LADANG HIJAU DAN PUTIH

Lukas 10:2 Kemudian Ia berkata kepada mereka, “Sesungguhnya tuaiannya banyak tetapi pekerja sedikit, sebab itu berdoalah kamu kepada tuan pemilik tuaian itu, supaya Ia mengutus pekerja-pekerja masuk ke tempat tuaian-Nya. (KJV/ RTL)

TUAIAN  BANYAK,  PEKERJA  SEDIKIT


Mat 9:37-38
(37) Maka Ia berkata kepada murid-muridNya: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit.
(38) Sebab itu berdoalah (pintalah) pada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja ke dalam penuaianNya (KJ/ RTL)

KEMUDIAN IA BERKATA KEPADA MEREKA

Mengapa Tuhan Yesus berkata kepada murid- murid-Nya? Sebab:
1. Mereka dan kita adalah putera-putera Allah, kita ikut memiliki kerajaan Surga, sebab satu kali kita akan menjadi ahli warisnya.
Oleh karena itu itu patutlah kita ikut terbeban. Roh Kudus yang menyadarkan kita sehingga kita ikut terbeban. Ini memang rencana Allah.
2. Kita ini teman sekerja dengan Allah. Allah bekerja sama dengan kita
1Kor 3:6-9 Saya menanam, Apollos menyiram, tetapi Allah yang menumbuhkan.

(7) Sebab itu baik yang menanam maupun yang menyiram bukan apa-apa, melainkan Allah, yang menumbuhkan.
(8) Baik yang menanam maupun yang menyiram adalah sama dan masing-masing akan menerima pahalanya sendiri, sesuai dengan pekerjaannya masing-masing.
(9) Karena kami adalah rekan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah dan bangunan Allah (KJ/ RTL).
Pekerjaan ini dipercayakan atau dianugerahkan kepada manusia bukan kepada malaekat, meskipun malaekat bisa bekerja lebih baik (Mat 28:18-20).
Sebab itu semua anak-anak Allah harus dan wajib terbeban, jangan menjadi anak yang tidak terbeban, yaitu putera yang mendatangkan malu (Ams 10:5).
Orang-orang yang tidak terbeban seperti ini pasti juga tidak mempunyai pahala, bahkan ada anak-anak seperti ini yang dibuang di luar, sebab mendatangkan malu (Mat 8:2; 22:12-13; 25:30).
Apakah kita terbeban untuk tuaian Bapa? Ladang gandum sudah memutih, tetapi sedikit saja yang mau pergi.

SUNGGUH PUN TUAIANNYA BANYAK


DI MANA?
Yohanes 4:35 Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai? (sekarang masih hijau) Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah putih *) dan matang untuk dituai.
*) Dalam TB dipakai kata ladang gandum yang kuning (Terjemahan Lama tidak menyebut warnanya). Di Indonesia kita biasa melihat ladang padi yang kuning sehingga kata kuning lebih biasa bagi telinga kita. Tetapi di dalam Alkitab, ladang gandum disebut putih, ini sesuai dengan bahasa aslinya: Leukos = putih.
Selalu lebih baik kita kembali pada terjemahan yang tepat, di sini putih.
Juga sebab Alkitab menubuatkah bahwa Tubuh Kristus global (oleh pekerjaan Roh Kudus) akan nyata sebelum Tuhan Yesus datang kembali. Dalam Tubuh Kristus global, harus ada komunikasi yang lancar dari semua bagian-bagiannya.
Untuk itu kita harus memakai istilah-istilah yang sama, yaitu yang tepat sama dengan Alkitab, maka ini akan memperlancar komunikasi dalam persekutuan Tubuh Kristus global (Ef 4:13). Kalau masing-masing memakai istilahnya sendiri-sendiri, ini akan membuat gangguan dalam komunikasi sehingga menghalang-halangi persatuan Tubuh Kristus global. Sebab itu lebih tepat kalau kita memakai kata: Ladang gandum yang putih.
Di sini ada 2 macam ladang, yaitu: ladang hijau dan ladang putih.

1. LADANG HIJAU

Dalam ayat ini Tuhan Yesus menghadapkan murid-murid-Nya pada ladang hijau. Mengapa? Sebab masa penuaian masih 4 bulan lagi. Tanaman gandum itu umurnya hanya lebih kurang 5 bulan, sudah menghasilkan buah-buah yang matang (seperti padi) siap untuk dituai. Kalau kurang 4 bulan menuai, maka itu berarti bahwa tanaman gandum itu masih baru satu bulan, dan ladang gandum seperti ini masih hijau, sebab hanya daunnya saja yang nyata. Dalam kenyataannya belum ada musim penuaian, atau tidak mungkin dituai sebab belum ada butir-butir gandumnya.
Tetapi Tuhan berkata, angkatlah matamu, pandanglah segala ladang, karena sekarang ini sudah masak semuanya, sedia akan dituai.
INI ANEH, sebab Tuhan Yesus berkata tidak cocok dengan keadaan yaitu ladang yang masih hijau.
Dengan mata biasa orang-orang melihat ladang yang hijau, tetapi dengan mata yang diurapi Roh Kudus, kita bisa melihat ladang yang putih!
Mengapa bisa menjadi putih?

PANDANGLAH SEGALA LADANG.

Ini pekerjaan Roh Kudus.
Kalau Roh Kudus mengurapi kita, maka kita dapat melihat ladang yang putih di mana-mana sementara orang lain hanya melihat ladang yang hijau.
Roh Kudus adalah Roh penuaian.
Pentakosta adalah hari raya penuaian Im 23:15-22. Pada hari Pentakosta Roh Kudus dicurahkan (Kis 2), 120 orang dikamar loteng Yerusalem dipenuhi dengan Roh Kudus sehingga penuh dengan kuasa (Kis 1:8) sebab itu banyak jiwa-jiwa dimenangkan bagi Tuhan, itulah penuaian rohani. Orang yang penuh Roh Kudus, hatinya akan penuh dengan kerinduan untuk menuai jiwa-jiwa.
Pekerjaan Roh Kudus di dalam manusia adalah:

  1. a. Mencelikkan mata kita supaya kita bisa melihat apa yang ditunjukkan Roh Kudus sehingga dalam hati timbul kasih akan jiwa-jiwa yang terhilang, sebab Roh Kudus memberi beban penuaian itu di dalam hati kita.

Roma 5: 5 Dan pengharapan itu tidak mempermalukan, sebab kasih Allah sudah dicurahkan ke dalam hati kita oleh Roh Kudus yang sudah diberikan kepada kita (KJ/RTL)

2 Korintus 5:14 Karena kasih Kristus itu menggerakkan hati kami, sebab kami yakin, bahwa Seorang telah mati karena orang sekalian, itulah sebabnya sekaliannya telah mati (KJ/RTL)

Orang yang mempunyai persekutuan yang manis dengan Roh Kudus, yang suka berdoa senantiasa dalam Roh dan Kebenaran, maka ke dalam hatinya Roh Kudus mencurahkan kasih ilahi Roma 5:5. Ini yang mendorong hati kita untuk mencari jiwa-jiwa dan melayaninya / Yoh 21:15-17.


b. Roh Kudus yang memberi kuasa untuk menjadi saksi Kristus yaitu memberitakan jalan keselamatan di dalam Tuhan Yesus.

Kisah 1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun keatas kamu, dan kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

Kita perlu kuasa Allah untuk mencelikkan mata hati orang berdosa yang dibutakan oleh setan (2Kor 4:4), supaya mereka bisa melihat keselamatan yang kekal di dalam kasih Allah dan bisa menerimanya. Dengan iman kita memandang segala ladang, sehingga timbul beban untuk penuaian.

Tanpa Roh Kudus, ladang  tetap hijau. Tetapi kalau Roh Kudus (Allah yang maha kuasa dan maha tahu, tahu lebih dahulu) memberi beban dan menyuruh kita, maka dengan kuasa dan hikmat-Nya, kita pasti akan bisa menuai.

Hari Pentakosta adalah Hari raya penuaian jiwa-jiwa bagi Tuhan.
Semua orang yang disertai Roh Kudus, ke mana pun mereka diutus oleh Roh Kudus, mereka akan mendapatkan penuaian, ladang hijau akan menjadi putih oleh Roh Kudus.
Misalnya: Paul dan rasul-rasul, ke mana pun mereka pergi, mereka selalu mendapatkan penuaian yang indah-indah.
Contoh ladang hijau yang berubah menjadi ladang putih. Pada waktu Paulus disuruh Roh Kudus ke Makedonia, ia taat dan pergi, meskipun  pada mulanya ia hendak ke Asia Kecil/ Betinia, tetapi Roh Kudus mencegah (Kis 16:6-10). Secara akal, logika, dengan pengamatan mata manusiawi biasa, Makedonia belum termasuk dalam masa penuaian (orang-orangnya  keras, belum mau di injili & menolak untuk percaya), keadaan belum memungkinkan penuaian.  Kalau seorang datang mencoba menuai di sana, ia akan mendapatkan kesukaran untuk menuai, hampir-hampir tidak ada orang yang mau bertobat. Kalau seorang hanya memakai teori-teori manusiawi, maka ia akan meninggalkan tempat itu, sebab itu yang terbaik menurut pikiran yang biasa.
Tetapi ke mana pun Roh Kudus mengutus, di sana akan ada penuaian, termasuk Makedonia.
Dengan akal manusiawi, terlalu boros dan sia-sia kalau kita mengirim satu pasukan orang untuk menuai di tempat yang masih belum siap untuk dipanen. Dengan akal manusiawi, para ahli-ahli ini lebih suka meninggalkan 1 orang saja di sana untuk memantau ladang yang masih hijau ini  & mengirim pasukan penuai ke tempat-tempat yang sudah siap untuk dituai saja, ladang-ladang yang sudah putih. Baru kalau ladang hijau itu menjadi putih, pasukan itu dikirim ke tempat itu untuk menuai.
Ini prinsip pikiran manusiawi yang masuk akal, supaya effisien, tidak boros tenaga dan dana (sebab biayanya besar, tetapi hasilnya sangat sedikit) dan membuang waktu dengan sia-sia. Sebab itu para pengamat PI dunia yang ilmiah akan selalu mensurvey dan meneliti ladang-ladang mana saja yang sudah mulai memutih lalu mengirim semua fund dan forces kesana. Ladang-ladang yang masih hijau cukup diobservasi saja.
Paulus juga mula-mula berpikir demikian, ia tidak mau ke Makedonia tetapi hendak pergi ke tempat lain yang sudah matang, sudah putih; untuk apa ke Makedonia, ladang yang masih keras, yang masih hijau. Tetapi Roh Kudus menyuruhnya memandang kesana dan Roh Kudus mencelikkan matanya, memberi beban, iman dan kuasa. Orang-orang yang dipimpin Roh seperti Paulus, Petrus, selalu bertanya-tanya kepada Tuhan dan menunggu pimpinanNya. Sebab kemanapun Roh Kudus menyuruh, kalau betul-betul dipimpin Roh, pasti akan terjadi penuaian, ladang akan menjadi putih oleh kuasa dan pekerjaan Roh Kudus yang maha kuasa dan tahu lebih dahulu!
Begitu juga dengan Petrus dan rasul-rasul lain, bahkan setiap orang Kristen biasa yang penuh dengan Roh Kudus, (Kis 8:4) semua dapat menuai ke mana saja mereka pergi dipimpin Roh, sebab ada kuasa Roh Kudus yang besar menyertai dan mendorongnya.
Ini penuaian ladang hijau yang menjadi ladang putih, sebab dipimpin Roh Kudus.  Tanpa kuasa Roh Kudus, tetap ladang hijau.

2. LADANG PUTIH

Memang di sini banyak orang mau bertobat, ini ladang yang sudah matang seperti yang diceriterakan dalam Luk 10:2.
Mengapa hal ini terjadi? Seringkali ada sebab-sebab yang bisa dilacak. Tetapi belum tentu itu sebab-sebab yang utama atau sebab satu-satunya. Misalnya dalam situasi kondisi yang berat, peperangan, penyakit, krisis, lebih-lebih sesudah penganiayaan, ladang menjadi putih seperti yang sering dikatakan orang: darah martir menyuburkan  gereja (timbul banyak penuaian).
Di mana-mana orang bertobat dan mencari Tuhan, ladang menjadi putih di mana-mana.
Juga hasil doa syafaat, atau karena “waktu Tuhan” sudah sampai, istimewa dalam akhir zaman dan Hujan akhir. Kadang-kadang ada orang-orang yang terbeban dan penuh dengan Roh Kudus yang tekun berdoa untuk penuaian. Lebih-lebih kalau Firman Tuhan diajarkan dan ditaati dengan sungguh-sungguh. Biasanya ada banyak sebab-sebab yang berhubungan satu sama lain.
Kita perlu memeriksanya dalam terang Firman Tuhan dan pimpinan Roh Kudus.
Dua macam tuaian ini, ladang hijau dan ladang putih bisa terjadi bersamaan atau susul menyusul. Di dalam semuanya motornya adalah Roh Kudus dan Firman Tuhan.
“Kebakaran” itu bisa timbul kalau ada “api dan bensin”.
Seperti bensin dan api, di mana pun bisa terbakar. Ini bisa menghasilkan penuaian yang besar-besar.
Begitu kegerakan yang menghasilkan penuaian itu akan terjadi kalau ada Roh Kudus dan orang yang mau dibakar oleh Roh Kudus sehingga punya —- taat untuk menuai.
Demikianlah timbul kegerakan-kegerakan sporadis (setempat-setempat) di mana-mana di seluruh dunia.
Dalam sejarah tercatat ada banyak kegerakan- kegerakan Roh Kudus yang terjadi di seluruh dunia. Ada yang berlangsung pendek, ada yang lama, tetapi akhirnya berhenti. Ada yang sedang, ada yang kuat, ada yang naik turun, tetapi akhirnya berhenti juga.
Pada waktu Hujan akhir, kegerakan dan penuaian itu berlangsung terus menerus, dengan sangat kuat sehingga mencapai puncak-puncak terbesar dan tertinggi sehingga jumlah yang selamat digenapkan (Rom 11:25) dan Gereja-gereja disempurnakan. Pada zaman kita sekarang sudah ada kegerakan Roh Kudus dan penuaian yang meledak di mana-mana, di seluruh dunia, ada  yang bergantian, ada yang susul menyusul, sebab memang akhir zaman sudah dekat dengan kedatangan Tuhan.
Ini seperti air yang makin panas, yang akan mendidih. Makin lama makin banyak gelembung-gelembung terjadi di dasar panci dan gelembung-gelembung ini makin besar serta lepas naik ke permukaan. Semua ini terus bertambah-tambah sehingga akhirnya terjadi gerakan yang sangat kuat yang menggoncangkan seluruh panci itu, bahkan bisa tumpah keluar.
Sebab itu kita harus lebih memberi perhatian, karena kalau ini berlanjut dengan hujan akhir, maka akan terus timbul kegerakan-kegerakan (dan penuaian) di mana-mana, yang makin lama makin besar dan akhirnya menjadi kegerakan dan penuaian global besar-besaran di seluruh dunia.
Sesudah ini terjadi, gereja bertumbuh dengan cepat, sebagian yang tumbuh lebih pesat menjadi sempurna dan tidak lama kemudian terjadilah pengangkatan!
lalu kegerakan itu tiba-tiba berhenti dan Gereja dihancurkan dan dimusnahkan di seluruh dunia oleh musuh-musuhnya.

TETAPI PEKERJA SEDIKIT

Sedikit, sebab orang-orang percaya tidak mau pergi menuai. Mengapa? Sebab:

A. BODOH.

Orang yang bodoh, yang tidak mengerti kebenaran ilahi, yang matanya buta, biasanya tidak mau disuruh pergi menuai, dunia masih manis baginya dan ia tidak tahu apa gunanya menuai.
Penuaian itu adalah pekerjaan yang kekal dengan pahala yang kekal dan mulia. Tetapi sebab tidak langsung menghasilkan uang, kepujian atau hal-hal duniawi lainnya, banyak orang tidak tertarik dan tidak menghargai. Matanya tidak bisa melihat pahala kekal di balik bisnis Bapa Surgawi ini, juga Roh Kudus tidak ada/ tidak bisa bekerja dalam hatinya untuk mencelekkan, memberi gairah, beban dan kuasa. Memang ini bukan bisnis duniawi. Sekalipun untuk fulltimer, pekerjaan Tuhan bukan untuk mencari uang. Apalagi anggota biasa (part timer, yang biasanya tidak diberi uang untuk pelayanan). Sebab banyak orang tidak melihat faedahnya, oleh karena itu sedikit yang mau pergi.
Padahal Tuhan pasti memberkati hamba-hambaNya untuk hidup yang sekarang juga, tetapi itu tidak langsung dan mata yang bodoh dan tidak percaya biasanya tidak bisa melihat hubungan ini. Kadang-kadang untuk mengejar “target” beberapa orang mengiming- iming dengan uang supaya lebih bergairah. Celakanya, cara ini kadang-kadang berhasil, gairahnya menyala-nyala, tetapi bukan karena kasih Kristus (2Kor 5:14), tetapi karena kasih akan uang, karena mammon.
Tampaknya dari luar sama saja, sama-sama berapi-api dan bersemangat, tetapi di dalam hatinya lain, yang satu digerakkan oleh Roh Kudus dan yang lain oleh roh mammon. Roh mammon itu iblis, akar dari segala dosa dan kejahatan 1Tim 6:9-10.
Dengan demikian roh dagang (ingin mendapat lebih banyak uang) masuk dan berkerja di dalam Gereja. Untuk sementara belum langsung tampak beda dan bahayanya (Fil 1:18). Tetapi ini pasti tumbuh dan akan mengeluarkan buah-buahnya. Ini sesuai dengan Firman Tuhan, yaitu meterai III (Wah 6:5-6) Jangan bodoh, sehingga masuk jerat iblis yang sudah dinyatakan Tuhan dalam  FirmanNya dan sudah kita ketahui.
Tuhan sanggup memelihara hamba-hambaNya dan umatNya, bahkan kalau perlu (kalau bisa, kalau orang-orang itu sanggup menerimanya, Ams 30:8) dengan kelimpahan, tetapi bukan dengan menarik uang (dengan halus atau kasar, terang-terangan atau dengan tersembunyi), itu bertentangan dengan Firman Tuhan dan kehendak Allah (Mat 10:8). Ini pelayanan yang kekal.
Orang yang tidak bodoh, yang mengerti akan berusaha dalam ladang Tuhan sama ngototnya seperti dalam bisnis biasa 1Kor 9:24-25 (tetapi jangan melakukannya dengan cara-cara bisnis biasa, bisa menjadi untung yang keji 1Pet 5:2/ 1Tim 6:5, harus dengan cara-cara yang sesuai dengan Firman Tuhan, dengan kasih Kristus, Yoh 21:15-17 bukan karena uang atau puji/ penghargaan). Kalau mata celik, mengerti, orang itu akan berapi-api penuh gairah yang kudus, karena kasih Kristus 2Kor 5:14.
Jangan takut kebutuhan jasmani, Tuhan pasti menjamin hamba-Nya, bahkan apa yang dikejar-kejar orang dunia itu dilimpahkan Tuhan pada orang-orang yang mendapat kerajaan Surga lebih dahulu (Mat 6:33).
Kalau tidak mengerti, kabur atau buta akan beku, tidak ada gairah sama sekali, ini termasuk orang bodoh yang akan binasa. Ini putera yang mendatangkan malu (Ams 10:5). Kadang-kadang mereka tidak tahu bedanya arti fana dan kekal. Secara jasmani mereka sudah mahir, tahu, tetapi secara rohani buta. Mereka hanya bisa melihat (sebab itu mengejar) yang fana. Padahal bedanya sangat besar, bahkan untuk kekal. Biasanya yang kekal ini tidak tampak, tidak jelas, tidak masuk akal, juga untuk akal orang-orang Kristen. Sebab itu kadang- kadang orang seperti ini perlu di “shock” baru sadar (dengan penyakit, dengan ancaman maut, dengan macam-macam penderitaan), tetapi jangan sampai terlambat.
Ada seorang bapa kena kanker paru-paru. Waktu ia sadar, lebih-lebih sesudah dokter berkata pasti mati, matanya menjadi celik. Di muka Pintu gerbang maut ia baru sadar apa artinya kekal dan fana. Ia berdoa, kalau Tuhan sembuhkan, saya mau menjadi pendeta atau seorang penginjil. Dahulu tidak pernah terpikir dalam hatinya untuk menjadi pendeta, aktip di Gereja pun tidak; ia berpikir, apa gunanya, sia-sia. Seluruh hidupnya hanya sibuk dengan yang fana. Orang-orang yang hanya ngotot untuk hal-hal yang fana, akhirnya sia-sia, dan untuk yang kekal kosong (Pkh 1:14).
Sekarang di akhir hidupnya ia baru sadar, kalau ia menghadap Tuhan hidupnya ini kosong dan sia-sia. Hanya penuh hal-hal yang fana dan semua itu bergelimpangan dengan dosa dan hawa nafsu.
Sekarang ia sadar dan sungguh-sungguh minta ampun, minta belas kasihan Tuhan untuk ditambahi lagi sedikit umurnya. Sebab sadar, bertobat dan minta ampun, Tuhan pasti mengampuni, tetapi waktunya sudah habis. Semua kesempatannya sudah dihabiskan untuk hal-hal yang fana dengan sia-sia, bahkan karena itu dosanya melejit naik tinggi sekali sampai ke hadirat Tuhan.
Tetapi sekarang ia sadar, ia sungguh-sungguh mengerti bedanya antara yang fana dan yang kekal, tetapi sudah terlambat untuk pergi menuai. Untung masih selamat sebab bertobat kembali.
Kadang-kadang orang lain di”shock” dengan ancaman yang dahsyat sehingga tidak ada jalan lagi, kadang-kadang dengan bermacam-macam penderitaan lainnya.Orang yang bertobat dan dipimpin Roh biasanya tidak perlu di”shock” sebab dengan suara Roh dan Firman Tuhan ia sudah sadar dan pergi menuai sampai berbuah-buah banyak.

B. DOSA DAN IKATAN-IKATANNYA.

Orang yang menikmati umpan dosa, biasanya menjadi mabuk dengan kesukaan duniawi sehingga tidak lagi mau pergi menuai dalam ladang Tuhan, menolak semua yang dari Bapa Surgawi (Luk 5:39/ Pkh 12:1). Biasanya roh- roh setan ikut bekerja membutakan mata hatinya (2Kor 4:4) sehingga ia hanya bisa melihat uang, kesukaan dunia, dan lain-lain yang fana dan makin dingin untuk ibadat dan pelayanan. Apalagi kalau dicampur occultisme, rohaninya jadi mati. Orang-orang ini perlu kelepasan sampai betul-betul bertobat.

C. KURANG DIPERSIAPKAN.

Akibatnya gagal terus, gairahnya habis dan putus asa, hilang semangatnya. Orang seperti ini mudah undur dari pelayanan. Sebab itu orang yang hendak pergi menuai harus dipersiapkan.
Siapa saja yang harus dipersiapkan?
1. Calon pendeta, penginjil.
2. Semua tenaga full time dari Gereja.
3. Tua-tua sidang dan pelayan Tuhan.cukup sampai di sini saja? Tidak! Juga:
4. Semua anggota Tubuh Kristus!
Semua orang beriman perlu dipersiapkan dan terus dididik dalam pelayanan. Mengapa? Sebab:
1. Semua kita ini adalah prajurit-prajurit Allah yang berperang dengan iblis dan tentaranya yang melawan pekerjaan Bapa. Kita harus menjadi dewasa rohani dan bisa berperang dengan iblis dan kawan-kawannya. Kanak-kanak rohani memang tidak bisa berperang.
Keluaran 30:14 Setiap orang yang akan termasuk orang-orang yang terdaftar itu, yang berumur dua puluh tahun ke atas, haruslah mempersembahkan persembahan khusus itu kepada TUHAN.
Semua putra-putra Israel yang berumur 20 tahun ke atas harus ikut dalam peperangan melawan musuh. Begitu pula orang-orang beriman yang sudah lahir baru, harus ikut berperang melawan iblis dan tentaranya. Kita adalah tentara Kristus dan Kristus adalah komandan bala tentara (The Lord of the host). Peperangan rohani itu berat dan penuh resiko tetapi itu perlu dan wajib. Ini yang membuat hidup berarti dan tumbuh menjadi mulia. Ini harus dilatih.
2. Semua orang  beriman itu menjadi imam-imam dan raja-raja di hadapan Allah.
1 Petrus 2:5 Kamu juga, sebagai batu-batu hidup, dibangun menjadi sebuah rumah rohani suatu imamat yang kudus, untuk mempersembahkan korban-korban rohani yang berkenan kepada Allah oleh Yesus Kristus (Kel KJ).
1 Petrus 2:9 Tetapi kamu ini suatu generasi yang terpilih, suatu imamat rajani, suatu bangsa yang kudus, suatu umat kepunyaan Allah sendiri supaya kamu memberitakan segala kebaikan-Nya, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan, masuk kedalam terang-Nya yang ajaib itu. (Kel KJ)
1 Petrus 2:10 Yang dahulu bukanlah umat Allah, tetapi sekarang adalah umat Allah, yang dahulu tidak dikasihi, namun sekarang dikasihani. (Kel KJ)

Seorang yang rohaninya tumbuh itu berarti makin mahir dan makin menghargai kedudukannya sebagai raja-raja yang penuh kuasa dan imam-imam yang melayani di hadapan Tuhan.
Wahyu 1:6-7 Dan yang sudah menjadikan kita raja-raja dan imam-imam bagi Allah Bapa-Nya; bagi-Nyalah kemuliaan dan kuasa selama-lamanya. Amin.
Lihatlah, Ia datang dengan awan, dan setiap mata akan melihat Dia, dan juga mereka yang menikam Dia, dan segala suku bangsa di bumi akan meratap oleh karena Dia. Ya, Amin. (Kel KJ)
Ini harus dipersiapkan.
3. Orang beriman yang berhasil, itu berbuah-buah di hadapan Tuhan.

Yohanes 15:8 Dalam hal inilah BapaKu dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-muridKu (TL)

Penyerahan, ketaatan, setia, menyangkal diri, dan seterusnya itu penting, tetapi hasilnya dinyatakan antara lain dalam buah-buah yaitu jiwa-jiwa yang kita bawa kepada Tuhan.
Dengan kuasa Roh Kudus dalam musim atau masa apapun juga (seperti ladang hijau) orang-orang beriman tetap akan mengeluarkan buah.
Bahkan semua orang beriman dituntut untuk menyerahkan buah-buah kepada Tuhan (Mat 3:10/ Luk 13:7-9/ Yoh 15:8).
Matius 21:43 Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.
Yang mau berbuah-buah itulah yang pergi menuai.
4. Hidup yang terindah, tidak bisa lepas dari pelayanan.
Belum tentu semua orang Kristen menjadi hamba Tuhan fultimer, tetapi semua mengambil bagian dalam pelayanan sebanyak mungkin. Mengapa? Sebab hanya Allah yang bisa membuat hidup yang paling indah di dunia dan di dalam kekekalan. Kalau seorang menjadi rohani, memperkenankan Tuhan, maka juga jasmani akan indah (meskipun ini belum tentu berarti kaya dan populer). Abraham yang dengar-dengaran dan melayani Tuhan mati sepuas-puas umurnya.
Kejadian 25:8 Maka Ibrahim pun putuslah nyawanya dan matilah ia baik-baik tua, dan sepuas-puas umurnya, serta ia dihimpunkan dengan kaumnya.

Juga Daud,
1 Tawarikh 29:28 Kemudian matilah ia pada waktu telah putih rambutnya, lanjut umurnya, penuh kekayaan dan kemuliaan, kemudian naik rajalah Salomo, anaknya, menggantikan dia.

Musa,
Ulangan 32:49 “Naiklah ke atas pegunungan Abarim, ke atas gunung Nebo, yang di tanah Moab, di tentangan Yerikho, dan pandanglah tanah Kanaan yang Kuberikan kepada orang Israel menjadi miliknya,
Ulangan 32:50 kemudian engkau akan mati di atas gunung yang akan kaunaiki itu, supaya engkau dikumpulkan kepada kaum leluhurmu, sama seperti Harun, kakakmu, sudah meninggal di gunung Hor dan dikumpulkan kepada kaum leluhurnya —
Daniel,
Daniel 12:13 Tetapi engkau, pergilah sampai tiba akhir zaman, dan engkau akan beristirahat, dan akan bangkit untuk mendapat bagianmu pada kesudahan zaman.”
Jadi, orang-orang yang sukses, puas itu ada di antara orang-orang yang berhasil dalam pelayanan. Dengan kata lain kalau kita mau berhasil, perhatikan pelayanan sampai berbuah-buah, karena semua yang kita perlukan/ harapkan, itu ditambahkan oleh Tuhan dalam hidup yang berkenan kepada-Nya (baik part time atau fulltime) untuk kemuliaan Nama-Nya (Mat 6:33).
Sebagian beralih menjadi fultimer, semua berasal dari pelayan Tuhan part time yang cukup berbuah-buah. Part timer yang tidak berbuah, kalau menjadi fultimer tambah kering, kecuali bertobat dan bertekun sungguh-sungguh. Pelayanan yang berhasil itu dimulai sejak lahir baru, bukan sejak menjadi full time. Semua harus berbuah-buah di hadapan Tuhan, sebab itu semua harus dipersiapkan dan terus menerus dididik dalam pelayanan.
5. Maju atau jatuh
Wahyu 3:16 Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulutKu.
Dalam zaman biasa: orang suam, masih bisa bertahan. Dalam zaman yang sangat jahat, penuh dengan dosa dan godaan, semua orang yang suam akan jatuh, istimewa pada akhir zaman. Sebab itu seperti orang naik sepeda, harus maju, kalau pelan atau berhenti akan jatuh.
Kalau tidak mau masuk neraka, diganggu dan disiksa segala keduniawian dan kedagingan, jangan separuh hati ikut Tuhan, maju atau mati. Orang yang suam atau setengah hati (juga ingin perkara-perkara duniawi) itu mengalami pergumulan yang sangat berat dan tersiksa oleh segala keinginan-keinginan keduniawi-an dan kedagingan. Biasanya ia tidak tahan dan jatuh! Tetapi yang mau habis-habisan, mau mati- matian buat Tuhan akan segera menang dalam pergumulannya lalu hidupnya jadi ringan dan penuh sukacita yang indah dari Tuhan.
Hidup setengah-setengah itu sangat tersiksa dan sangat berat pergumulannya. Jangan hidup seperti ini, tidak akan tahan. Hiduplah untuk Tuhan dengan segenap hati sampai mati itu indah dan penuh sukacita! Yang maju akan makin hidup dan berbuah-buah, yang suam atau main-main akan mati. Sebab itu setiap orang beriman harus ikut serta dalam pelayanan sampai berhasil, oleh karena itu harus dipersiapkan dan dididik terus sambil pelayanan (in service training) sehingga tumbuh makin indah di dalam Tuhan.
Lebih-lebih pada akhir zaman, setiap orang beriman yang pengertiannya betul, sesuai dengan kehendak Tuhan, Alkitabiah, tidak akan mau lepas daripada pelayanan.
6. Seluruh tubuh Kristus bangkit, setiap umat Tuhan ikut menjadi bagian dari tentara ilahi yang besar.

Mazmur 68:12 Tuhan menyampaikan sabda; orang-orang yang membawa kabar baik itu merupakan tentara yang besar:

Yehezkiel 37:10 Lalu aku bernubuat seperti diperintahkanNya kepadaku. Dan nafas hidup itu masuk ke dalam mereka, sehingga mereka hidup kembali. Mereka menjejakkan kakinya, suatu tentara yang sangat besar.
Zaman sekarang mungkin setiap gereja hanya  25-50% (tergantung masing-masing gereja) anggota-anggotanya sehat dan bisa bergerak dan hidup bagi Tuhan. Tetapi pada akhir zaman hampir 100% anggota-anggotanya hidup dan bergerak bagi Kristus. Yang main-main seperti Ananias dan Safira mati atau undur (Kis 5:1-13) Kita makin mendekati zaman seperti itu. Zaman dahulu hanya Gereja-gereja tertentu saja yang suka doa dan berpuasa, hanya orang-orang tertentu saja yang demikian. Tetapi zaman sekarang hampir di mana-mana saja kita melihat orang Kristen suka berdoa dan bisa berdoa. Bisa makan dari Firman Tuhan dan bisa menangkan jiwa. Jumlah ini makin bertambah terus. Jangan tinggal tertidur dalam keduniawian dan dosa. Bangunlah, kedatanganNya sudah dekat!
7. Ikut mempercepat kedatangan-Nya
Pada akhir zaman keadaan amat dahsyat sehingga orang-orang hampir tidak tahan (Puncak aniaya untuk orang Kristen [yang tertinggal] adalah 3,5 tahun zaman Antikris, tetapi sebelumnya, yaitu 3,5 tahun pertama, sudah sangat dahsyat dan ada banyak sengsara bagi semua umat Tuhan).
Matius 24:21 Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi.

Matius 24:22 Dan sekiranya waktunya tidak dipersingkat, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang- orang pilihan waktu itu akan dipersingkat.

Tuhan akan mempercepat kedatangan-Nya dengan secepat-cepatnya mengenapi Firman-Nya, mengenapi jumlah-jumlah yang sudah dinubuatkan-Nya dan dalam semuanya ini Ia tetap memakai manusia yang mau.
Dengan demikian kita bisa ikut mempercepat kedatangan Tuhan (2Pet 3:12).
Sebab itu, semua umat Tuhan, bukan hanya pendeta-pendeta dan tua-tua sidang, tetapi semua anggota biasa juga harus ikut serta dalam pelayanan jiwa-jiwa, mengenapi angka-angka kedatangan Tuhan (ada 3 angka yang harus digenapkan lebih dahulu supaya Tuhan bisa datang, lihat TE no 21). Jadi setiap orang beriman harus dipersiapkan dan dididik terus sambil ikut dalam pelayanan, baik part/ fultimer.

SEBAB ITU BERDOALAH KAMU KEPADA TUHAN PEMILIK TUAIAN ITU

Aneh, mengapa Tuhan yang mempunyai ladang harus didoakan, dimintai Allah seolah-olah menyerahkan semua pekerjaan ini dalam tangan kita, tergantung kita penuh, padahal Dia yang menggerakkannya.
Maksudnya supaya kita mempunyai inisiatip, kehendak, kemauan yang betul sehingga berusaha sungguh-sungguh menuai jiwa-jiwa. Kita tidak mendapat kemuliaan sebagai hadiah. (Kalau keselamatan itu sebagai hadiah, cuma-cuma), Tetapi untuk pahala, kita harus bekerja keras dan sekaligus dengan demikian kita juga diolah dan diuji sehingga bertumbuh dan kemudian di Surga kita akan sangat dipermuliakan.
Sebab itu berdoalah terus menerus dengan segenap hati untuk para pelayan Tuhan fultimer dan part timer dan tentunya masing-masing kita sendiri juga harus menjadi contoh yang baik. Doakanlah umat Tuhan supaya Roh Kudus mencelikkan matanya, supaya tahu rencana Allah sehingga terbeban dengan penuh cinta dan kerinduan untuk penyelesaian rencana Allah yang mulia ini.

SUPAYA IA MENGUTUS  PEKERJA-PEKERJA UNTUK TUAIANNYA

Doakan supaya orang-orang mendapat kesempatan untuk dididik dan untuk pelayanan.
Apakah seorang pekerja itu? Seorang yang bisa menuai secara rohani, yaitu:
1. Bertobat sungguh-sungguh, hidup baru dalam kesucian. Tidak tersangkut kasus-kasus dosa, kalau ada, sudah dibereskan.
2. Penuh dan dipimpin Roh. Ini berarti bisa makan Firman Tuhan, bisa berdoa dalam Roh dan kebenaran , bisa bersekutu dalam kasih Kristus dan kesucian serta berapi-api dalam pelayanan. Ini penting. Orang yang tidak mempunyai pengalaman ini, hanya tampil sesaat lalu lemah atau undur, jatuh dikalahkan iblis.
3. Mau, rindu, bergairah dalam pelayanan untuk melakukan kehendak Bapa yaitu ikut serta menggenapkan 3 angka kedatangan yang harus digenapkan terlebih dahulu.
Pekerja-pekerja ini ada macam-macam mutunya, ada yang seperti tanah liat, kayu, perak dan emas. Semua dipakai dalam pekerjaan Tuhan, tentu masing-masing dalam jabatan dan tanggung jawab yang sesuai dengan mutunya di hadapan Tuhan (2Tim 2:20-21). Kalau orang melayani dengan tulus dan sungguh-sungguh, meskipun mulai dengan mutu tanah, ia bisa tumbuh terus sampai menjadi sempurna seperti Kristus. Dengan tulus berarti dengan rendah hati, mau tunduk pada pemimpin, mau ditegur dan mau memperbaiki, selalu berusaha untuk hidup benar di hadapan Tuhan.

KESIMPULAN

Semua orang beriman wajib ikut serta dalam pelayanan pekerjaan Tuhan, baik sebagai part timer (persentasi part timer dalam pelayanan makin meningkat) maupun dengan fultime.
Dengan mutu yang makin indah di hadapan Tuhan, ini suatu hidup terindah, Tuhan akan menyertai, menjamin dan memberkati sehingga berbuah-buah jasmani dan rohani sampai kekal. Jangan hidup sia-sia, ambil bagian dan doakan juga semua orang beriman lainnya agar bangun, hidup dan ikut serta dalam pekerjaan Bapa.