TIDAK BERBUAT DOSA LAGI

MUNGKIN?

Mungkinkah orang-orang ber-iman  betul-betul bebas dari dosa sehingga tidak lagi jatuh dalam dosa?
Apakah orang-orang beriman baru bebas dari dosa di Sorga?  Apakah bebas dari dosa itu hanya untuk sebagian orang saja?
Apakah harus selalu diselingi dengan kejatuhan atau dosa-dosa yang kecil- kecil?
Bagaimana keyakinan saudara?
Ini soal dasar yang amat penting.
Akhir-akhir ini ada satu dua kejatuhan tokoh-tokoh Injil yang besar di USA yang menggegerkan masyarakat, istimewa yang terakhir ini, bukan sebab bentuk kejatuhannya yang hanya sepele dibandingkan dengan macam-macam dosa yang jauh lebih keji di dalam dunia, tetapi sebab mengapa seorang tokoh yang begitu besar sampai bisa jatuh seperti itu dan terikat dalam dosa. Mungkinkah orang percaya bebas dari dosa?
ALKITAB atau ALLAH mengatakan:
Yohanes 8:36 Jikalau Anak itu memerdekakan kamu, baharulah merdeka kamu dengan sesungguhnya (TL)
Firman Tuhan menjanjikan kebebasan yang penuh, sempurna, dan Firman Tuhan tidak pernah gagal!

Lukas 1:37 Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.
Allah tidak pernah berdusta, sebab itu kalau kita sungguh-sungguh memegang FirmanNya, pasti Firman Tuhan itu akan berlaku dalam hidup kita.

BEBAS DARI DOSA, MATI LEPAS DARI DOSA

Roma 6:2 Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya? (Roma 7:2).
Bila manakah seseorang dapat terlepas dari suaminya yang amat bengis dan keji? Kalau ia mati! Begitu pula pada waktu kita mati dari dosa, kita lepas dari “suami dosa” untuk selamanya!
Ini dapat dan pasti terjadi, sebab ini janji Firman Tuhan dan Allah tidak pernah bohong! Kalau ini tidak terjadi di dalam hidup kita, kita harus mencari kesalahannya pada diri kita sendiri!  (karena tidak mengerti atau tidak mau).
Kita dapat bebas, mati lepas dari dosa.

Mengapa bisa?

Sebab semua itu sudah dikerjakan Tuhan Yesus dengan lengkap, tuntas dan sempurna di Golgota untuk kita. Kalau kita mengerti dan mau, kita sudah dapat menerima kemerdekaan itu dengan sempurna!
Sekarang ini juga!
Roma 6:14 Karena dosa itu tiada lagi dapat kuasa atasmu SEBAB: kamu bukannya di bawah Torat (=usaha sendiri) – melainkan di bawah ANUGERAH (ini anugerah = pemberian) (TL).
Dengan Taurat berarti dengan kekuatan sendiri. Dengan cara ini semua manusia sudah gagal dan tetap akan gagal! Tidak seorangpun dibenarkan, dibebaskan dengan usaha kekuatan sendiri/ Taurat (Roma 3:20). Dengan usaha sendiri orang-orang akan kembali jatuh dalam dosa berulang-ulang sampai putus asa. Bukan begini caranya.
Juga bukan dengan pikul salib kita dapat mati lepas dari dosa (seperti orang-orang kafir yang menyiksa dirinya). Kita hanya lepas dengan anu- gerah artinya kita menerima dengan iman hasil pekerjaan Kristus di salib. Terima saja! Mendengar, percaya, lalu menerima dengan iman!

APA YANG TELAH DIKERJAKAN TUHAN YESUS  DI ATAS KAYU  SALIB ?

I.  DARAH YESUS MENYUCIKAN SEGALA DOSA KITA


1 Peterus 1:18-19 Sehingga kita dibebaskan dari tuntutan dosa-dosa yang sudah kita perbuat. Ini indah dan luar biasa. Dosa bisa habis, bersih, lenyap sebab ditebus dengan darah  Anak manusia yang suci dan tiada bercela. Kita bebas dari hukuman atas dosa-dosa yang sudah ditebus oleh    Darah Yesus.
Banyak orang berpikir sudah cukup sampai di sini! Tetapi ini tidak cukup!! Kalau hanya pengampunan dosa, maka besok kita berdosa lagi, minta ampun lagi, berdosa lagi, minta ampun lagi begitu terus menerus menumpuk “gunung dosa”.
Pertanyaan ini ada dalam surat Roma,
Roma 6:1 Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia (pengampunan yang heran) itu?
Dengan tegas dan jelas Paulus membantah pengertian yang salah ini dalam ayat berikutnya.
Roma 6:2 Sekali-kali tidak! Bukan kah kita telah mati bagi dosa (TL: mati lepas dari dosa), bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?
Berputar-putar terus dalam lingkaran dosa dan pengampunan itu bukan kehendak Allah!
Bukan rencana Allah! Itu kena tipu daya dan siasat setan. Firman Tuhan mengatakan itu Kristen babi dan Kristen anjing.
2 Petrus 2:22 Bagi mereka cocok apa yang dikatakan peribahasa yang benar ini: “Anjing kembali lagi ke muntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya.”
Tuhan ingin kita bebas, lepas sehingga tidak lagi berbuat dosa, tidak lagi minta ampun dosa terus menerus. Bahkan Tuhan ingin kita meningkat dan tumbuh dalam kesucian!
(Kesucian itu bertingkat-tingkat seperti bukit, sebab itu disebut bukit kesucian Allah, dalam (Maz 48:2). Lain kali kita akan belajar lebih banyak tentang tingkatan-tingkatan ini dan bagaimana bisa tumbuh terus sampai di puncaknya!)
Kita perlu dilepaskan dan sudah diberi kelepasan dari dosa! Baru dengan demikian kita tidak berdosa lagi! Bagaimana cara Tuhan memberi kita  kelepasan ini?

II. KEPALA  SI ULAR TUA ITU SUDAH  DIREMUKKAN.

Kejadian 3:15b ….keturunannya (Tuhan Yesus) akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.
Setan sudah dikalahkan total. Inilah kekalahan prinsipiil setan dan kekalahan yang terbesar!
Dalam hari-hari yang lalu setan sudah dikalahkan, juga dalam hari- hari yang akan datang ia akan di-kalahkan lagi, tetapi semua ini hanya penegasan belaka dari keme-nangan yang terbesar dan prinsip di atas Golgota ini !
Orang yang berdosa itu hamba dosa (Yoh 8:34), dicengkeram hukum dosa dan maut (Rom 8:2). Diperhamba dan dijajah dosa. Manusia terikat dalam dosa, tidak dapat lepas, itu sebab dijajah setan! Sekarang si penjajah  sudah dikalahkan total dan kemenangan itu diberikan pada orang yang mau percaya. Sebab itu sekarang, siapa saja orang percaya yang mengerti dan mau mati lepas, bebas dari dosa, dapat! Sekarang, dapat langsung lepas dari dosa dalam nama Tuhan Yesus!
Tahun 1942-1945 Jepang melanda seluruh Asia Tenggara dan menjajahnya dengan kejam. Tetapi pada tahun 1945 Kaisar Jepang lewat radio mengumumkan kalah, menyerah. Langsung  sesudah itu semua negara-negara yang dijajah Jepang yang tahu berita ini dan percaya, langsung bangun berdiri melucuti senjata semua tentara Jepang, termasuk Indonesia, sehingga kita bebas merdeka. Kaisarnya sudah menyerah, semua anak buahnya tidak berdaya.
Begitulah mirip dengan Iblis, kepa- lanya sudah remuk, tubuh dan ekornya sudah tidak berdaya.
Tetapi orang yang tidak mengerti dan tidak percaya, tetap ditakut-takuti dan dikuasai, tetap dijajah dengan kejam oleh dosa, tetap dalam perhambaan dosa! Kita harus mengerti kebenaran Firman Tuhan, sebab kebenaran inilah yang akan memerdekakan kita.
Yohanes 8:32 Dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan  mu (TL).
Sebab itu kalau sekarang Saudara pembaca sudah mengerti dan mau lepas, bebas total dari dosa, dapat mulai menikmati, kebebasan total dari setan dalam nama Tuhan Yesus! Yang mau, pasti bebas, sekarang juga! Kecuali yang tidak mau dan yang tidak mengerti. Semua orang yang percaya pasti bisa bebas dari dosa. Dapat! Tidak perlu lagi dijajah dosa, setan sudah kalah, yang mau dapat bebas! Jangan lagi mau ditipu dan diperhamba oleh dosa apapun. Hisabkan, anggap dan perhitungkan diri kita seperti sudah lepas, dengan iman, dan hiduplah demikian, bertindaklah demikian dalam nama Yesus, maka pasti kita akan mengalami kelepasan total dari dosa dan tidak perlu lagi jatuh ke dalamnya. Kita dapat bebas, terimalah dengan iman!
Roma 6:11 Demikianlah juga kamu wajib menghisabkan (mengang gap, memperhitungkan) dirimu mati lepas daripada dosa, tetapi hidup bagi Allah di dalam Kristus Yesus (TL).
Jangan ragu-ragu, terimalah dengan iman. Pasti kita akan mengalami kemerdekaan yang sepenuh-penuhnya dari Tuhan. Lepaskan, buang semua dosa itu, baik percabulan, perzinahan, dendam, iri, curi, sombong, fitnah, benci, hobatan dan sebagainya. Hidup lah dengan yakin seperti orang suci, maka kita akan kagum bagaimana ajaib pekerjaan Tuhan Yesus di dalam kita, bebas, lepas dari dosa. Kita dapat lepas, dan sekarang kita boleh berbuat kehendak Allah tanpa diganggu dosa lagi, bahkan berani menderita untuk mentaati kebenaran dan kesucian Allah.
Roma 6:18 Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.

BAGAIMANA PERANAN PIKUL SALIB DALAM MATI DARI DOSA ?

Kita lepas dari dosa bukan sebab mau menyangkal diri dan pikul salib, bukan. Dengan memikul salib saja kita tidak akan lepas tetapi kembali berulang-ulang jatuh dalam dosa kembali. Kita lepas dengan iman bukan dengan ketekunan memikul salib.
Kita lepas dengan cara:  Hanya menerima dengan iman.
Sebab itu orang yang paling lemah dalam dosa, iapun bisa lepas, sebab kita hanya menerima dengan iman kemenangan yang besar ini!

LALU  KALAU  BEGITU  TIDAK PERLU  PIKUL  SALIB?

PERLU!!
Kita harus menyangkal diri dan pikul salib setiap hari mengikut jejak-jejak dan cara hidup Tuhan Yesus (Luk 9:23).
Bagaimana hubungan salib dan anugerah kelepasan dari dosa ini?
Hidup suci itu bertentangan dengan daging. Kita sudah diberi kemenangan atas dosa, kita sudah diberi hidup suci. Allah yang memungkinkan hal ini.
Roma 6:4 Demikianlah kita dikuburkan sertaNya oleh baptisan itu ke dalam maut, sebagaimana Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, sedemikian itu juga kita inipun dapat berjalan di dalam suatu hidup yang baharu (TL).
Jadi kemenangan itu sudah kita terima, tetapi daging pasti akan melawan. Daging dan Roh itu bertentangan (Gal 5:17). Daging tidak mau hidup dalam kesucian. Daging ingin berlazat-lazat menuruti hawa nafsu. Timbul peperangan atau pergumulan dalam jiwa kita (1 Petrus 2:11 TL).
Disinilah kita harus memutuskan dengan tegas, bahwa daging kita matikan. Kita harus mau mematikan daging (= menyalibkan daging). Kekuatan untuk itu sudah diberikan sekaligus dalam kemenangan itu, tetapi sebagai akibatnya kita harus mau mengalami daging yang dipecah-pecah kan, dimatikan karena kesucian Allah masuk di dalam hidup kita! Inilah salib!
Dengan pengertian dan kemauan, mau menderita akibat-akibat cara hidup baru. Orang yang tidak mau resiko ini (tidak mau salib) akhirnya akan kembali hidup cara lama, hidup dalam dosa.
Mau pikul salib itu sangat penting, supaya kita tetap tinggal dalam kesucian Tuhan. Misalnya tidak  lagi  merokok, tidak lagi menyimpan gambar-gambar cabul atau hidup dalam pergaulan cabul/ zinah, tidak lagi membalas dendam/ iri, tidak lagi memfitnah dan sebagainya.
Ini membuat daging kita seperti tidak tahan, tetapi kita harus mau memikul salib, mau menderita apapun akibatnya, bahkan matipun mau!
Kuasa untuk menanggung hal ini sudah diberikan, tetapi kita harus mau merasakan akibatnya! Salib itu sangat penting, tetapi bukan ini yang melepaskan kita dari dosa, melainkan kematian Tuhan Yesus di atas salib itu yang mengampuni kita dari segala dosa yang sudah kita perbuat dan melepaskan kita dari semua ikatan-ikatan dosa yang ada pada kita. Salib adalah konsekwensi yang mutlak perlu dipikul sebab kuasa Allah masuk dan bekerja di dalam diri kita. Ini tidak berat, bahkan ringan dan sangat senang!
Matius 11:30 Sebab kuk (salib)  yang Kupasang itu enak dan bebanKupun (sengsara salib) ringan.
Luarbiasa, kita bisa diampuni dan dibebaskan total dari dosa sekarang juga! Hebat cara kerja Allah, luarbiasa rencanaNya dan Ia tidak pernah gagal. Sebab itu sekarang siapa yang mengerti dan mau dapat mati lepas dari dosa, tidak ada satupun yang terkecuali. Jangan ditipu oleh setan!
Seringkali orang beriman tidak mendapat janji-janji Tuhan yang sepenuh, TIDAK MENGALAMI BEBAS DARI DOSA bahkan bisa sesat, SEBAB:
1. TIDAK MENGERTI  FIRMAN TUHAN.
Markus 12:24 Jawab Yesus kepada mereka: “Kamu sesat, justru karena kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah.”
Sekalipun seorang tokoh yang besar, ia masih mungkin belum mengerti dengan baik salah satu segi, atau ada satu “gap” dalam salah satu penger tian, sehingga ia jatuh dalam dosa. Sebab biasanya tokoh-tokoh pimpinan itu seorang “spesialis” yang ahli hanya dalam bidangnya (jabatan) tetapi perlu banyak diisi oleh anggota Tubuh Kristus lainnya untuk bidang-bidang atau segi-segi lain!
Lebih-lebih kalau tokoh-tokoh itu merasa dirinya bisa dan merasa tidak perlu untuk belajar satu dari yang lain, ini berbahaya, ia akan mudah terpeleset di tempat-tempat di mana terang Firman Tuhan kurang cukup baginya. Kalau seseorang betul-betul mengerti Firman Tuhan, maka ia akan dimer- dekakan oleh Firman Tuhan itu sepenuhnya.
1 Yohannes 3:5 Maka kamu mengetahui bahwa Kristus diberi nyata supaya Ia melenyapkan segala dosa; maka di dalamNya itu tiada ada dosa.
Yohannes 8:32 Dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.
Kita perlu mengerti kebenaran Firman Tuhan tentang:
a.Kelepasan dosa pada umumnya. Biasanya ini juga cukup untuk kelepasan dari segala dosa. Tetapi dalam pertumbuhan rohani, kita juga perlu bertumbuh dalam pengertian, sebab setan terus menerus menipu dan memperdayakan kita dalam setiap macam dosa. Firman Tuhan sudah menyediakan lengkap sebab itu kita perlu mengerti lebih lanjut tentang:
b. Kebenaran Firman Tuhan tentang setiap dosa. Misalnya: sombong, percabulan atau perzinahan, bohong, fitnah, kebencian atau pembunuhan, menghormati orangtua dan sebagainya. Kalau seorang tidak mempunyai cukup dasar dalam Firman Tuhan, ia mudah diperdayakan setan dan jatuh dalam dosa dan celaka. Orang bodoh itu mati sebab kurang akal budinya (Ams 10:21b). Sebab itu kita harus terus makin bertambah-tambah dalam pengertian Firman Tuhan dalam setiap segi kehidupan.
c.Pengertian-pengertian Firman Tuhan untuk pertumbuhan misalnya tentang Firman Tuhan, iman, doa, pekerjaan Rohkudus rencana Allah dan sebagainya. Ini sangat penting untuk  membuat kondisi rohani kita tetap kuat
2. TIDAK  TAAT AKAN FIRMAN TUHAN
Lukas 11:28 Tetapi Ia berkata: “Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan Firman Allah dan yang memeliharanya.”
Orang yang mengerti tetapi tidak taat, itu akan mengalami kerobohan yang amat besar.
Matius 7:26-27 Tetapi setiap orang yang mendengar perkataanKu ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya (TL: sangat besar robohnya itu).
3.TIDAK TETAP DI DALAM  PERSEKUTUAN  DENGAN TUHAN
Yohanes 15:4a Tinggallah di dalam   Aku dan Aku di dalam kamu.
Dengan apa kita boleh tetap tinggal di dalam Tuhan?
a. Hidup Suci. Dosa menceraikan kita dari Allah,
Yesaya 59:2 Tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allah mu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyem bunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.
Kalau memang ada dosa, jangan disembunyikan, segera bereskan!
b.Tekun dalam doa di dalam Roh dan Kebenaran (Yoh 4:24). Tuhan suka kalau kita berdoa non stop (1Tes 5:17). Tentu mula-mula belum bisa, tetapi makin lama doa itu akan menjadi kebutuhan yang  makin indah.
c. Setiap hari makan dari Roti Hidup Sorgawi, yaitu Firman Tuhan (Mat 4:4). Seperti tubuh perlu  makanan  dan  kita  suka makan, begitu juga kebutuhan kita akan Firman Tuhan.
d. Bersekutu dengan saudara- saudara seiman dalam kebaktian dan secara informil di mana-mana, dengan saling menasehati (Ibr 3:13, Kol 3:16), memuji-muji Tuhan (Ef 5:19) dan saling menguatkan (Rom 14:19).
Dengan demikian kita akan tetap kuat sebab tinggal di dalam Kristus dan tubuhNya.

BAGAIMANA KALAU JATUH LAGI DALAM DOSA?

Penting ketulusan dan kesungguhan! Orang yang pura-pura akan belajar terus seumur hidup, tetap tidak bebas, malah tambah terikat dalam dosa pura-puranya!
2 Timotius 3:7 Yang senantiasa belajar, tetapi tiada pernah sampai kepada pengenalan akan yang benar (TL)
(Sebab itu tidak pernah bebas dari dosa sebab belum mengenal kebenaran Yah 8:32).
Orang-orang seperti ini tidak tulus! Mulut dan sikapnya saja seperti orang beribadat, tetapi hatinya tetap ingin dosa, tidak mau lepas dari dosa, kuasa ibadat ditolaknya! Apa kuasa ibadat itu? Itulah kelepasan dari dosa dan tumbuh dalam rencana Allah.
2 Timotius 3:5 Yang merupakan dirinya seperti orang beribadat, tetapi kuasa ibadat  itu telah ditolakkannya (sehingga tetap hidup dalam perhambaan dosa), maka daripada orang itu palingkanlah dirimu (TL).
Kalau seorang tidak tulus, Firman Tuhan otomatis tidak jadi! Firman Tuhan itu untuk orang yang sungguh-sungguh mau dengan tulus!
Lukas 12:57 Apakah sebabnya tiada dapat kamu mengambil keputusan yang sungguh dari pada dirimu sendiri (TL).
Kalau kita sungguh-sungguh mau, pasti kita mengalami kebebasan yang ajaib dan indah ini.
Tetapi kalau pada suatu saat karena lengah, kita tertipu dan jatuh dalam dosa, maka segera pada kesadaran akan dosa yang pertama kali, langsung minta ampun, bereskan akibat-akibat dosa itu lalu kembali hidup dalam kesucian! Sekali atau beberapa kali, masih mungkin terjadi semacam ini!
Mengapa?
1. Belum terbiasa. Hidup suci itu suatu hidup cara baru bagi kita. Kita sudah terbiasa di dalam dosa, dalam kebencian, dalam ketamakan, menuruti keinginan mata, daging, jemawa dan sebagainya. Sudah biasa dalam hidup dosa berpuluh-puluh tahun, sebab itu waktu belajar hidup cara baru kadang-kadang terjadi beberapa kekeliruan. Tetapi jangan takut, pada kesadaran pertama, kembalilah lagi dalam posisi permulaan.
2. Tertipu oleh setan, oleh segala siasatnya. Kalau sudah tertipu, ya sudah! Langsung perbaiki dan lainkali jangan sampai tertipu lagi. Kita harus lebih cerdik daripada si setan (tentunya dengan bantuan Tuhan, 2Kor 2:11, 2Tim 2:26) yaitu dengan banyak belajar Firman Tuhan dan berdoa serta dengan perhatian mendengar pimpinan Rohkudus. Rohkudus tahu lebih dahulu segala siasat setan! Dipimpin Rohkudus itu berarti pasti menang!
3. Karena lemah, tidak kuat, tidak berani sehingga jatuh. Tetapi segera sadar, kembali lagi kepada Tuhan, pakai iman, hampiri Allah dan lawan setan, pasti kuat (Yak 4:7-8). Lemah itu bukan dari Allah. Allah menghendaki kita kuat (Ef 6:10). Dengan iman jadilah kuat!
Apapun alasannya, bangun dan kembali pada Tuhan, lawan setan, usir dia, kembali pada posisi semula, perangi setan, jangan mau dikalahkan lagi, tetapi hiduplah dalam kesucian, mati lepas dari dosa! Orang-orang yang betul-betul mau bebas, sudah merdeka dan akan tetap merdeka untuk selamanya!
Waktu tergelincir dalam dosa, setan akan datang dengan kata-kata penipuannya, katanya: Lihat, engkau toh jatuh lagi dalam dosa, engkau kembali dalam hidup yang lama, engkau tidak dapat lepas dari tabiat dosa, engkau pasti akan jatuh lagi. Tidak mungkin engkau lepas dari dosa. Puaslah dengan menjadi lebih baik sedikit demi sedikit!
Jangan percaya mulut penipu setan! Kita sudah menjadi baru dan yang lama sudah lenyap!
2 Korintus 5:17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu (TL: sudah lenyap), sesungguhnya yang baru sudah datang (TL: sudah terbit).
Firman Tuhan berkata semua tabiat yang lama sudah lenyap bukan akan lenyap atau sedikit demi sedikit, tetapi sekaligus sudah lenyap. Teri- malah kebenaran Firman Tuhan ini, jangan diganti-ganti menurut saran setan, nanti tertipu seperti Hawa dalam taman Eden sebab mengganti kata- kata Allah! Semua yang lama sudah lenyap dan semua yang baru sudah terbit, sudah ada! Kita sudah menjadi baru!
Jangan perduli dengan sekali dua kali tergelincir (tentu kita harus berjaga-jaga jangan sampai berdosa lagi Maz 119:11), tetapi kalau toh itu terjadi, itu bukan sebab yang lama masih ada, sebab yang lama sudah lenyap! Percayalah akan Firman Tuhan yang berkata: “Yang lama sudah lenyap!” Yang baru sudah ada meskipun belum tumbuh semua dengan sempurna (untuk tumbuh perlu cukup waktu tetapi yang baru sudah ada!).
Yang lama sudah lenyap tetapi mengapa timbul lagi dosa dari hidup yang lama? Sebab tertipu oleh setan!   Tetapi segera kita sadar, bersihkan semuanya, lalu usir setan dan kembalilah dalam hidup yang sudah jadi baru!
Jangan mau mengakui bahwa tergelincir itu berarti yang lama masih ada, tidak! Dengan iman kita sudah menerima semua yang baru dan dengan iman kita juga berkata bahwa itu tergelincir, tetapi yang lama sudah lenyap! (Tentu lebih baik jangan sampai tergelincir. Bertanya-tanyalah akan Tuhan selalu, dengan banyak doa dan Firman Tuhan, kita tidak mudah tergelincir. Tetapi orang yang sembarangan tentu tergelincir lebih sering atau rutin, sebab tidak sungguh-sungguh mau bebas!) Semua barang yang baru tumbuh itu masih halus, (bayi, kecambah, dan lain-lain) sebab itu harus dipelihara lebih hati-hati pada permulaannya. Tetapi kalau toh tergelincir, segera bereskan, lalu sesudah diperbaiki pasti kita dapat hidup kembali merdeka dari dosa!
Amsal 24:16 Karena jikalau kiranya orang benar itu jatuh sampai tujuh kali, maka berbangkitlah pula ia, tetapi segala orang fasik itu akan terperosok ke dalam jahat.
Biasanya semua sahabat dunia bahkan beberapa tokoh yang belum lahir baru juga berkata seperti setan: Ah, yang lama masih ada, tidak bisa lenyap.
Pepatah dunia berkata, sekalipun sudah ompong (giginya sudah gugur semua), kalau macan tetap macan. Artinya tabiat itu tidak bisa berubah, kalau suka berzinah akan tetap suka begitu, kalau suka bohong akan tetap berdusta, kalau som bong, sikap tetap begitu, kikir, dendam dan sebagai nya. Memang dunia hanya mengenali hal-hal ini!
Tetapi justru Tuhan Yesus datang untuk melepaskan manusia dari ikatan-ikatan dosanya yang seolah-olah nampaknya “abadi” ini!
Dia pelepas dosa, namanya: YESUS = pelepas dosa (Mat 1:21) supaya kita bisa dilepaskan total dari dosa! Bebas, Firman Allah berkata: “Dapat!”
Biasanya kalau  seorang sungguh-sungguh mau hidup dalam kesucian, maka sesudah satu atau dua kali tergelincir dengan penuh penyesalan, ia sudah belajar untuk tidak lagi jatuh dan ia akan menikmati suatu hidup bebas dari dosa.
Orang Parisi yaitu orang pura-pura itulah yang banyak menimbulkan serangan-serangan dan aja-ran untuk menyangkal kebenaran Firman Tuhan ini. Jangan tersesat oleh ajaran-ajaran mereka (Mrk 12:24).
Dengan doa dan dengan segenap hati, pelajarilah baik-baik pelajaran ini dengan Alkitab yang terbuka, pasti Rohkudus akan sanggup menolong setiap orang Kristen di manapun di seluruh dunia untuk lepas dari dosa, sebab kemenangan itu sudah rampung dan dengan penuh sukacita disediakan Allah cuma-cuma bagi barang siapa yang mau percaya, dan yang mau menerimanya.
Kadang-kadang ada orang yang sungguh-sungguh tetapi mengalami sedikit lebih banyak kegagalan, sehingga ia putus asa. Biasanya dalam hal ini setan sudah bicara dalam pikirannya banyak kata-kata yang logis tetapi penuh tipu daya yang menyesatkan.
Seringkali setan berkata: Lihatlah dari pengalaman  sekian banyak, dan engkau selalu gagal. Per- cuma engkau terlalu berusaha, nanti engkau kecewa. Pengalaman membuktikan bahwa engkau tidak bisa merdeka betul.
Mungkin satu atau dua orang lain saja yang dapat, tetapi engkau tidak dapat.
Baru kemarin engkau jatuh lagi dalam dosa. Pengalaman membuktikan kebenaran.
Ini tipu daya setan.
Jangan percaya tipu daya setan. Jangan melihat kepada penga-laman. Bagi dunia pengalaman adalah guru terbesar, tetapi bagi kita Firman Tuhan adalah kebe-naran yang sesungguhnya (Yoh 17:17) dan guru yang terbesar, bukan pengalaman. (Pengalaman yang sesuai dengan Firman Tuhan dapat menguatkan, istimewa dalam kesaksian-kesaksian, tetapi pengalaman yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan jangan terima, sekalipun dunia menerimanya!) Sekalipun pengalaman mengatakan bahwa saudara tersebut jatuh lagi, jangan memandang pada pe-ngalaman. Pandanglah pada Yesus (=Firman) yang memulai timbulnya iman dalam kita dan dengan Firman juga iman kita ditumbuhkan terus sampai sempurna.
Ibrani 12:2a serta memandang kepada Yesus, yang mengadakan dan menyempurnakan iman (TL).
Memandang pada kebenaran Firman Tuhan. Sekalipun kemarin baru jatuh dalam dosa, katakan lagi, itu tergelincir, yang lama sudah lenyap, yang baru sudah terbit. Aku sudah jadi baru dan tidak mau kembali hidup dalam hidup yang lama. Di dalam Kristus akan sanggup! (Pil 4:13).
Jangan mau diinjak-injak oleh penga laman. Jangan mau dibatasi  oleh pengalaman, kita tidak akan keluar dari pengalaman, tidak akan tumbuh lebih dari pengalaman, tidak akan merdeka dari dosa, sebab pengalaman lama semua manusia adalah hidup dalam dosa.
Memang saudara yang sungguh-sungguh, tetapi sering jatuh dalam dosa perlu dibimbing atau diberi nasehat oleh saudara seiman yang sudah dewasa rohaninya (biasanya oleh Gembala Sidangnya yang seharusnya sudah bisa hidup cara baru dalam kesucian). Mungkin ada perangsangan-perangsangan yang diterimanya terus menerus dalam hidupnya, sehingga terus jatuh (Roma 13:14), atau mungkin karena pergaulannya sangat jelek seperti Sodom Gomora; sebab justru orang-orang Kristen harus meninggalkan semua yang nampak jahat sekalipun dengan pengorbanan (Ams 22:3, 1Tes 5:22). Memang sesudah lahir baru perjalanan hidup kita dalam kesucian masih panjang, siasat-siasat setan masih banyak mau menyerang kita, sebab itu jangan lepas dari persekutuan dengan orang-orang suci lainnya dan dengan Tuhan Yesus (dalam doa, Firman Tuhan, kesucian dan dipimpin RohNya). Semua hal-hal ini akan kita pelajari satu persatu, tetapi untuk langkah permulaan, ini sudah cukup, pasti tidak akan banyak kesukaran kalau orang beriman ini betul-betul mengerti dan mau lepas serta mau menanggung resikonya,   yaitu   pikul   salib  mengikut langkah-langkah Kristus. Kita bisa lepas dari dosa dengan total! Puji Tuhan. Dengan anugerah Tuhan Yesus kita bebas.
Kebenaran Firman Tuhan ini sudah banyak melepaskan  orang dari ikatan- ikatan dosanya. Kalau saudara ada ikatan dosa, bereskanlah sekarang.
Jangan tunda sampai besok atau lusa, sebab hal itu berarti
1. Keras hati, berbahaya! (Ibr 3:15).
2. Sudah kena tipu daya dosa, sehingga tidak mau dilepaskan sekarang, sebab rasanya masih    ingin pada dosa (Ibr 3:13). Jangan tertipu oleh setan.
Hari ini, kalau saudara mau lepas dari dosa, terimalah dengan iman!, maka hidup saudara akan berubah sama sekali, tidak sama seperti dahulu!
Saudara tahu? Hidup dalam kesucian Allah itu paling indah, mengesankan, penuh kejutan-kejutan yang indah, segar dan berbuah-buah. Lepaskanlah segala dosa hari ini, jangan besok, bertobatlah sungguh-sungguh dan terimalah kemerdekaan saudara HARI INI !


Nyanyian:
Mari pulanglah,
yang terikat lepaslah.
Dengan lembut Tuhan Yesus
memanggil orang berdosa
pulanglah!