BERTERIAK KEPADA TUHAN DALAM SENGSARA (MAZ 18:5-7).

Beberapa sengsara (tali) maut telah melilit saya dan banjir  orang Belial mengejutkan saya. Beberapa sengsara (tali) alam berzach telah mengelilingi saya dan jerat maut menghadang saya. Dalam ketakutan saya berseru kepada Tuhan.

Dalam kesesakan saya, saya memanggil Tuhan dan berteriak kepada Allah saya; Dia mendengar suara saya keluar dari BaitNya dan teriakan saya kepadanya sampai  pada telingaNya (Mazmur 18:5-7 KJ)

MAZ  18:5  ANCAMAN MAUT

Mazmur  18:5 Beberapa sengsara (tali) maut telah melilit saya dan banjir orang Belial mengejutkan saya (KJ/ RTL).
(Dalam bahasa Ibrani sengsara di sini juga bisa berarti tali yang mengikat: chebel).

TENTANG MAUT

A. SEMUA ORANG PASTI AKAN MATI
Ibrani 9:27 Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi,
Satu kali, pasti, lambat atau cepat, setiap orang akan mati lalu datang pehukuman.  Tidak ada seorang pun bisa membuat perkecualian.
Sejak zaman dahulu orang berusaha untuk tidak mati atau memperpanjang hidup, ternyata gagal. Meskipun teknologi medis sangat maju, tetapi umur rata-rata manusia tidak naik, tetap di sekitar patokan yang sudah dipatok Firman Tuhan, 70-80 tahun saja (Maz 90:10).
Tidak ada seorang pun bisa terlepas dari kematian kecuali oleh Allah seperti rahasia yang dijanjikannya di dalam ayat 1Korintus 15:51.
Rahasia ini akan digenapkan dengan sepenuh-sepenuhnya pada akhir zaman yaitu bagi orang-orang yang setia sampai Tuhan Yesus datang, mereka akan berubah tanpa kematian, menjadi tubuh kemuliaan lalu naik ke hadirat Tuhan Yesus dan selalu beserta dengan Dia untuk kekal (di hal 3 kolom 1 diterangkan lagi sedikit, untuk jelasnya lihat dalam pelajaran akhir zaman).
B. TIDAK TAHU KAPAN.
Yakobus 4:14 sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.
Ingatkah kita waktu mengaduk teh dengan air mendidih, banyak uapnya. Sesudah kita meletakkan teko air mendidih itu dan kembali ke cangkir teh itu, asap itu sudah tiada, begitu cepat. Juga manusia, kemarin kita baru melihat dia tertawa, tahu-tahu sekarang sudah di dalam peti mati.  Sebab itu kita harus bersedia.
Amos 4:12b bersiaplah untuk bertemu dengan Allahmu, hai Israel!”
Kita tidak tahu kapan giliran kita, tetapi pasti pada satu saat kita harus menghadap Tuhan.
Orang yang tidak bersedia menghadap Tuhan itu tidak mengerti, bodoh atau ia sedang mabuk dalam dosa sehingga tidak sadar.
Tetapi ada banyak orang seperti ini!
Bersedialah, supaya jangan rugi atau celaka untuk selamanya.
Kematian itu adalah jalan searah, satu kali lewat di sini, tidak bisa kembali lagi untuk selama-lamanya!

BEBERAPA SENGSARA (TALI) MAUT TELAH MELILIT SAYA.

SENGSARA MAUT.

Inilah penderitaan atau sengsara yang menyiksa orang sampai mati.
Tali atau sengsara maut itu bisa berupa:
1. Ancaman maut, kalau tidak taat, mati. Biasanya disebabkan oleh kejahatan, atau oleh orang tertentu (musuh-musuh) yang membenci atau hendak membalas dendam atau oleh ancaman hukuman bagi yang melanggar hukum.

2. Bencana lapar, krisis ekonomi, huru hara, kebakaran, bencana alam, dan lain-lain.

3. Penderitaan batin, meskipun ini tidak tampak dari luar, kadang-kadang bisa fatal (menyebabkan matinya). Ini bisa terjadi oleh karena:
a. Pernikahan yang tidak baik, terus bertengkar, sehingga  tertekan batin. Kadang-kadang disebabkan oleh suami yang jahat, kejam.
b. Anak yang makan hati orang tuanya sampai mati.

c. Tekanan dalam rumah tangga, pekerjaan, tetangga, dan lain-lain.

4. Sengsara maut karena kanker atau penyakit-penyakit yang parah dan tidak bisa sembuh lagi.
SENGSARA MAUT TELAH MELILIT SAYA.
Seperti tali yang melilit, lebih kuat melilit, lebih cepat matinya.
Maut melilit, artinya kemungkinan besar bisa mati, baik oleh bahaya, kejahatan, nafsu, dan sebagainya. Kemungkinan mati ini bukan lagi 10 atau 20 prosen, tetapi 50 atau 75, bahkan 95 prosen; ini orang yang betul-betul dililit maut, akan mati oleh problem atau kesukaran-kesukaran itu.

DAN BANJIR ORANG BELIAL MENGEJUTKAN AKU.

Orang Belial (jahanam) ini orang-orang yang jahat seperti Belial, seperti iblis, yang tidak takut akan Tuhan atau hukum atau hukuman.
Ini adalah orang yang sia-sia, tidak ada gunanya dan sangat jahat. Biasanya mereka sangat kejam, yang dengan sengaja tanpa peri kemanusiaan menyiksa dan amat mudah membunuh sebab mencari faedah atau keuntungan sendiri.
Kalau dosa meningkat, maka dengan sendirinya jumlah orang-orang jahat ini juga bertambah dan pada akhir zaman jumlahnya betul-betul meningkat
2Timotius 3:13 sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan.
Sebaliknya dari banyaknya jumlah orang-orang Belial ini kita juga tahu bahwa akhir zaman sudah dekat. Makin lama kita melihat makin besar peningkatan jumlah orang-orang Belial yang jahat ini.
Hidup dalam masa seperti ini betul-betul mengerikan, tetapi inilah salah satu tanda akhir zaman!

MENAKUTKAN?

Jangan takut, sebab:
1. Tuhan menjaga dan memelihara kita dengan sangat teliti.
Matius 10:30 Dan kamu, rambut kepalamu terhitung semuanya.
Setiap orang beriman dipelihara, bahkan dipagari berlapis tiga
Ayub 1:10 Bukankah Engkau yang membuat pagar sekeliling dia dan rumahnya serta segala yang dimilikinya? Apa yang dikerjakannya telah Kauberkati dan apa yang dimilikinya makin bertambah di negeri itu.

2. Tuhan  tidak mencobai lebih dari kekuatan kita.
1 Korintus 10:13 Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya.
3. Selama kita di pihak Tuhan, kita tidak akan kalah, semua pada akhirnya akan berubah menjadi kebaikan bagi orang-orang yang cinta Tuhan.
Roma 8:31 Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?
Roma 8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
Semua yang datang pada kita bukan kebetulan dan Tuhan berjanji mengolahnya menjadi kebaikan bagi semua orang yang mencintai Tuhan.
4. Orang yang setia pada akhir zaman tidak akan mati.
1 Korintus 15:51 Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah,

Ini suatu rahasia, tidak heran banyak orang tidak tahu apalagi mengerti. Target akhir zaman adalah pengangkatan, itu tanpa kematian, langsung berubah menjadi tubuh kemuliaan. Sebab itu orang beriman akhir zaman yang mau bersedia, diperuntukkan dan dipersiapkan oleh Tuhan untuk pengangkatan. Orang-orang beriman yang setia sampai akhir pasti ikut dalam proyek ilahi ini, sebab itu mereka semua dijaga dan dipelihara oleh Tuhan sedemikian rupa sehingga tidak sampai mati. Allah sanggup menyelesaikan rencanaNya! Dia maha kuasa. Meskipun ada banjir orang Belial, banyak aniaya terhadap gereja, tetapi orang-orang yang setia selalu lolos dan tidak kena. Ancaman dan tekanan juga dialami oleh orang-orang yang setia, kadang-kadang begitu dekat dan hebat, dan rasa-rasanya tidak terelakkan, tetapi selalu lolos oleh kuasa dan anugerah Tuhan! Pengalaman-pengalaman yang mendebarkan hati ini justru membuat orang-orang beriman melihat kuasa dan kemuliaan Allah yang heran, menguatkan dan menumbuhkan sidang Tuhan lebih lanjut dan lebih cepat.
Kemungkinan besar zaman kita sekarang ini sudah mencapai akhir dari segala akhir lalu sesudah itu Tuhan Yesus akan datang kembali. Penggenapan rahasia ini akan menjadi kenyataan.
Kalau kita mengerti dan berpegang pada janji-janji Allah (di atas ini), maka kita tidak akan takut. Tetapi kita tetap harus hati-hati “secukupnya”, artinya bukan karena hati-hati lalu dicengkeram oleh kuatir atau ketakutan, tetapi bebas dari ketakutan, sebab itu tetap sejahtera, tetap bisa berpikir bebas, bisa bersukacita bisa bekerja dengan tidak terganggu, lebih-lebih dalam ibadat dan pelayanan, tidak sampai stress. Kalau sampai dicengkeram ketakutan sehingga gelisah, panik dan kacau itu artinya belum percaya akan janji-janji Tuhan. Berdoalah lagi dan pelajari janji-janji Tuhan ini, terus menerus sampai hati kita dikuatkan oleh Firman Tuhan dan Roh Kudus. Bantuan saudara-saudara seiman yang lain biasanya sangat menolong.
Dalam keadaan bahaya, belajar selalu berjalan dalam Roh, berjalan dengan Allah, ini memelihara keamanan kita dengan sangat efisien sebab Roh Kudus itu Allah yang maha kuasa, maha tahu dan mencintai setiap kita. Kalau kita bisa mendengar suara Roh dan mau dipimpin oleh-Nya, maka Rohkudus akan memimpin kita terus menerus, maka pasti ada kemenangan dan terpelihara oleh kuasa Allah.

MAZMUR 18:6  JERAT MAUT

Mazmur 18:6 Beberapa sengsara (tali) alam berzach telah mengelilingi saya dan jerat maut menghadang saya (KJ/ RTL).

BEBERAPA SENGSARA (TALI) ALAM BERZACH

Dalam Wasiat Lama disebut:
Sheol = Alam berzach (TL), ini adalah seluruh alam roh (Terj.Baru: dunia orang mati; sebetulnya di sini bukan hanya ada roh-roh orang mati tetapi juga segala macam roh, baik roh iblis dan setan-setan juga malaikat, kerub, dsb).
Dalam Wasiat Lama rahasia Firman Tuhan belum banyak terbuka, kecuali pada beberapa orang yang penuh dengan Roh Kudus saja. Sebab itu untuk alam berzakh (alam roh) hanya ada satu istilah yaitu Sheoul dan istilah ini tidak membedakan apa-apa di dalamnya, mencakup semuanya.
Dalam Wasiat Baru rahasia ini makin terkuak, lebih-lebih karena Roh Kudus dicurahkan dengan limpah bagi gereja-Nya. Orang-orang Wasiat Baru mengerti bahwa alam roh itu dibagi 2 yaitu Surga dan Neraka (=Hades) yang dipisahkan oleh sebuah jurang besar yang tidak bisa diseberangi tanpa izin Allah. Jadi dalam sheol itu ada Surga dan Neraka.
Orang yang lebih dekat ke alam berzach, itu berarti lebih dekat ke Surga atau Neraka.
Sebab itu orang yang mendekati alam berzach atau maut, ada yang tabah, bahkan senang, tetapi ada  yang takut, ngeri, gelisah, sebab memang ada dua tujuan yang sangat berbeda di dalam alam berzach tersebut.
Dengan kata lain tanda-tanda kematian dari orang yang menuju Surga itu lain daripada orang yang menuju Neraka!
Pada waktu Moody hampir mati, ia pingsan berulang-ulang kali di dampingi istri dan anak-anaknya.
Pada waktu ia sadar, Moody berkata jangan susah, jangan menangis, saya tidak mati, tetapi Saya dilantik dalam kemuliaaan Allah, sangat indah. Ini bukan pengalaman yang mengerikan tetapi justru sangat mulia. Jangan susah … lalu ia tidak sadar lagi, begitu beberapa kali.
Memang orang yang mati di dalam Tuhan itu disambut oleh Tuhan
1Tesalonika 4:14 Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan (dibawa TL) Allah bersama-sama dengan Dia.
Tetapi orang yang mati di dalam dosa itu direbut oleh beberapa banyak setan yang dahulu pernah ikut “memenangkan jiwanya” untuk Neraka.
Dengan kejam dan kasar mereka menariknya ke Neraka yang dahsyat.
Ada seorang berdosa akan mati, ia begitu ketakutan dan mencakar-cakar orang di sekitarnya. Orang-orang di sekitarnya tidak sadar dan tidak mengerti bahwa orang yang mau mati ini kadang-kadang sudah bisa melihat alam roh. Orang berdosa waktu mau mati, kalau bisa melihat, pasti melihat iblis dalam keadaan yang sebenarnya, bukan “malaikat terang”, tetapi algojo yang kejam, sebab itu banyak orang-orang seperti ini betul-betul ketakutan sampai mati. Betapa ngeri melihat iblis dan setan-setan pada waktu seorang sedang putus asa dalam saat-saat terakhir. betul-betul dililit tali alam maut yang mengerikan.
TELAH  MENGELILINGI SAYA
Jadi Tali alam maut telah membelitnya, itu berarti maut sudah mencengkeramnya sehingga menyebabkan ketakutan dan dahsyat kepada orang-orang yang sedang turun ke Neraka ini. Ini sangat menyiksa orang itu.
Pada orang-orang yang masih sehat walafiat, yang belum waktunya mati, ada juga orang-orang yang sudah dicengkeram dan disiksakan oleh ketakutan akan maut. Ini menyiksa orang itu seumur hidupnya.
Ibrani 2:15 dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut.
MENGAPA ORANG TAKUT MATI ? SEBAB:
1. Tidak mengerti tentang maut
2. Sebab sadar atau tidak, ia sedang menuju ke Neraka, bagian yang gelap dan celaka dari alam berzach. (Kalau ia menuju ke Surga, tidak terlalu takut, hanya karena tidak mengerti).
Manusia itu makhluk roh. Kita adalah roh yang tinggal di dalam tubuh. Dimensi alam roh dan tubuh jasmani ini lain. Sebab itu biasanya kita tidak bisa mengerti keadaan roh kita, tetapi seringkali bisa merasakan (kadang-kadang disebut firasat, insting/ naluri dan lain-lain). Seringkali orang itu sendiri tidak mengerti mengapa ia ketakutan, tetapi itu sangat menyiksanya. Sebab itu supaya jangan disiksa oleh “takut mati”, hiduplah benar senantiasa, jangan berdosa, sebab orang seperti ini, kalau toh mendekat ke alam roh, arahnya ke atas, ke Surga, di mana Kristus ada (Kol 3:1), sehingga tidak dicengkeram ketakutan mati. Perlu pengertian dari Firman Tuhan dan terus bertekun doa dalam Roh dan kebenaran, maka semua ikatan ketakutan akan maut akan hancur oleh pengurapan & Firman Tuhan.
Yesaya 10:27 Maka akan jadi pada hari itu juga tanggungannya akan lepas dari pada bahumu dan kuknya pun dari pada tengkukmu, maka kuk itu akan rusak kelak oleh minyak.

Yohanes 8:36 Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupum benar-benar merdeka.”

Belajarlah dalam pimpinan Roh Kudus tentang dunia yang akan datang supaya tidak mudah di tipu dan diperdayakan iblis (2Kor 2:11). Belajar dari Firman Tuhan yaitu kebenaran ilahi yang betul- betul benar (Yoh 17:17). Kebenaran itu kalau dimengerti akan memerdekakan kita (Yoh 8:32).
3. Takut berlebih-lebih sebab tidak percaya akan Allah dan tidak mengerti tentang hidup sesudah kematian.
4. Masih ada banyak faktor-faktor lain yang menyebabkan maut menjadi tidak enak yaitu:
menyia-nyiakan waktu dalam dosa selagi hidup, sehingga pada waktu mau mati menyesal.
rindu, cinta, ingin bersama-sama dengan orang-orang yang dicintai, ini wajar dalam setiap perpisahan.masih ingin mengasuh anak-anak yang belum dewasa, yang masih perlu bimbingan.
masih ingin menemani istri atau suami yang akan menjadi sendirian. Tetapi Tuhan yang maha tahu, tidak akan merugikan orang-orang dicintainya. Kadang-kadang anak yang ditinggalkan orang tuanya justru bertobat dan itu tidak akan terjadi selama orang tuanya masih hidup, dan ini diketahui Tuhan lebih dahulu. Ada istri yang takut ditinggal suaminya, justru usahanya, jauh lebih berhasil dari pada waktu dijalankan oleh suaminya. Tuhan yang maha tahu, tahu lebih dahulu. Jangan ragu-ragu akan kebaikan Allah.
Masih ingin melayani Tuhan lebih banyak. Dan lain-lain.
Percayalah akan keputusan Tuhan bahwa itu yang terbaik. Hizkia minta mengubah keputusan Tuhan dan diizinkan, dan ini juga menjadi pelajaran bagi kita. Justru sebab Hizkia tidak mati, ia menjadi laknat bagi bangsa, keluarga dan istananya. Sebab kesalahan-kesalahan yang dibuat dalam waktu-waktu perpanjangan itu, orang-orang di sekitarnya dirugikan sehingga ia tidak menjadi berkat, tetapi menjadi laknat. Tuhan tahu lebih dahulu, sebab itu Tuhan hendak “memetik Hizkia” pada waktu itu, tetapi Hizkia yang tidak mengerti, menangis dan merengek-rengek sehingga Tuhan berikan, sekalipun tidak lebih baik.
Mintalah sesuai dengan kehendakNya saja, itu yang terbaik (Luk 11:8).

BAGAIMANA MENGATASI TAKUT MATI INI ?

Kita harus mengerti lebih dahulu tentang maut.

I. ARTINYA MAUT BAGI ORANG TEBUSAN TUHAN

Bagi orang yang sudah bebas dari dosa, maut itu tidak jelek, bahkan sesuatu yang menguntungkan dan indah, sebab maut berarti:

1. Pindah tempat, ke tempat yang lebih indah & mulia untuk kekal yaitu Surga.
Filipi 1:23 Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-sama Kristus itu memang jauh lebih baik;
2 Korintus 5:1 Karena kami tahu, bahwa jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini di-bongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di Surga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia.
2 Korintus 5:2 Karena itulah sebabnya kami mengeluh di sini serta rindu hendak bersalut dengan rumah kami yang dari Surga itu (TL).
Sebab itu bagi orang-orang yang hidupnya disucikan, maut berarti sukacita, sebab ia berpindah ke tempat yang jauh lebih baik, sesuatu yang indah, baru, ajaib dan mengejutkan dalam arti yang indah dan baik.
Kalau seorang pindah dari rumah gubuk yang reyot  ke dalam istana yang mulia dan itu menjadi warisannya, apakah ia menangis? Tentu ia akan bersuka cita!
2. Pelantikan dan penobatan sebagai putra-putra Allah yang heran (1Yoh 3:2), sebagai raja-raja dan imam-imam yang mulia di hadapan Allah (Wh 1:6).
3. Penuaian dari semua yang sudah ditabur dalam dunia, sangat menyenangkan (Maz 126:5-6).
Pada waktu kita taat melakukan kehendak Bapa di dunia, seringkali banyak air mata mengalir keluar, sebab kehendak Allah dan daging bertentangan (Gal 5:17) dan kita tetap harus taat pada Allah. Tetapi di sini tidak lagi ada peperangan dan pergumulan dengan daging, semua sudah lenyap, kita masuk dalam perhentian yang kekal, penuh sorak-sorai untuk selama-lamanya. Kita menerima upah, pahala, penghargaan dan mahkota.
4. Hari pertama di Surga.
Bukan main indahnya. Kita sudah tahu sejak sekarang bahwa Surga itu sangat indah, mulia dan kekal, apalagi kalau kita bertemu dengan Tuhan Yesus, Bapa dan Roh Kudus. Tetapi semua ini sekarang masih dengan iman, meskipun kita sudah banyak menikmati hasilnya. Tetapi pada waktu seorang beriman mati, ia langsung disambut Tuhan Yesus (1Tes 4:14) untuk dibawa ke rumah Bapa, Surga yang mulia. begitu indah, pertama kali melihat Surga dan Tuhan Yesus. Tuhan Yesus betul-betul ada, Surga betul-betul ada, penebusan betul-betul nyata, hari pertama itu luar biasa.
Ini baru sebagian dari fakta-fakta yang akan dialami oleh orang-orang beriman kalau mati di dalam Tuhan.
Sebab itu maut bagi orang tebusan Kristus adalah hari yang amat indah dan menyenangkan.

II. MAUT ITU ADA SENGATNYA.

Sengat maut itu dosa.
1 Korintus 15:55-56 Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?”
Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat.
Upah dosa itu maut (Rm 6:23). Pada waktu mati dosa menyengatnya dengan sengat maut, dengan itu ia diseret ke dalam Neraka.  Kita harus mengerti hal ini untuk bisa lepas dari takut mati.
Inilah kuncinya, untuk dapat menaklukkan maut.
Kalau dosa dibereskan, dibuang, bebas dari dosa, maka maut tidak lagi menakutkan, takut akan maut lenyap.
Seorang anak ketakutan dalam dekapan ibunya. Ibunya menceritakan suatu rahasia pada anaknya, katanya: “Nak, jangan takut, lebah yang mengejar engkau itu sudah tidak berbahaya! Mengapa? Sebab lebah itu sudah menyengat ibu, sengatnya sudah hilang, ia tidak bisa menyengat engkau lagi. Tangkap dan lihatlah baik-baik bentuknya, warnanya, matanya, dsb.
Ia tidak lagi berbahaya, tidak perlu engkau takut akan lebah itu lagi!”
Demikian juga maut, kalau tanpa dosa, atau dengan kata lain, kalau yang menghadapinya itu bebas dari dosa, tidak lagi ada ketakutan akan maut, sebab sengat maut sudah tidak ada baginya.
Sesudah mati ia akan masuk ke dalam Surga yang mulia. Maut menjadi permulaan yang indah bagi orang yang cinta Tuhan seperti Paul (Pil 1:23/ 2Kor 5:1-2).
Tetapi bagi orang yang mati di dalam dosa, ia akan kena sengat maut. Oleh sengat maut, ia dipaksa, diharuskan untuk ikut Algojo setan-setan yang kejam, diseret dalam Neraka yang apinya tidak akan padam dan ulatnya yang menyiksa tidak akan mati. Ini se-ngat maut yang dahsyat, yang menye-ngat setiap orang berdosa yang akan mati; ini hak dari setan-setan algojo itu untuk menariknya ke dalam kerajaannya yaitu Neraka!
Bahkan dengan sengat maut ini setan menyiksa manusia selagi masih hidup. Meskipun mereka masih jauh dari kematian (sebab setan tidak punya hak untuk membunuh orang, harus ada izin dari Tuhan! 1Sam 2:6). Orang-orang beriman yang bodoh dapat ditipu dan disiksakan dengan sengat maut, padahal sebetulnya mereka sudah bebas daripadanya. Tetapi oleh karena mereka tidak mengerti tentang sengat maut, atau sebab terus hidup dalam dosa, tidak bertobat sungguh-sungguh, orang ini dapat disiksakan setan dengan sengat maut ini, yaitu takut mati, seperti siksa kematian pada waktu mau mati.
Hanya di dalam Yesus, dosa bisa dilenyapkan (Mat 1:21 Yoh 8:36), dan dengan demikian sengat maut tidak lagi ada hak ke atasnya.
Jadi, kalau seorang berdosa menghadapi maut, maka sengat maut menjadi sangat nyata pada saat-saat terakhir itu. Sesuatu yang mengerikan mencengkeramnya erat-erat, tidak bisa lepas, resmi di hadapan Allah, sehingga biasanya orang itu menjadi takut dan gemetar.
Sebaliknya jikalau seorang menghadapi maut bisa bersukacita, merasa indah dan mulia, ini dimungkinkan karena sengat maut yaitu dosa, sudah tiada. Tetapi kalau seorang menghadapi maut merasa takut, ngeri, gelisah, itu disebabkan karena sengat maut menikam di dalam dirinya,
Makin dekat kepada maut, makin ngeri dan dahsyat, meskipun ia tidak sadar dan tidak mengerti. Ia merasa hanya pergi ke alam berzakh, padahal ke Neraka. Orang yang hidup dalam dosa itu milik setan-setan yang merebut dan menariknya ke dalam siksaan dan tangisan yang kekal.

III. PENGERTIAN TENTANG MAUT YANG BENAR

Kita harus mengerti tentang maut menurut kebenaran Allah, yaitu dari dalam Alkitab. Ini sungguh-sungguh benar tentang maut. Jangan Percaya sumber-sumber yang lain, apalagi dari iblis, sebab iblis itu bapaknya penipu (Yh 8:44).
1. MAUT BUKAN TAMAT.
Maut bukan berarti semuanya sudah berakhir, semua habis, hilang dan lenyap, tetapi ada sambungannya! Akan ada kebangkitan, baik bagi orang berdosa dan juga bagi orang benar, semua akan bangkit.

Yohanes 5:29 Dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.
Kalau hidup ini tidak ada sambungannya, maka segala ibadat dan pelayanan kita menjadi sia-sia, tidak perlu dan tidak ada gunanya.
1Korintus 15:14 Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu.
(16) Sebab jika benar orang mati tidak dibangkitkan, maka Kristus juga tidak dibangkitkan.
(17)  Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu.
(18) Demikianlah binasa juga orang-orang yang mati dalam Kristus.
(19) Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia.
(32) Kalau hanya berdasarkan pertimbangan-pertimbangan manusia saja aku telah berjuang melawan binatang buas di Efesus, apakah gunanya hal itu bagiku? Jika orang mati tidak dibangkitkan, maka “marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati”
(33) Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik. <D>
Orang yang tidak percaya akan Allah, tidak percaya bahwa hidup ini ada sambungannya, bahkan kekal. Sebab yakin tidak ada sambungannya, tidak ada Allah, mereka hidup semaunya sendiri, sebab tidak perlu mempertanggungjawabkannya.Oleh karena itu hidupnya jadi penuh dengan dosa dan cacat
Mazmur 14:1 …… Orang bebal berkata dalam hatinya: “Tidak ada Allah.” Busuk dan jijik perbuatan mereka, tidak ada yang berbuat baik.
Hidup seperti ini menjadi kosong dan sia- sia.
Mereka hidup sembarangan, toh tidak ada apa-apa sesudah mati, tidak perlu bertanggung jawab, toh tidak ada sambungannya. Padahal ada!
Kalau seseorang mengerti dan percaya bahwa hidup ini ada sambungannya, ia harus mempertanggung- jawabkan semua perbuatannya, pasti ia tidak akan hidup sembarangan, tidak akan berani berdosa dan berspekulasi tentang keselamatan yang kekal. Setiap hari harus hidup betul
1 Korintus 15:20 Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal.
Firman Tuhan itu kebenaran, semua yang dikatakanNya itu benar. Percayalah! Hidup itu pasti ada sambungannya. Sebab itu jangan hidup sembarangan (Pkh 11:9).
2. MAUT = PERPISAHAN
a. Perpisahan yang kekal dengan orang-orang yang lain jenis dan
b. Perpisahan yang sementara bagi orang-orang yang sama jenisnya.
Hanya ada dua jenis manusia dalam alam berzach, yaitu orang-orang yang seperti Kristus yaitu putra-putra Allah yang akan tinggal  di dalam kerajaan Surga dan orang-orang seperti iblis yaitu putra-putra iblis yang akan tinggal di dalam kerajaan Neraka.
1Yohanes 3:10 Inilah tandanya anak-anak (KJ : putra-putra) Allah  dan anak-anak (KJ: putra-putra) Iblis; setiap orang yang tidak berbuat kebenaran, tidak berasal dari Allah, demikian juga barangsiapa yang tidak mengasihi saudaranya.
Di Neraka, sekalipun mereka berkumpul dengan orang-orang  yang sama jenisnya, itu celaka sebab di sini tempatnya orang-orang yang jahat dan kejam tidak ada sejahtera dan perdamaian, tetapi kebencian, perkelahian dan  permusuhan selama-lamanya.
Kumpul dengan orang-orang jahat, di dunia saja sudah menderita, apalagi dalam Neraka. Misalnya di dunia, hidup dengan orang yang suka hutang tetapi tidak mau membayar, itu sudah makan hati dan menyiksa batin. Apalagi hidup dengan orang yang tidak tahu berterima kasih, dengan orang yang jahat, dengan orang yang membalas baik dengan jahat, dengan orang-orang jahat dan orang Belial, betapa mengerikan.
Lebih banyak perusuh, perampas, pembunuh, mabuk ectasy, dan lain-lain, dunia menjadi lebih berbahaya dan mengerikan dan membuat orang tersiksa.
Kumpul dengan orang-orang Belial itu seperti hidup dalam Neraka, sangat menderita.
Lebih banyak orang-orang Belial di dunia, lebih mirip dengan Neraka. Apalagi di Neraka, sekalipun kumpul dengan orang-orang sejenis, sama-sama orang berdosa, itu sangat tersiksa. Tetapi kumpul dengan orang-orang sejenis, orang yang baik seperti Kristus dalam Surga, itu seperti Surga!
Mati berarti perpisahan sementara atau kekal tergantung dari jenis orang-orang tersebut. Yang di Surga dan di Neraka tidak akan bertemu lagi untuk kekal selama-lamanya, perpisahan yang kekal. Memang menyedihkan kehilangan orang-orang yang ke Neraka, sebab kita (orang-orang beriman) tidak akan bertemu lagi, tetapi jangan setia kawan lalu bersama-sama ke Neraka, sia-sia, sebab di Neraka tidak ada persahabatan melainkan perkelahian, kebencian dan perseteruan yang kekal! Seorang istri berkata: “Biarlah saya masuk Neraka, bisa bertemu dengan suami saya, sebab ia baik kepada saya”.
Percuma! Di Neraka semua orang menjadi seperti musuh bebuyutan, semua akan berkelahi sangat dahsyat dan kejam. Semua berubah seperti setan dan iblis.
Tetapi di dalam kerajaan Surga, disitu ada persekutuan yang manis dan penuh kasih untuk kekal; setiap orang menjadi seperti kekasih, betapa indah untuk kekal.
3. MAUT BERARTI KESEMPATAN HABIS
Hidup di dunia ini bisa menghasilkan hal-hal yang kekal.Sebab itu Hidup dalam dunia ini suatu kesempatan emas untuk mengumpulkan pahala dan kemuliaan yang kekal bagi orang-orang yang percaya Tuhan Yesus. Selama hidup kita bisa tumbuh dalam kesucian dan itu berarti tingkat kemuliaan yang kekal dalam Surga.
Sesudah mati, kita tidak bisa menambah apapun sebagai milik kekal.
Yang menjadi milik kita untuk abadi, baik kesucian maupun pahala akan mengikuti kita selama-lamanya.
(Tetapi hidup ini juga bisa untuk berbuat dosa lebih banyak dan tentunya di Neraka hukumannya tambah celaka).
Masing-masing akan dihukumkan sesuai dengan perbuatannya (Wah 22:12).
Oleh karena itu, sebelum maut datang (maut datang tidak tentu, kita tidak tahu kapan datangnya) pakailah setiap waktu yang ada untuk mengumpulkan hal-hal yang kekal, semua itu akan mengikut kita selama-lamanya
Wahyu 14:13 Dan aku mendengar suara dari Surga berkata: Tuliskan “Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini.” “Sungguh” Kata Roh, “supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka.
Orang yang hanya mencari hal-hal duniawi itu bodoh dan hidup dengan sia-sia (Mat 16:26).
Kalau toh orang ini masuk Surga, ia akan MISKIN, KOSONG DAN SIA-SIA. Biasanya orang- orang yang me-ngejar hal-hal duniawi itu juga penuh dengan keinginan-keinginan daging yang menghalalkan segala cara dan membuat banyak macam dosa sehingga tenggelam dan terikat dengan dosa sehingga seringkali hilang keselamatannya!
Hati-hati jerat kekayaan duniawi (Mat 13:23) dan segala isi dunia (1Yoh 3:15-17).
4. MAUT = MENETAPKAN SAAT TERAKHIR
Matius 24:13 Tetapi barangsiapa yang bertekun sampai ke akhir, ialah akan selamat (KJ).
Saat terakhir menetapkan ukuran kita di hadapan Allah
Orang yang setia sampai ke akhir, maka keadaan pada saat terakhir ini yaitu setia, ini permanen dan ia selamat kekal.
Tetapi kalau pada saat kematiannya ia tetap hidup dalam dosa, ia mati dalam dosa dan terhilang, sebab ini keadaannya yang tetap, permanen di hadapan Allah, ia binasa dalam Neraka
Yehezkiel 33:13 Jikalau firman-Ku kepada orang yang benar, bahwa dengan sesungguhnya ia akan hidup, dan ditaruhnya harapnya pada kebenarannya, lalu dibuatnya mana yang tiada betul, maka segala kebenarannya tiada akan diingat melainkan iapun akan mati juga di dalam kejahatan yang dibuatnya.
Sebab itu kita harus mengerjakan selamat kita baik-baik sampai saat terakhir, supaya tetap selamat dalam Surga yang kekal.
Filipi 2:12 Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,
Keselamatan bisa hilang kalau tidak setia sampai akhir; salah satu bukti adalah nama dalam Buku hayat bisa dihapus kembali kalau orang tersebut tidak bertobat sampai mati.
Keluaran 32:32-33 Tetapi sekarang, kiranya Engkau mengampuni dosa mereka itu — dan jika tidak, hapuskanlah kiranya namaku dari dalam kitab yang telah Kautulis.”
Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa: “Siapa yang berdosa kepadaKu, nama orang itulah yang akan Kuhapuskan dari dalam kitabKu.
Jadi orang yang mula-mula rohani, cinta Tuhan seperti Saul bahkan penuh dengan Roh Kudus pada akhirnya bisa berubah; (dalam Wasiat Lama sangat sedikit orang yang penuh dengan Roh Kudus, tetapi karena ia bodoh, ia mulai dengan Roh berakhir dengan daging, (Gal 3:3). Pada saat terakhir, Saul mati dalam dosa dan binasa kekal. Saul jelas-jelas mati dalam dosa sebab ia mati bunuh diri (seorang yang membunuh dirinya sendiri, itu dosa rangkap 5 melawan Allah yaitu:
1. Ia seorang pembunuh meskipun ia membunuh dirinya sendiri. (Wah 22:15).
2. Merusak rumah Allah 1Kor 3:16-17
3. Melawan waktu Allah (Pkh 3:1).
4. Melawan hak Allah (1Sam 2:6).
5. Tidak bertobat sampai mati sebab langsung mati.
Jadi bunuh diri adalah dosa rangkap 5 (paling sedikit) dan sebab sesudah orang itu mati, ia tidak sempat bertobat, ia pasti masuk Neraka! (Wah 21:27) dan lain-lain.
Begitu juga Euthanasia, aborsi dan sebagainya kecuali orang-orang yang berbuat dosa itu bertobat kembali dan sampai mati tetap setia.
Sebaliknya meskipun ia seorang penjahat besar seumur hidupnya, tetapi kalau pada saat terakhir orang itu bertobat, ia selamat, ia ditetapkan sebagai orang benar, orang tebusan dan sebab itu ia selamat kekal. Misalnya penjahat besar yang bertobat pada saat-saat terakhir di sebelah Putra manusia Yesus.
Lukas 23:42-43 Lalu katanya: “Ya Yesus, ingatlah kiranya akan hamba ketika Tuhan tiba kelak di dalam kerajaan-Mu.
Maka kata Yesus kepadanya, “Dengan sesungguhnya Aku berkata kepadamu: hari ini juga engkau bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.

Ada orang yang mau menggunakan kesempatan ini dengan “cerdik”, ia tetap ingin menikmati hidup dalam dunia ini dengan banyak tenggelam dalam dosa, tetapi ia tetap ingin selamat. Sebab itu ia merencanakan  pada saat terakhir baru ia akan bertobat (toh cukup, seperti penjahat itu) supaya ia dapat masuk Surga.
Orang seperti ini biasanya gagal sebab ini termasuk siasat iblis.
Mengapa begitu?
1. Ia bercintakan dosa dan kesukaan dosa, ia hidup di dalam dosa, sebab itu sekarang ini tidak mau bertobat. Biasanya dosa itu tumbuh terus, mengikat, memabukkan dan meracuni sampai akhirnya mati rohani, tidak lagi mau mengenal Tuhan.
Lukas 5:39 maka tiada seorang pun yang minum air anggur yang lama (ini kesukaan dosa yang sementara, Ibr 11:25), ingin akan air anggur yang baharu (tidak mau lagi mengenal Tuhan), karena katanya: Yang lama itulah sedap rasanya.
Pengkhotbah 12:1 Ingatlah olehmu akan khalikmu pada masa mudamu, dahulu daripada datang hari yang jahat dan tahun apabila katamu kelak: Tiada aku suka akan dia.
2. Orang ini tidak percaya pada Firman Tuhan, bahwa orang yang percaya Tuhan Yesus itu bisa lepas dari dosa dan hidup suci itu indah (Maz 16:11). Ia lebih percaya pada tipu daya iblis bahwa dosa itu indah, nikmat dan senang. Orang yang sudah kena siasat iblis yang pertama, akan terus kena siasat yang kedua, lama-lama binasa. Dosa tumbuh terus.
Amsal 6:27-29 Bolehkah orang mengambil api dalam kandungannya, maka tiada hangus kain bajunya.
(28) Bolehkah orang berjalan di atas bara api, maka tiada hangus kakinya?
(29) Demikian perihal orang yang mencabuli bini orang lain, barangsiapa yang menjamah akan dia, niscaya tiada ia dibilang suci dari pada salah.
Tidak mungkin menyimpan bara api (= dosa) dalam kantong dan tidak apa-apa, ia akan terbakar dan mati kalau tidak bertobat!
3. Orang ini membuang kesempatan yang sekarang, ia tidak akan mendapatkannya kembali (Luk 13:9). Orang-orang yang bertobat dan berseru-seru pada Nuh dan kepada Tuhan sesudah pintu bahtera Nuh tertutup, tidak lagi mendapatkan kesempatan. Sekalipun itu dicari dengan air mata dan penyesalan, tidak bisa didapatkan lagi (Ibr 12:17).
4. Orang ini sudah terlambat! Hari keselamatan (= pertobatan) adalah hari ini.
2Korintus 6:2 Sebab Allah berfirman: “Pada waktu Aku berkenan, Aku akan mendengarkan engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau.” Sesungguhnya waktu ini adalah waktu perkenanan itu; sesungguhnya pada hari ini adalah hari penyelamatan itu.
Ibrani 3:15 Tetapi apabila pernah dikatakan: “Pada hari ini, jika kamu mendengar suaraNya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman”,
Ukuran keras hati adalah hari ini. Kalau hari ini sudah sadar, Tuhan sudah berbicara di dalam hatinya tetapi ia tetap tidak mau bertobat, itulah orang yang keras hati. Orang seperti ini berada dalam keadaan yang sangat berbahaya, ia akan tumbuh terus  menjadi sangat keras hati dan terhilang!
Sebab itu bertobatlah dan terimalah Tuhan sekarang ini juga, hari ini jangan menunggu sampai terlambat, sayang, akan menyesal selama-lamanya. Orang yang baru mau bertobat pada saat terakhir, itu spekulasi yang sangat bodoh dan biasanya meleset jauh, tidak dapat Surga, tetapi dapat Neraka kekal!
DAN JERAT MAUT MENGHADANG SAYA
Kalau kena jerat maut berarti mati, habis, tamat, selesai!
Jerat maut ini mengerikan, apalagi sebab jerat itu selalu tersembunyi dan biasanya kalau kena, itu terjadi tiba-tiba, tidak disadari, tahu-tahu sudah masuk jerat maut.
Apakah jerat maut itu?
Ada 2 macam yaitu:
1. Jerat kematian, inilah segala godaan, rayuan dan tipu daya iblis yang memikat orang itu dan orang yang kena, terjerat sampai mati.
Misalnya: persundalan dengan segala rayuan yang manis. Orang yang masuk ke dalamnya akan mati rohani dan kemudian mati jasmani.
Amsal 7:25-27 Janganlah hatimu membelok ke jalan-jalan perempuan itu, dan janganlah menyesatkan dirimu di jalan-jalannya.
Karena banyaklah orang yang gugur ditewaskannya, sangat besarlah jumlah orang yang dibunuhnya.
Rumahnya adalah jalan ke dunia orang mati, yang menurun ke ruangan-ruangan maut.
Amsal 9:17-18 “Air curian manis, dan roti yang dimakan dengan sembunyi-sembunyi lezat rasanya.”
Tetapi orang itu tidak tahu, bahwa di sana ada arwah-arwah dan bahwa orang-orang yang diundangnya ada di dalam dunia orang mati.
Juga tamak, ingin akan uang itu menyegarkan, orang bisa bergairah mengejar uang, tetapi tidak pernah puas (Pkh 5:9) dan seringkali menikamkan banyak dukacita, melahirkan banyak kejahatan dan akhirnya maut mengakhirinya (1Tim 6:9-10).
Jemawa, sombong, perkelahian, ugal-ugalan, obat bius dan ecstasy dan lain-lain, semua ini umpan dari jerat maut, yang melahapnya, bisa mati oleh karenanya.
2. Takut akan maut (Ibr 2:15) itu juga menjadi jerat. Orang-orang yang dikuasai ketakutan akan maut akan mudah gelisah dan panik sehingga terjerat dalam tangan setan. Orang- orang seperti ini tidak lagi dapat membedakan mana kehendak Allah dan kehendaknya sendiri atau jerat setan. Orang-orang ini akan banyak salah langkah dan tidak jarang binasa.
3. Ada bermacam-macam hal yang bisa menjerat orang dan menyebabkan kematian. Kadang-kadang hal yang kecilpun menjerat orang dan tiba-tiba mati. Jerat maut itu kadang-kadang sulit dihindari, tiba-tiba datang, muncul dan makan korban.
Tetapi orang beriman yang berjalan dengan Tuhan tidak takut jerat maut. Mengapa?  Sebab bukan manusia dan bukan kebetulan yang menentukan kematian orang-orang beriman, melainkan Allah sendiri.
1 Samuel 2:6 TUHAN mematikan dan menghidupkan, Ia (bukan iblis, bukan malaikat atau orang lain) menurunkan ke dalam dunia orang mati dan mengangkat dari sana.
Kalau Allah berkata sudah waktunya, bagaimana pun juga orang itu sampai mati. Misalnya Achab, sekalipun ia sudah menyamar dan   memakai bermacam-macam siasat, tetapi kalau Tuhan sudah mengatakan waktunya habis, maka matilah ia. Meskipun oleh permainan panah yang tidak disengaja, toh ia mati.
Tetapi kalau Allah  mengatakan belum waktunya, orang itu akan tetap hidup, sebab Allah lebih berkuasa daripada semua orang. Misalnya Yusuf. Semua saudara-saudaranya berusaha membunuh. Ia dipukul, dibuang ke sumur, dijual menjadi budak belian (yang tentunya punya nasib yang sangat gelap, mudah mati) dan mereka berharap tak lama kemudian Yusuf mati. Ternyata Yusuf justru menjadi orang yang disembahnya! Bukan manusia, tetapi Allah yang menentukan mati hidup manusia dan Allah sanggup melakukan pekerjaan seperti ini sebab Dia maha kuasa, maha tahu dan  adil!
(Meskipun  sudah ditentukan mati, kalau seorang minta lagi tambahan umur pada Tuhan, kadang-kadang  Tuhan masih memberikannya, tetapi biasanya hasilnya tidak baik, kadang-kadang makin jelek seperti Hizkia (2Raj 20:6). Apa yang direncanakan dan dibuat Tuhan, bagi kita, termasuk kapan harus mati, itu yang terbaik!)

III. MAZ 18:7. BERTERIAK DI BAITNYA

Mazmur 18:7 Dalam kesesakan saya, saya memanggil Tuhan dan berteriak kepada Allah saya; Dia mendengar suara saya keluar dari BaitNya dan teriakan saya kepadanya sampai  pada telingaNya (KJ/ RTL)

DALAM KESESAKAN SAYA BERSERU KEPADA TUHAN

Mengapa orang-orang berseru kepada Tuhan?
Sebab mereka percaya dan harap kepada Tuhan. Orang-orang seperti ini di dalam kesesakan dengan spontan berseru-seru kepada Tuhan.
Kalau seorang anak kecil (2 th) tiba-tiba dalam bahaya (misalnya ia bermain-main sendiri lalu tiba-tiba lampu mati), kepada siapa ia berseru-seru? Ia berteriak pada ibu atau bapaknya. Tentu ia tidak berteriak pada tetangganya atau pada polisi dan lain- lain, mengapa? Sebab ia percaya dan berharap pada orang tuanya. Ia yakin ibunya pasti akan menolongnya dan ibunya adalah satu-satunya pertolongannya. Sebab itu setiap kali ada apa-apa, apa lagi bahaya, dengan spontan ia berseru-seru memanggil ibunya.
Adakah kita sepenuhnya berharap Tuhan atau orang lain, atau harta, kepintaran atau kekuatan kita sendiri? Apakah kita juga selalu berseru, berdoa pada Tuhan dalam kesukaran kita? Dengan segenap hati dengan penuh pengharapan?
Daud seorang raja dan pahlawan yang besar tetapi selalu berharap pada Tuhan lebih dari pada yang lain. Ia sangat yakin akan Tuhan. Baginya Tuhan sungguh-sungguh tidak mengecewakan. Sebab itu setiap kali dalam segala macam kebutuhan ia berseru kepada Tuhan, lebih- lebih dalam bahaya.