul dengan  keluarga Ahab 2Taw 21:15,18-20.
  • Ahaz 2Taw 28:22, dll.

Jangan suka berontak, itu tidak baik, lebih-lebih kalau bersalah! Orang yang kanak-kanak rohani/ duniawi dan orang-lama, kalau tidak setuju, tidak puas, lebih-lebih kalau kuat, lekas mau berontak. Tetapi orang rohani yang berjalan dalam Roh, tidak suka berontak, tetapi bertanya-tanya akan Tuhan dan minta pimpinan-Nya. Roh Kudus tidak memimpin orang untuk berontak, apalagi menghasut dan membuat pemberontakan besar-besaran. Tetapi dengan  kasih dan kuasa Allah mendoakan yang salah dan kalau dipimpin Roh, baru menegur dengan kuasa dan kasih Allah.
Orang yang lekas berontak itu mudah terjebak dalam perangkap iblis, antara lain: perangkap benci, sombong, fitnah, bantahan, dsb. Baik di rumah terhadap orang tua, dalam Gereja terhadap pemimpin-pemimpin, dalam masyarakat terhadap pimpinan, lebih-lebih kepada Allah. Belajar periksa diri, berdoa dan minta pimpinan Roh Kudus.
Sekalipun pemimpin bersalah, jangan mudah berontak seperti Ham, anak Nuh Kej 9:22-23. Waktu bapaknya telanjang, ia menceriterakannya kepada yang lain. Tetapi Yafet dan Sem menutupi ketelanjangan bapaknya, dan mereka keberkatan, sedangkan Ham kena laknat.
Orang yang berontak itu suka berbicara melawan. Lebih baik kita bawa dalam doa, dan berdoa syafaat bagi pemimpin yang jelas-jelas bersalah, serta menunggu, kalau-kalau ada pimpinan Tuhan untuk berbicara langsung. Lebih-lebih kalau pemimpin tidak bersalah, jangan berani berontak melawannya, itu berarti melawan Allah Kis 5:39. Kalau berontak seperti Miryam Bil 12:1, ia sendiri menjadi rusak total dan terbuang karena kusta. Untung ada pengampunan sehingga ia sembuh kembali. Tetapi Korah, Datan, Abiram dengan 250 orang yang berontak, mereka binasa semuanya, sebab hatinya keras.
Kalau Tuhan sudah berkata: “Untuk apa kamu disesah lagi”, itu berarti sudah tidak ada harapan! Mereka langsung binasa dan masuk pehukuman kekal.
Jangan suka berontak, lebih-lebih kepada Tuhan, sebab Tuhan tidak pernah salah Ayb 34:12, Rom 3:4. Yang berani berontak melawan Allah pasti celaka, sebab ia pasti salah. Lebih baik belajar memeriksa diri serta merendahkan diri datang kepada Tuhan.
Secara duniawi, berani berontak itu lebih “demokratis”, bisa memakai hak suaranya dan lebih ditakuti kalau berani berontak, tetapi kita harus ingat, bahwa Tuhan tidak pernah bersalah. Belajarlah berjalan dalam terang dan kasih Ilahi  Ef 5:2.
Orang-orang Israel yang mudah berontak, langsung berontak, itu mudah masuk jerat dan langsung binasa Bil 16:41. Cukup mengerikan.
Kalau toh kita melihat orang lain ada salah, kita juga harus memeriksa diri, supaya jangan kita sendiri bersalah Gal 6:1 dan kalau Tuhan memimpin untuk menasehati, berbicaralah dari “kanan”, jangan dari “kiri”. (“Kiri” itu seperti iblis yang selalu menuduh, terus menekan, menuduh sampai putus asa, supaya binasa Zak 3:1).
Dari “kanan” berarti seperti Tuhan Yesus, dalam terang dan kasih (=lemah lembut Flp 4:5), supaya orang itu tertolong dan selamat. (Seringkali yang berani berontak itu, adalah orang-orang yang pandai secara jasmani, kaya, berkedudukan, tetapi tidak mengerti secara rohani, kanak-kanak rohani, dan sebetulnya mereka sendiri tidak tahu mana yang benar. Juga orang-orang yang mengerti, tetapi tidak dapat menyangkal diri).
Roh berontak itu dari setan Ef 2:1-2 dan ada macam-macam bentuknya.

  1. Keras hati dalam dosa, tidak mau berubah Kis 19:9. Kalau dalam hati kita mendengar atau merasa bahwa Roh Kudus menyalahkan kita, segera tutup mulut, stop, jangan terus berbicara, itu hanya memberi kesempatan roh-roh setan dan daging untuk berontak, menambah dosa dan celaka. Jangan terus melawan yang benar, itu melawan Allah Kis 5:39. Segera berdiam diri dan minta ampun serta merendahkan diri.
  2. Suka berbantah-bantah, tidak mau kalah, tidak mau taat apalagi kalau sombong, tersinggung 1Kor 11:16. Sekalipun kita benar, lebih baik lemah lembut Tit 3:2, 9. Ingat Musa waktu dilawan Miryam Bil 12:3. Kalau kita lemah lembut dan menurut pimpinan Roh (itu sesuai dengan Firman Tuhan Flp 4:5 1Pet 3:15 maka Tuhan yang akan membela kita. Semua pemberontakan dan perlawanan kepada orang-orang yang benar itu menjadi pemberontakan kepada Allah, sehingga hukuman Allah datang dengan segera kepada orang-orang yang berontak kepada Allah. Seperti dalam Bilangan 12:5, 10; 16:45. Pembalasan itu dari Tuhan Rom 12:19-20.
  3. Suka melawan. Orang ini mudah dan suka melawan dalam segala per-kara, juga dalam pengajaran, sekalipun belum mengerti 1Tim 1:7, lalu melawan Kis 20:30. Sifat suka melawan itu tidak baik! Daud merasa bersalah, mengakui salahnya dan tidak melawan, sebab itu ia masih mengalami kemurahan Allah.
  4. Berkelahi, mencari menang 1Tim 3:3, 2Tim 2:23-24. Kita harus belajar berjalan dalam kasih dengan lemah lembut, bukan dalam kebencian dan roh berontak, sebab orang seperti ini akan segera jatuh dalam perkelahian. Jadi baik dalam rumah tangga (antara anak-orang tua, suami-istri, menantu-mertua, saudara-saudara), maupun dalam masyarakat (sekolah, pekerjaan, tetangga, dll) dan dalam Gereja (dengan para pemimpin dan sesama anggota / pelayan Tuhan) lebih-lebih kepada Allah, jangan suka berbantah-bantah, berontak, berkelahi, tetapi berjalan dalam Roh.

SELURUH KEPALA SAKIT

Dalam ayat ini dan ayat-ayat selanjutnya nampak bagaimana keadaan yang sebenarnya dari orang yang melawan Allah, itu seperti orang yang sakit dari telapak kaki sampai di ujung kepala, tidak lagi ada yang baik, semua penuh borok, luka, nanah, begitu kasihan Wah 3:17. Dari luar, secara duniawi nampaknya lain. Orang-orang yang berlazat-lazat dalam dosa ini seolah-olah nampaknya senang, sukacita, puas, gembira, tetapi itu sebenarnya palsu Maz 73:1-9. Kepalanya sakit, hatinya letih lesu dan seluruh tubuh penuh penyakit. Ini keadaan yang benar dan pasti hidup seperti ini tidak enak, tiada damai Rom 3:17. Jangan tertipu oleh setan, hidup dalam dosa melawan Allah (sekalipun masuk ke Gereja)  itu hidup dalam penyakit dan pasti tidak enak. Belajar beribadah dengan benar, pelihara kesucian, sehingga tidak sampai berdosa. Kalau toh sadar ada dosa, jangan keras hati, segera bertobat. Keras hati itu tidak baik, lebih-lebih kalau suka berontak melawan yang benar, itu lebih lekas celaka. Lebih baik kita hidup suci, lemah lembut dan belajar mencocokkan diri kita dengan Firman Tuhan, sekalipun sakit sebab harus memikul Salib. Maka hidup seperti ini pasti akan disertai Tuhan, sekalipun harus memikul Salib. Maka hidup seperti ini pasti akan disertai Tuhan. Kalau Allah beserta kita, iman akan tumbuh menjadi kuat dan siapa dapat melawan kita Rom 8:31. Kita akan menjadi pemenang-pemenang dan selalu hidup dalam arak-arakan (pawai) kemenangan, sebab Allah selalu beserta kita.

SELURUH HATI LETIH LESU

Tidak ada gairah hidup, lelah, susah sebab dosa meracuni hidupnya Rat 5:16-17. Hidup tanpa Allah itu lekas lelah, sebab kekuatan kita sendiri sangat terbatas. Tetapi dengan Allah, kita selalu dikuatkan sehingga tidak mudah hati ini letih lesu. Mengapa lesu? Sebab kurang percaya seperti Elia menjadi letih lesu dan putus asa, sebab di kejar-kejar si Izebel 1Raj 19:4.
Juga dapat karena kebodohan, sebab tidak mengerti persediaan Allah yang limpah, misalnya dalam 1 Samuel 14:28-29.
Orang yang hidup dalam kesucian dan berjalan dengan Allah, bukan saja segar, tetapi kuatnya selalu baru di dalam Tuhan Yes 40:31. Mengapa? Sebab berjalan dengan Tuhan dalam kesucian itu indah. Segala perkara akan diubahkan menjadi kebajikan bagi kita Rom 8:28. Misalnya dalam Yesaya 7:4, 2 Raja-raja 6:15, dll. Kita tidak perlu kuatir sama sekali 1Pet 5:7. Kita dapat bersyukur senantiasa Ef 5:20 dan bersukacita Flp 4:4. Roh Kudus selalu menguatkan Kis 1:8, Zak 4:6, sebab itu kita selalu kuat, apalagi dalam persekutuan orang-orang suci kita saling menguatkan. Betapa berbedanya orang yang hidup dengan Allah dan orang-orang yang melawan Allah, nyata sekali berbeda!

YESAYA 1:6 KEADAAN ORANG YANG MELAWAN ALLAH

DARI TELAPAK KAKI SAMPAI KEPALA TIADA YANG SEHAT

Ini berarti total sakit. Keadaan ini juga dapat terjadi di dalam ujian seperti pada Ayub, bukan karena pemberontakan Ayub 2:7. (Keadaannya begitu dahsyat, sampai-sampai sahabat-sahabat Ayub mengira bahwa ini bukan ujian, tetapi ajaran dari kesalahan Ayub. Sebab itu jangan cepat-cepat menuduh orang, tetapi untuk diri kita sendiri, kita tentu tahu, lebih-lebih kalau Roh Kudus sudah berbicara dalam hati kita).

TELAPAK KAKI

Telapak kaki ini membuat bekas-bekas tapak-tapak kaki, artinya perjalanan hidup. Orang yang taat itu telapak kakinya membuat tapak-tapak yang elok sebab melakukan kehendak Allah Rom 10:15. Tetapi orang yang keras hati dalam dosanya itu membuat tapak-tapak kaki yang jahat di hadapan Allah Ams 5:5, 21.
Kerusakan itu dari kepala sampai telapak kaki. Artinya segala perjalanan hidupnya rusak semua, tak ada lagi yang baik. Betapa mengerikan dan me-malukan hidup orang beriman seperti ini. Semua cara dan jalan hidupnya rusak dalam dosa sebab pikirannya sudah rusak.

SAMPAI KEPALA

Kepalanya rusak, artinya semua pikirannya rusak belaka seperti orang-orang zaman Nuh Kej 6:5, 12 (kepala sampai kaki semua rusak). Penuh dengan dosa dan perkara yang sia-sia. Sampai angan-angannya  juga rusak dan najis Rom 1:21. Orang yang hidup dalam kesucian itu menguasai pikirannya 2Kor 10:5. Orang yang tidak dapat (tidak mau) menguasai pikirannya untuk takluk kepada Kristus (Firman Tuhan), pikirannya akan takluk kepada segala macam perkara kedagingan yang sia-sia. Sebab itu seluruh perjalanan hidupnya  juga najis dan rusak. Roh pikiran ini harus diperbaharui Ef 4:23, sehingga dapat takluk kepada Firman Tuhan dalam kesucian. Maka tapak-tapak kaki juga akan keluar dari tempat-tempat dosa 2Kor 6:17 sehingga tapak-tapaknya menjadi berkenan kepada Tuhan. Jangan membiarkan kerusakan dalam pikiran, itu nanti akan disusul dengan telapak-telapak kaki yang nyata-nyata rusak, seperti yang sudah dipikirkan, seperti Lot yang mula-mula suci, tetapi kemudian menjadi sangat najis 2Pet 2:7-8, Kej 19:31.
Jadi kerusakan itu dimulai dari kepala. Mulai tak suka Firman Tuhan, benci kesucian, suka dosa dan semua yang najis Tit 1:16. Kalau dalam pikiran dosanya sudah matang, itu lahir dalam perbuatan Yak 1:15. Sebab itu kalau pikiran dijaga dalam kesucian, permulaan dosa dimenangkan, tidak sampai ingin dosa, maka orang seperti ini akan tinggal dalam kesucian dan akan mempunyai kuasa Allah dalam hidup dan pelayanannya, lebih-lebih dalam masa kesukaran akan nampak kuasa Allah. Orang-orang suci itu nyata dalam pikirannya yang suci dan terus terpelihara Ams 4:23, sampai angan-angan Gal 5:24 dan benci setiap dosa Maz 119:113. Ia tidak mau membiarkan sedikit pun dosa tertinggal dalam pikirannya Yer 4:14 sehingga seluruh pikirannya suci dan perbuatannya juga akan mudah disucikan Ef 5:27.

SELURUH TUBUH RUSAK SEMUA

Orang yang melawan Allah akan menjadi rusak dalam semua segi hidupnya, bahkan menjadi sempurna dalam dosa seperti orang-orang Israel. Ini yang menjadi sama seperti Sodom Gomora, negeri-negeri kafir itu. Pasti hidup seperti ini pahit sekali, penuh dengan luka, borok dan bilur. Lihatlah hidup Naomi yang undur dari Tuhan, ia menjadi Mara (=pahit) Rut 1:13, 20-21. Sebab itu jangan berontak tetapi taat akan Firman Tuhan mulai dari pikiran kita.
Macam-macam luka yang memenuhi seluruh tubuh ialah:

  1. BOROK, BISUL
    Biasanya ini penuh nanah, bau busuk, ada banyak bagian-bagian yang menjadi mati. Inilah orang-orang yang hidupnya najis, baunya masih busuk. Kesaksian hidupnya berbau busuk, kata-kata dan sikap, tindakan, guraunya semua berbau berbusuk, amis dan memuakkan. Betapa sedih melihat orang-orang Kristen seperti ini. Bahkan nanah dan bau busuk itu tanda ada bagian-bagian tubuh (jaringan) yang rusak, mati.  Ini adalah hasil dosa-dosa yang diperbuatnya, tanda-tanda kematian yang keji-keji dan menyedihkan.
  2. LUKA (Perj.Baru, Modern KJ, Green: luka baru)
    Terus tumbuh luka baru, ketularan luka lama, lebih-lebih yang penuh nanah. Orang yang berontak dalam satu dosa akan beranak dosa macam yang lain, terus menerus sampai seluruh segi hidupnya penuh dengan borok dan rusak. Kita juga harus hati-hati dengan orang-orang yang suka berontak melawan Allah ini. Segala segi hidupnya menjadi jahat. Kalau seorang tidak mau bertobat dari zinahnya, ia juga akan berdusta, menipu, mengkhianati, berkelahi bahkan membunuh,  dan segala macam dosa dalam segala segi. Hati-hati, jangan ketularan atau menjadi korban akibat dosa-dosanya.
  3. BILUR
    Bilur-bilur ini tidak sembuh malah membusuk. Macam-macam penyakit jasmani dan rohani yang tidak sembuh-sembuh. Macam-macam penyakit yang dahsyat seperti kanker, AIDS, hepatitis, dll merusakkan hidupnya juga penyakit-penyakit rohani seperti stres, kekosongan, kecewa, dukacita, putus asa, dsb. Orang-orang yang hidup dalam dosa itu memang menderita, sebab itu yang berdosa bertobatlah dan yang sudah disucikan jangan sampai berdosa lagi. Pasti dapat, dengan Kristus! Yoh 8:34.

Cara-cara pengobatan ilahi, ada 3 macam:

  1. DITUTUP (PB: dipijit)
    Biasanya bisul atau borok bernanah dipijit sampai keluar nanah lalu bisa menutup dan sembuh. Nanah termasuk semua kuman-kuman penyakit dibuang keluar. Ini sakit. Sering perlu orang lain untuk dapat mengerjakan hal ini. Setiap orang beriman seharusnya mempunyai Gembala sidang yang menanggung domba-domba Tuhan dan menolongnya, istimewa dalam keadaan-keadaan semacam ini. Dinasehati, kalau perlu ditegur, didoakan supaya semua sebab-sebab celaka ini (yaitu dosa-dosanya) dibuang, dipijit keluar sampai sembuh dan menutup! Ini sakit tetapi menyembuhkan! Wai domba-domba yang tidak  bergembala Mrk 6:34, mereka mengembara, tersesat dan binasa, sebab tidak ada gembala yang mencari, mengobati dan menolongnya. Orang-orang seperti ini merana sendirian sampai mati, berontak melawan Allah sendirian sampai hancur semua. Tetapi yang mempunyai gembala akan dinasehati supaya bertobat dan jangan binasa.
  2. DIBEBAT
    Luka-luka yang sudah dipijit, kemudian dibebat supaya tidak terlalu sakit dan tidak kena kotoran atau sentuhan benda-benda lain. Saudara-saudara yang luka ini perlu ditolong! Tidak hanya dibersihkan, dinasehati, ditegur dan dimarahi, tetapi juga ditolong! Berbuatlah apa saja yang dapat dibuat untuk menyembuhkan orang yang sudah jatuh dalam dosa ini. Berilah perbuatan kasih seperti 1 Yohanes 3:18 baik secara jasmani atau rohani. Jangan sampai hanya ditegur (lebih-lebih dengan benci atau kesal). Jangan sampai ia tenggelam dalam kesedihan dan putus asa 2Kor 2:7-8. Tolonglah, bebatlah!
  3. DIBERI MINYAK
    Minyak = pekerjaan Roh Kudus. Kita perlu melakukan semua ini di dalam pengurapan Roh Kudus sehingga “minyak Surgawi” ini juga turun ke atas orang ini sampai ia selamat. Sebab itu minta pengurapan Roh Kudus, berdoa syafaat baginya nyatakan karunia-karunia dan kuasa Roh Kudus sehingga orang ini dapat disembuhkan dan tertolong.

Orang-orang yang luka-luka di dekat kita itu bukan kebetulan, juga yang kita ketahui dan kita dengar, berdoa syafaat buat mereka semua dan tolonglah. Ini bukan kebetulan tetapi rejeki kita. Kita pasti dapat menolongnya sebab Allah yang beserta kita itu Maha Kuasa dan Maha Tahu. Tidak ada perkara yang mustahil bagi Allah. Sebab itu jangan kita sendiri yang berani berontak melawan Allah atau hamba-hamba-Nya.