CLONING DAN ALKITAB

Bagaimanakah pendapat Firman Tuhan mengenai cloning?

Apakah ada ayat-ayat Firman Tuhan tentang cloning?

I. APA?

BUKAN UNTUK MANUSIA

Cloning adalah pembiakan asexual, artinya tanpa proses pernikahan. Di dalam dunia tumbuh-tumbuhan dan binatang, itu ada, disediakan Allah dan manusia sudah menggunakannya, juga  tidak ada problem. Tetapi pada manusia tidak ada, sebab tumbuh-tumbuhan dan binatang itu lain dari pada manusia, sangat berbeda.

Perbedaan yang jelas adalah:
Perbedaan antara Manusia dan Binatang/ Tumbuh-tumbuhan
1. Manusia memiliki Roh, sedangkan Binatang /Tumbuh-tumbuhan tidak memiliki Roh
2. Manusia hidup yang kekal, sedangkan Binatang /Tumbuh-tumbuhan tidak memiliki hidup yang kekal
3. Manusia Sesudah mati kembali meng-hadap Allah , sedangkan binatang/ tumbuh-tumbuhan tidak
4. Manusia Ada tanggung jawab pada Allah, Akal budi, dan kreasi, sedangkan binatang/tumbuh-tumbuhan tidak
5. Manusia Mampu berhubungan dengan Allah, sedangkan binatang/ tumbuh-tumbuhan tidak
Ada perbedaan-perbedaan yang fana lainnya, itu juga penting. Misalnya akal budi yang mempunyai daya kreasi, kemampuan berhubungan dengan Allah di dalam rohnya sehingga ada penyesalan atau pemberontakan, cinta atau benci kepada Allah.
Tumbuh-tumbuhan dan binatang tidak mempunyai hal-hal ini sebab mereka tidak mempunyai roh.

CONTOH-CONTOH PEMBIAKAN ASEXUAL (SECARA POPULER)

PADA TUMBUH-TUMBUHAN

Misalnya ubi/ singkong, batang pohonnya dipotong-potong lalu ditanam, jadilah pohon ubi yang baru. Orang umum menyebutnya cara setek.
Juga pohon kaktus, sepotong dari daunnya yang ditanam akan bertumbuh kembali menjadi pohon kaktus dewasa yang sama.
Ada beberapa lagi contoh-contoh lain.

PADA BINATANG

Cacing, misalnya planaria, membelah menjadi dua, maka keduanya akan bertumbuh menjadi binatang yang sama.
Binatang-binatang bersel satu, banyak yang berbiak dengan membelah diri. Ada juga dengan spora dan lain-lain. Ada dengan membuat suatu tonjolan yang makin membesar dan tumbuh menjadi individu dewasa seperti coelenterata, sponge, dan lain-lain.
Bintang laut,  punya daya regenerasi yang besar kalau salah satu bagian dipotong, maka keduanya akan tumbuh menjadi bintang laut yang sama.

PADA MANUSIA

Tidak ada contoh-contoh seperti ini sebab Allah tidak menyediakan perkembangbiakan semacam ini.
Allah yang maha kuasa, dapat membiakkan manusia tanpa perkawinan, sebab memang Dia maha kuasa. Misalnya Adam diciptakan dari tanah. Hawa dari tulang rusuk Adam. Putra manusia Yesus dari perawan Maria tanpa pernikahan. Hanya ini saja yang dicatat di dalam Alkitab. Allah sanggup melakukan hal ini, tetapi cara ini tidak disediakan, tidak diberikan kepada manusia.
Kalau manusia hendak memakai cara ini, tentu ini jalur yang salah, sebab bertentangan dengan azaz kodrati yang sudah ditentukan Allah, melawan hukum-hukum Allah.
Mazmur 148 : 6 Maka telah ditetapkan-Nya akan sekaliannya bagi kekal selama-lamanya dan diberiNyalah akan sekaliannya suatu aturan yang tiada dapat dilaluinya (TL).

Suatu contoh penyelewengan dari hukum-hukum Allah yang mirip adalah
Homo dan lesbian (iblis sangat mendukung), ini salah dan dosa bahkan sangat keji sebab melawan hukum yang wajar dari Allah (kalau tidak bertobat) tidak akan masuk dalam Kerajaan Surga (1Kor 6:18/ Ul 32:32-33).
Roma 1:26-27 Itu sebabnya Allah menyerahkan mereka itu kepada segala hawa nafsu yang keji, karena perempuannya mengubahkan adat yang lazim kepada adat yang bersalahan. Demikian juga laki-laki meninggalkan adat yang lazim dengan perempuan serta menyala-nyala di dalam syahwatnya seorang kepada seorang, yaitu laki-laki dengan laki-laki melakukan perbuatan yang keji, serta memperoleh di dalam dirinya pembalasan yang berpadan dengan dosa yang sesat itu. (TL).
Jadi jelaslah bahwa cloning ini menyalahi hukum Allah dan bukan untuk manusia.

II  MUNGKINKAH  CLONING PADA  MANUSIA?

DARI SEGI ILMIAH

Ada banyak pertentangan; ada yang meramalkan mungkin, ada yang tidak mungkin. Dengan berhasilnya cloning domba Dolly oleh Dr Jan Wilmut dan 2 bayi monyet di Oregon Regional Primate Reserach Centre, banyak orang makin yakin bahwa cloning manusia itu mungkin.
Untuk cloning binatang itu tidak mudah, tetapi menurut laporan, toh berhasil. Wilmut membuat 227 kali percobaan, semua gagal, banyak yang cacat dan lahir mati, hanya satu ini yang berhasil.
Dr. Singgih Wijaya seorang pakar Gen Indonesia cenderung pada tidak mungkin. Kelainan kecil saja pada satu gen dalam salah satu kromosom sudah mengakibatkan cacat-cacat yang dahsyat pada manusia, apalagi main-main dengan seluruh inti dalam sel telur. Kalau toh berhasil, akan selalu cacat atau gila. Perkembangan mental/ kejiwaannya akan baru tampak jelas sesudah bayi itu tumbuh lebih besar.
Menurut teori evolusi manusia dan binatang tidak berbeda banyak, asalnya sama hanya berbeda perkembangannya saja. Dari binatang seperti orang utan ke manusia itu hanya tinggal satu tingkat saja. Ini disebabkan karena teori evolusi itu teori, bukan fakta, hanya perkiraan, yang timbul karena melihat beberapa gradasi-gradasi yang mirip dalam anatomi dan fisiologi binatang.

MENURUT FIRMAN TUHAN

Binatang dan manusia itu lain sama sekali. Perbedaan manusia dan binatang itu sangat jauh, golongannya lain, sama sekali tidak sama meskipun secara teknis Tuhan membuat beberapa prinsip yang mirip.

(Dalam dunia fisika kita melihat prinsip yang sama dalam sistim molekul dari seluruh benda hidup dan mati. Dalam dunia biologi juga banyak prinsip-prinsip yang sama. Dalam bidang kimia juga begitu, sebab Allah pencipta itu Maha bijak, sehingga semua ciptaannya begitu sistimatis, teratur dan sempurna Maz 104:24).
Manusia itu seperti Allah, tetapi binatang dan tumbuh-tumbuhan itu tidak masuk hitungan. Tumbuh-tumbuhan dan binatang masih boleh dikatakan dekat satu sama lain, tetapi dengan manusia itu berbeda sangat jauh, tidak mungkin disamakan, lain sama sekali.
Kita dapat mengumpamakan cloning binatang (sekalipun orang utan) dibandingkan dengan cloning manusia itu seperti membuat kereta (gerobak/ dorong, untuk mengangkat batu- batuan/ barang kecil) dan roket ke Mars.
Bukan saja prinsipnya yang lain, segala-galanya lain. Atau mungkin lebih tepat perbedaan binatang dengan manusia itu seperti bumi dan langit.
Meskipun begitu pasti ada saja orang-orang yang tidak takut dan tidak segan pada Allah yang berani mencoba cloning pada manusia.
Mereka akan membuat banyak monster-monster yang cacat dan aneh, dan kalau toh ada beberapa bentuk monster yang bisa hidup, itu bukan manusia, tetapi monster daging manusia, yang diolah dari sel-sel manusia. Kalau toh berhasil, yang tumbuh itu bukan manusia, tetapi binatang berdaging manusia, sebab mahluk hidup ini tidak mempunyai roh.
Adanya roh dalam zygote (peleburan sel telur dan sel sperma) adalah pekerjaan Allah. Allah yang memasukkan seorang (yaitu roh) ke dalam zygote yang terjadi itu. Kalau manusia membuat manusia sendiri menurut cara-cara yang melawan hukum-hukum Allah (Maz 148:6), Allah tidak memberi roh dan mahluk itu adalah binatang. Perkembangbiakan tumbuh-tumbuhan dan binatang bisa berjalan otomatis tanpa allah. Dari hidup (tumbuh-(tumbuhan dan binatang) akan keluar kehidupan lagi. Vivo ex vivo.
Tetapi perkembangbiakan manusia mutlak perlu disertai Allah, sebab tanpa Allah mengisi zygote itu dengan roh, tidak akan timbul manusia. Kalau toh cloning manusia berhasil, itu akan menjadi monster atau hidup tanpa roh, yaitu tingkat binatang, bukan manusia.
Jadi manusia berasal dari Allah dan kembali kepada Allah (1Sam 2:6/ Pkh 12:7). Hanya perkembangbiakan manusia yang tumbuh dalam hukum Allah yang menghasilkan manusia, sebab manusia atau roh yang masuk dalam zygote, adalah pemberian atau pekerjaan Allah.
Homosex itu melawan Firman Tuhan sebab itu tidak mungkin melahirkan anak.
Cloning manusia = homosex seluler, yaitu homosex tingkat seluler, sebab itu juga melanggar hukum Allah dan Allah juga tidak akan memberikan roh ke dalam hasilnya. Sebab itu kalau toh jadi, ini bukan manusia, ini mahluk hidup tanpa roh, yaitu binatang berdaging manusia atau monster daging manusia.
HATI-HATI DENGAN TIPU DAYA IBLIS, sebab:
1. Iblis dan anak buahnya itu penipu ulung, bahkan iblis adalah bapak pembohong dan pembunuh Yoh 8:44.
2. Iblis yang bisa membuat patung menjadi hidup (Wah 13:15), bukan dengan roh manusia tetapi dengan roh setan. Jumlah roh-roh setan sangat banyak, persediaan cukup.
Sebab itu kita harus hati-hati dengan siasat iblis yaitu:
1. Roh setan masuk dalam monster, sehingga monster itu bisa menjadi monster yang cerdas, seolah-olah seperti manusia penuh, padahal itu roh setan.
Kalau patung bisa hidup, juga monster bisa demikian.
2. Roh setan dapat menyelundupkan sperma atau ovum yang utuh sehingga terjadi zygoot, lalu tumbuh seorang manusia yang kemudian dirasuk oleh roh setan sejak dari rahim ibu (bandingkan dengan Luk 1:15). Seperti beberapa fosil dari teori evolusi itu palsu, juga dalam cloning ini bukan mustahil iblis juga akan memalsukan hasilnya.
Pernah ada orang melaporkan kawin dengan iblis. Sebetulnya ini tidak mungkin, sebab iblis adalah roh, tergolong malaikat yang jatuh, tidak punya tubuh dan tidak punya naluri sex untuk kawin, tetapi iblis masih bisa membohonginya. Semua ini dengan tipu daya/ rekayasa iblis. Hasil perkawinan ini tidak mungkin menghasilkan, kalau toh ada, itu seperti cloning, paling banyak menghasilkan monster, sebab iblis tidak bisa memberi roh. Atau iblis menyelundupkan seseorang (memang punya ovum atau sperma) dalamperkawinan itu, sehingga tumbuh seorang manusia yang betul, yang kemudian dikuasi iblis sejak dari rahim. Kadang-kadang bayi ini menjadi kaki tangan iblis yang dahsyat.
Kita harus hati-hati dengan tipu daya iblis dalam segala segi hidup.
Tidak heran kalau satu kali akan muncul hasil cloning yang sebetulnya bukan manusia, tetapi roh setan di dalam monster daging manusia. Atau dengan pembuahan selundupan sehingga timbul manusia yang betul.
Memang ini masih dapat dicek secara genetis tetapi persekongkolan ahli-ahli yang genius (yang melawan Allah) dengan iblis bisa membuat tipu daya ini semulus mungkin, untuk menipu manusia (tetapi tidak bisa menipu Allah).
Dengan demikian mereka mela-porkan cloning manusia yang berhasil, padahal itu hasil tipu daya iblis dan ahli-ahlinya. Hati-hati.
Mengapa iblis mendorong cloning manusia supaya berhasil?
Sebab dengan demikian ia dapat:
1. Membuat manusia lebih percaya pada dirinya sendiri, pada akal dan kekuatannya, sebab ia dapat menciptakan manusia seperti Allah.
2. Mendorong manusia memberontak melawan hukum-hukum Allah. Meskipun dalam perasaan hatinya ia sadar bahwa itu melawan hukum-hukum Allah, tetapi manusia tetap meneruskan percobaan cloning ini.
3. Meragukan akan adanya Allah. Bukankah manusia bisa membuat manusia dan satu kali kelak menciptakan segala sesuatu. Tidak perlu Allah dan tidak ada Allah bagi mereka. Lalu mereka sesat dan binasa.
4. Manusia dapat menuruti nafsu kebinatangannya dengan bebas, tidak perlu kuatir, apakah itu dosa atau tidak, sebab toh tidak ada Allah, atau bukankah manusia sama seperti Allah?
Sebab itu, kita perlu selalu penuh dan dipimpin Roh supaya kita mengerti kebenaran Allah dan tidak tertipu oleh iblis.
Sampai disini kita bisa menyimpulkan:
1. Perbedaan binatang dan manusia yang sangat besar dan golongannya lain sama sekali.
2. Di luar jalur atau hukum Allah tidak akan lahir 1 oknum manusia yang punya roh; kalau toh hidup hanyalah suatu monster dari daging manusia, yaitu seekor binatang, sebab tidak punya roh.
3. Cloning manusia itu bertentangan dengan kehendak dan rencana Allah.
Sebab itu cloning manusia tidaklah mungkin, tidak boleh dan akan dihukum Allah.

III. “MENARA BABEL”

Usaha-usaha ke arah cloning manusia meskipun tidak disetujui orang-orang yang takut akan Allah, rupanya akan berjalan terus, baik tersembunyi ataupun terang-terangan. Mengapa? Sebab:
1. Manusia tidak takut akan Allah.
2. Di balik segala hal ini ada dorongan dari penghulu dunia yaitu iblis untuk:
a. Mendorong manusia memberontak melawan Allah.
b. Tidak mau kalah dengan Allah, mau menyamai Allah seperti Babel.
c. Mau hidup seperti binatang, dalam taraf binatang, yaitu bebas menuruti nafsu-nafsunya, tidak mengenal dosa. Ini sama seperti yang terjadi pada menara Babel, sebab itu pasti Tuhan akan bertindak pada waktunya.
Kejadian 11:4-9 Juga kata mereka: “Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi.” (tidak bergantung pada Allah, tetapi pada kekuatan akal dan intelek, ilmunya sendiri).
Lalu turunlah TUHAN untuk melihat kota dan menara yang didirikan oleh anak-anak manusia itu,
dan Ia berfirman: “Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apapun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. (Juga dengan teknologi canggih, mereka yakin berhasil).
Baiklah Kita turun dan me-ngacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing- masing.”
Demikianlah mereka diserakkan TUHAN dari situ ke seluruh bumi, dan mereka berhenti mendirikan kota itu.
Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel, karena di situlah dikacau balaukan TUHAN bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka di-serakkan TUHAN ke seluruh bumi.
Semua usaha-usaha ini sejalan dengan bertambah-tambahnya dosa yang memang dibiarkan Allah melejit naik kepada kesempurnaan (2Tim 3:1, 13/ Wah 22:11).
Begitulah seperti menara Babel, mereka akan terus maju dan mencapai titik-titik kemajuan yang hebat (seperti domba Dolly, 2 monyet) bahkan akan ada lagi titik-titik kemajuan yang lebih hebat lagi.
Pada saat-saat yang paling kritis, baru Tuhan bertindak menyatakan kuasaNya.
Seperti Babel dihentikan, begitu juga tindakan-tindakan yang jemawa melawan Tuhan ini akan berhenti de-ngan suatu cara yang dahsyat.
Bagaimana caranya Tuhan bertindak? Mungkin dengan suatu pukulan dalam bidang biologi (dengan menjungkirbalikkan hukum-hukum biologi atau genetika) atau dalam bidang physic atau bidang kimia atau campuran dari semuanya. (Dalam hukuman menara Babel tiba-tiba timbul perubahan yang mendadak dan mendasar dalam gen manusia, sehingga timbul berbagai-berbagai bangsa. Jadi tindakan Allah ini berakibat perubahan yang permanent di dalam gen/ pembawa sifat dalam kromosom-kromosom inti semua sel manusia.
Hal ini bisa terjadi lagi, tetapi yang lebih dahsyat ialah bahwa hal ini juga merupakan salah satu tanda bahwa kedatangan Tuhan sudah makin dekat bahkan sangat dekat sekali!
(Apalagi dalam zaman Antikris yang gelap, akan timbul segala macam eksperimen dan hal-hal yang dahsyat dari segala disiplin ilmu yang bekerja sama dengan segala kuasa dan kemampuan roh-roh setan dari alam roh. Segala monster dan macam-macam mahluk yang mengerikan akan timbul, sebab tidak ada kontrol lagi dari Allah).
Tetapi sekarang, sampai hari kedatangan Tuhan (pengangkatan), kita tidak perlu kuatir akan berhasilnya cloning manusia, sebab semua yang hendak mengambil alih kuasa dan hak Tuhan ini pasti akan ditindak tegas oleh Tuhan pada saatnya, meskipun lambat (Pkh 8:11). Tetapi ini juga adalah salah satu tanda bahwa kedatangan Tuhan sudah hampir, bersedialah! Hari-hari yang sangat mendebarkan hati sudah dekat.

IV. CLONING MENURUT ALKITAB

1. MELAWAN HUKUM ALLAH

Kejadian 1:27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakanNya dia; laki-laki dan perempuan diciptakanNya mereka.
Tuhan melahirkan manusia dalam dunia lewat hubungan suami-istri (meskipun seringkali pernikahan itu juga keji dan cabul). Melawan hukum-hukum yang sudah ditentukan Allah itu tidak dibenarkan.
Mazmur 148:6 Maka telah ditetapkanNya akan sekaliannya bagi kekal selama-lamanya dan diberi-Nyalah akan sekaliannya suatu aturan yang tiada dapat dilaluinya. (TL)
Ingat penjelasan tentang cloning manusia itu prinsipnya seperti homosex seluler
Sama jahatnya seperti homo dan lesbian (ataupun bentuk-bentuk yang lain) itu keluar dari dan melawan hukum-hukum Allah, itu dosa dan tidak boleh masuk Surga, salah berat.
2. MAU MERAMPAS HAK ALLAH
1 Samuel 2:6 TUHAN mematikan dan menghidupkan, Ia menurunkan ke dalam dunia orang mati dan mengangkat dari sana.
Menurunkan manusia dalam kubur = mati. Menaikkan orang ke dalam dunia = lahir. Mengambil hak mati = membunuh atau euthanasia itu dosa, begitu juga mau melahirkan orang dengan cara melawan hukum-hukum Tuhan itu juga menyerobot atau merampas hak Allah, itu dosa. Dengan jalan biasa tidak salah, tetapi cloning adalah cara yang memaksa bahkan merampas hak Allah.
“Membuat” manusia dengan bayi tabung, itu masih dengan jalur hukum-hukum/ peraturan dari Allah, sebab itu masih dibiarkan Tuhan, meskipun kadang-kadang ada unsur paksaan kehendak manusia dan perzinahan dengan donor sperma lain. Ini sama seperti orang berzinah di luar pernikahan yang suci dan Tuhan toh masih memberi anak dari hasil perzinahan atau perkosaan.
Kalau Tuhan tidak mengizinkan, maka timbul kegagalan seperti yang terjadi pada banyak kasus-kasus bayi tabung yang gagal, maka tidak ada kelahiran seorang manusia.
3. NIAT JAHAT, DAGING
1 Korintus 10:23 Segala sesuatu halal, tetapi bukan semuanya itu berfaedah. Maka segala sesuatu halal, tetapi bukan semuanya itu menetapkan hati. (TL)
Tidak semua yang bisa dibuat itu halal dan tidak semua yang halal itu berfaedah. Cloning tumbuh-tumbuhan dan binatang itu halal dan banyak berfaedah, itu tidak salah sebab tumbuh-tumbuhan dan binatang tidak mempunyai roh, tidak kekal, tidak punya dampak sampai kekal. Cloning pada manusia itu melawan hukum Tuhan, itu niat dari hati yang melawan Tuhan.
Sama seperti tenaga atom bisa untuk faedah manusia (misalnya membangkitkan tenaga listrik ini seperti cloning pada tumbuh-tumbuhan dan binatang, bisa berfaedah), tetapi penggunaan yang jahat (misalnya untuk membinasakan manusia juga seperti cloning manusia) itu dosa. Cloning pada tumbuh-tumbuhan dan binatang itu tidak salah, tetapi cloning pada manusia itu dosa, jahat, melawan Allah.

V. KESIMPULAN

1. Cloning itu ada tetapi bukan untuk manusia
2. Cloning manusia itu melawan hukum-hukum Allah, itu seperti homosex se-luler, melawan hukum-hukum Allah.
3. Menurut data-data Alkitab, tidak mungkin cloning manusia berhasil, sebab Tuhan tidak akan memberikan roh seorang manusia pada perbuatan-perbuatan yang melawan hukum Allah, sehingga timbul monster daging manusia/ binatang daging manusia.
4. Hati-Hati dengan tipu daya iblis yang pada waktunya akan dapat membuat patung menjadi hidup, atau menyelusup dalam monster daging manusia, sehingga menjadi monster yang cerdas.
5. Usaha cloning manusia akan makin berkembang seperti Babel dan memberikan harapan-harapan yang cemerlang tetapi palsu dan pada waktunya Allah akan menindak, sekaligus ini peringatan bagi kita sebagai tanda akhir zaman.
Menurut Alkitab cloning tumbuh-tumbuhan dan binatang itu tidak salah, tetapi cloning manusia itu melawan kehendak dan hukum- hukum Tuhan.