MEMELIHARA KESUCIAN HIDUP NIKAH DAN BUJANG

1 Tesalonika 4: 3-7

Karena inilah kehendak Allah:  pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan,supaya kamu masing-masing mengambil seorang perempuan menjadi isterimu sendiri dan hidup di dalam pengudusan dan penghormatan, bukan di dalam keinginan hawa nafsu, seperti yang dibuat oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah, dan supaya dalam hal-hal ini orang jangan memperlakukan saudaranya dengan tidak baik atau memperdayakannya. Karena Tuhan adalah pembalas dari semuanya ini, seperti yang telah kami katakan dan tegaskan dahulu kepadamu. Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus.


(Ini Firman Allah untuk penyucian dari kemungkinan dosa-dosa zinah, cabul, Wil (Wanita idaman lain), Pil (Pria idaman lain)  dan sejenisnya).

I.  PENDAHULUAN

Dunia penuh dengan perzinahan, baik bujang atau yang sudah nikah, semua sama-sama terjun dan hanyut di dalamnya. Ternyata ada juga orang-orang Kristen yang hanyut di dalamnya, itu  menyedihkan hati Tuhan.
Kita adalah umat yang ditebus dan disucikan dan akan mempusakai Kerajaan Surga yang mulia kekal. Sebab itu tidak patut kita diperbudak iblis dan ikut di tengah-tengah hawa nafsu mereka, tetapi kita harus tetap tinggal dalam kesucian.
Orang-orang berkata bahwa Swiss negeri  yang indah. Kalau kita pergi ke sana sebagai turis, mungkin kita juga bisa menikmati keindahannya, tetapi sesudah acara selesai si turis harus pulang kembali ke tanah airnya meskipun senang dan kerasan di Swiss ini. Kalau Swiss sudah indah, apa lagi Surga!  Surga berjuta-juta kali lebih indah dari Swiss, dan kita kesana bukan sebagai turis tetapi sebagai pewaris untuk abadi, dan tidak mungkin keluar lagi; bukankah ini amat sangat mulia? Jangan menukarkan kemuliaan kekal yang sangat mulia dengan kesukaan dunia dan sex palsu yang fana !
Kita adalah umat milik Tuhan sebab itu diasingkan bagi Tuhan, karena kita adalah pewaris Kerajaan Surga.
Tetapi beberapa orang merasa permintaan Tuhan ini sangat berat. Apakah Allah kejam? Mustahil!
Allah itu kasih dan mengasihi setiap kita. Ia tidak menuntut berlebih-lebih, tetapi ini perlu supaya kita tetap tinggal dalam keselamatan kekal dan kesukaan ilahi yang indah, juga supaya kita bisa diolah makin mulia menjadi seperti Kristus.

II. TERLALU BERAT?

Mengapa ada sebagian umat Tuhan yang merasa terlalu berat dan jatuh dalam arus dunia yang najis ini?
(Ini seperti Israel dibawa ke luar dari Mesir untuk dibawa masuk ke Kanaan yang amat indah. Di Mesir mereka di tekun begitu sangat, sama sekali tidak ada hak-hak azasi bagi Israel; bayi-bayinya dirampas begitu saja di hadapan ibu bapaknya dan dibunuh atau dilempar ke sungai Nil. Dipaksa bekerja dengan gaji yang sangat minim, dan kalau tidak taat dipukul seenaknya oleh mandor-mandor Mesir. Sekarang mereka akan dibawa ke negeri yang sangat indah dan berkelimpahan hanya dalam lebih kurang satu tahun saja (rencananya). Tetapi heran, mereka merasa Allah itu sangat jahat dan kejam, padahal Allah itu maha baik dan maha kuasa, mereka dijamin, dilengkapi dan dilindungi dalam perjalanannya yang sangat indah sampai diKanaan. Kalau Tuhan membuat “tour” yang ajaib dan indah ini sekali lagi, apa lagi gratis, pasti jutaan orang yang mau ikut! Ini suatu perjalanan yang amat indah.
Perjalanannya saja sudah begitu indah, lebih-lebih ketika mereka masuk dan mempusakai Kanaan, sangat untung, sangat indah. Maksud Tuhan sangat indah dan penuh kasih, sama sekali tidak kejam atau jahat, tetapi mereka merasa Allah sangat kejam dan jahat
Begitu juga beberapa orang beriman merasa  hidup suci terlalu berat, Allah terlalu kejam karena menuntut umat Nya untuk hidup suci. Ini semua disebabkan:
1.Tidak percaya bahwa kita bisa hidup lepas, bebas dari dosa, hidup benar dan suci seperti Allah,
Yoh 8:36 Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka.” (1Pet 1:15,16)
2. Tidak mengerti. Kalau mengerti dan mau, maka hidup dalam kesucian ini tidak terlalu sulit dan tidak terlalu berat seperti yang disangka beberapa orang, bahkan jauh lebih manis, dan indah, bukan pahit dan rugi seperti yang dikatakan oleh iblis dalam dustanya Ams 10:21.
3. Tidak mau. Kalau mau pasti bisa, Roh Kudus selalu stand by, siap menolong setiap orang beriman yang mau bertindak dengan iman.
Luk 12:57 (TL) Apakah sebabnya tiada dapat kamu mengambil keputusan yang sungguh daripada dirimu sendiri?

4. Tertipu  oleh iblis. Masih banyak orang Kristen yang hidup dalam tipu daya iblis. Ia begitu lihay sehingga dosa yang pasti berakibat mati bisa begitu dirindu-rindukan seolah-olah suatu barang yang sangat bermanfaat, seolah-olah membuat orang bisa hidup senang kekal, ini dusta iblis yang lihay Yoh 8:44. Itu sudah dilakukannya sejak dari permulaan atas Hawa dan Adam.

Buah kematian bisa disulap dengan dustanya menjadi buah  kehidupan; tetapi sesudah dimakan baru terasa bahwa Firman  Tuhan yang betul, buah hidup si iblis betul-betul adalah buah  larangan yang membawa maut.
Begitulah masih banyak orang Kristen yang hidup dalam dusta  setan. Berapa yang masih percaya bahwa duit itu bahagia; ada uang  ada bahagia, sehingga mereka mengejar uang meskipun jalannya  dosa, tidak halal. Dengan sesungguhnya mereka tidak terlalu  percaya bahwa yang betul: ada Yesus ada bahagia, sebab itu orang-orang ini tidak terlalu berusaha mencari Yesus.
2Tim 2:26 (TL).  dan lepas dengan siuman daripada jerat iblis, yang sedang menawan mereka itu akan melakukan kehendaknya.
Firman Tuhan berkata siapa yang memiliki Firman atau Yesus, dialah yang bahagia Luk 11:29.
Masih ada orang Kristen yang juga percaya pada dusta iblis tentang sex. Dunia percaya tipu daya iblis yang mengkatakan bahwa kalau orang bisa menuruti nafsu sex, ia bahagia dan senang. Sebab itu dunia terus menerus menuruti nafsu sexnya. Makin banyak orang yang setuju (kena tipu iblis dengan ) pendapat ini, dan makin banyak orang bergembira ria didalam dosa-dosa sex. Orang-orang Kristen yang dilarang berbuat seperti ini merasa Allah terlalu kejam, sebab mereka tidak mengerti Firman Tuhan dan sudah kena (percaya) dusta iblis. “Mengapa tidak boleh bersuka ria seperti orang-orang dunia, toh semua berbuat demikian?”  Lebih jauh mereka hanyut dalam tipu daya iblis, mereka merasa Allah lebih kejam, pada hal justru sebaliknya yang betul. Allah menyediakan kesukaan yang jauh lebih indah dan murni serta hidup kekal yang mulia untuk kekal.

III. PRINSIP: SUATU PERGUMULAN HIDUP

Memelihara kesucian bujang atau nikah itu bukan suatu pemberian atau otomatis, sesuatu yang berjalan dengan sendirinya, tetapi ini suatu pergumulan atau peperangan dalam batin.
Daging itu cenderung kepada gelap, pada dosa, suka hal-hal zinah, percabulan dan kenajisan.
Yoh 3:19 Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia (daging) lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.
Sebab itu memelihara kesucian itu bertentangan dengan kehendak daging.
Gal 5:17 Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging — karena keduanya bertentangan — sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.
Sebab itu kalau kita mau memelihara kesucian kita, maka timbullah suatu pergumulan atau peperangan dalam jiwa kita sepanjang umur hidup kita Ini menjadi salib kita.
1Pet 2:11 Saudara-saudaraku yang kekasih, aku menasihati kamu, supaya sebagai pendatang dan perantau, (T L.  Musafir dan orang yang menumpang di dunia ini), kamu menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang (TL: berperang) melawan jiwa.
Memang kita harus pikul salib, ini syarat mutlak untuk setiap orang Kristen.
Luk 9:23 KataNya kepada mereka semua: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.
Kalau tidak mau pikul salib, tidak mungkin bisa berhasil menjadi orang Kristen yang berkenan kepada Tuhan. Tetapi kalau mau pikul salib dan salib disetel seringan mungkin, maka pikul salib itu bisa kita laksanakan dengan tidak terlalu banyak kesukaran bahkan dengan penuh sukacita!
Pikul salib itu bagaimanapun juga tetap sakit bagi daging, sebab salib itu menyiksa dan mematikan daging.
Kalau kita lebih menuruti daging, salib menjadi lebih berat dan sakit. Tetapi salib itu bisa distel berat ringannya.
Sama seperti seorang yang harus memikul beban 1000 kg, ia bisa putus asa sebab terlalu berat atau jatuh dan terhimpit olehnya, bisa mati.

Tetapi kalau ia cerdik, ia bisa mencari suatu  cara untuk bisa memikulnya. Dengan  memakaikatrol ia bisa mengangkat beban itu  dengan tidak terlalu sulit. Begitu Firman  Tuhan mengajarkan kita untuk mengatur atau  menyetel berat salib. Kalau mengerti dan mau,  pasti bisa, sebab Tuhan menyediakan caranya.

Jadi orang beriman bisa hidup dalam  kesucian bujang atau nikah dengan baik  kalau:

1. Mau

2. Mempunyai hubungan yang baik dengan Tuhan

3. Mengerti caranya dan

4. Mempunyai tujuan hidup yang betul yaitu selamat kekal dan mulia seperti Kristus.

IV. CARA MENYETEL SALIB SUPAYA

SERINGAN MUNGKIN

1. MAU, JANGAN SETENGAH HATI.

Tuhan tidak menuntut apakah kita bisa, tetapi apakah kita mau. Kalau kita mau, Tuhan akan memberi kuasa dan kemampuan, tetapi kalau tidak mau, Tuhan tidak bisa menolong. Harus maumematikan daging total, habis-habisan dengan akibat apapun.
Rom 8:13 Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.
Tentu harus percaya bahwa hal itu mungkin dan kita bisa melakukannya. Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka (Yoh 8:36 TL).
Pil 4:13 Segala perkara dapat kutanggung didalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.
Harus total, jangan setengah hati nanti salib menjadi berat dan akhirnya sia-sia.
Yak 4:8c ….dan salibkanlah hatimu, hai orang-orang yang bercabang hati (Mat 6:24).
Lot hatinya mendua. Selain ikut Abraham, Lut juga melihat Sodom dan ingin hidup seperti Sodom. Ia tertipu oleh “advertensi” kenikmatannya, umpan-umpannya, sehingga tertarik akan Sodom.

Kalau dalam hati tertarik akan dosa-dosa dan kesukaan Sodom, lalu keinginan itu tidak mau dimatikan, maka orang seperti ini dalam keadaan rapuh! Kalau ada kesempatan menuruti daging, maka ia mudah diseret hawa nafsunya sehingga jatuh dalam dosa Sodom, bahkan menjadi sama jahatnya seperti orang orang Sodom.

2. JANGAN MELAZATKAN DAGING.

Rom 13:14 (TL) Melainkan hendaklah kamu bersalut dengan Yesus Kristus Tuhan itu, danjangan melazatkan tabiat tubuhmu sehingga menguatkan hawa nafsu . (TB: merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya).
Melazatkan daging itu artinya memberi kesempatan pada daging dengan macam-macam hal kedagingan, menguatkan semua keinginan daging, dituruti terus semua keinginannya sehingga daging terus dirangsang, ditumbuhkan menjadi makin kuat.
Semua yang merangsang, membakar kedagingan, baik gambar porno, pertunjukkan cabul (VCD, internet dll), cerita-cerita, berita dan apa saja, semua yang merangsang itu harus dibuang supaya jangan menguatkan hawa nafsu!
Orang duniapun mengerti hal ini. Berapa kali kita mendengar orang menjadi mata gelap dan bernafsu memperkosa siapa saja yang ditemuinya sebab habis melihat film porno, lalu ditangkap polisi. Ini sebab melazatkan daging dengan gambar-gambar yang merangsang.
Juga berapa rumah tangga dan hidup nikah yang hancur berantakan sebab suka merangsang diri terus dengan hal-hal seperti ini. Beberapa orang menganggap ini obat impotensi, kadang-kadang berhasil (pada permulaannya), tetapi baru sebentar, hidup nikahnya yang berantakan, bahkan pecah.
Hidup nikah bukannya menjadi mesra dengan perangsangan-perangsangan ini, tetapi kedagingan makin menyala-nyala lebih haus, lebih ganas, lebih buas, tidak lagi bisa puas dengan istrinya sendiri, tetapi dengan mata gelap melahap siapa saja yang bisa didapatinya, apalagi kalau banyak kesempatan.
Mungkin kepekaan setiap orang tidak sama terhadap perangsangan, tetapi tetap berbahaya. Kalau orang itu sungguh-sungguh mau hidup suci, maka dari beberapa peristiwa ia bisa langsung mengambil kesimpulan untuk mencegahnya.
Ada 2 orang makan bakso, seorang hampir selesai, yang satunya masih sedang mencari dan membuang daun bawang. Temannya heran, ia menjelaskan bahwa kalau setiap kali ia makan daun bawang itu, ia menjadi sesak, sebab itu meskipun makan waktu dan susah, ia tetap membuangnya, kalau tidak ia bisa sesak jangan-jangan mati juga!
Begitulah kalau kita sudah hal itu merangsang dan salib menjadi berat, buanglah. Orang yang mau dan bijak, setiap kali ia melihat yang jahat, atau segera ia sadar itu jahat, mengkuatkan daging, ia pergi dari padanya. Orang ini akan tetap tinggal mati dagingnya dan tetap tinggal dalam hadirat Tuhan dengan segala keindahannya.
Amsal 22:3 Orang bijaksana itu serta dilihatnya jahat, maka disembunyikannya dirinya, tetapi orang bodoh melangsung juga lalu kena. (TL).

3. KEBUTUHAN POKOK ROHANI

Ini harus dicukupi, sehingga hubungan dengan Tuhan tetap baik dan rohani terpelihara sehinggasungai air hidup dalam hatinya tetap mengalir dengan limpah, tidak terganggu. Ini berarti dalam hatinya selalu ada sejahtera dan kesukaan dari Tuhan dan ini menjadi kekuatannya.
Neh 8:11c Karena kesukaan yang dari pada Tuhan itulah juga kuatmu (TL).

Kis 2:42 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.
Kebutuhan pokok itu ialah:
a. Tinggal dalam kesucian, penuh dan dipimpin Roh senantiasa Rom 8:14
b. Bertekun dalam “makan” Firman Tuhan Mat 4:4
c. Berdoa dalam Roh tanpa stop 1Tes 5:17
d. Memelihara hubungan baik = persekutuan tubuh Kristus dalam Gereja masing-masing untuk saling menumbuhkan dan saling menguatkan 1Yoh 1:7. Jangan mengabaikan faedah persekutuan, sangat berguna untuk saling menolong dalam kesucian hidup.
e.Tekun dalam bersaksi dan pelayanan Kis 1:8.

4. JANGAN MENGANGGUR, sebab itu berarti:

a.  Secara jasmani banyak orang mendapatkan bahwa nganggur itu “bantalnya” setan, artinya orang yang nganggur, apa lagi masih mempunyai uang cukup untuk bisa makan (jadi ia tidak mepikirkan nafkah), biasanya pikirannya sia-sia dan perbuatannya penuh dengan macam-macam dosa, termasuk percabulan.
b.  Secara rohani. Orang ini mempunyai cukup waktu untuk masa teduh (belajar Firman Tuhan, berdoa) juga mempunyai cukup waktu untuk ibadat dan pelayanan, tetapi tidak melakukannya. Orang yang tidak bisa memakai waktu yang lebih, itu berarti masih kanak-kanak rohani, kurang ada kerinduan untuk bertekun dalam hal-hal rohani dari atas (Kol 3:1-2). Orang yang rindu akan hal-hal dari atas, biasanya berusaha menebus waktu, apa lagi kalau ada waktu lebih, pasti akan dipakai untuk bertekun dalam hal-hal rohani.
Jadi bahaya nganggur: orang itu mudah diisi  dengan macam-macam pikiran dan perbuatan dosa; benarlah kalau dikatakan orang bahwa nganggur itu bantalnya setan dan Firman Tuhan berkata itu bisa menjadi gua penyamun Mat 21:13. Sebab itu jangan nganggur, lebih baik menyibukkan diri dengan bertekun dalam hal-hal jasmani yang berfaedah dan hal-hal rohani, bahkan orang yang rohani itu suka dan mahir menebus waktu Ef 5:16 supaya bisa lebih banyak bertekun dalam Firman Tuhan, doa, persekutuan dan pelayanan!
Jangan sebaliknya karena nganggur lalu memakai waktu untuk hal-hal yang sia-sia yang bisa menyeret kepada kenajisan Ams 22:3, apalagi hal-hal yang menyerempet perzinahan seperti bilyard, mancing di tempat-tempat tertentu (bisa dapat ikan dan wil), bertandang, iseng, dll.

5. MEMELIHARA HUBUNGAN BAIK DENGAN ISTRI ATAU SUAMI,

sehingga minimum selalu ada kemanisan di dalamnya. Jangan sedikit-sedikit bertengkar, misalnya soal kecil atau karena sejumlah uang, pakaian, makanan, dsb.nya. Suami istri harus mahir saling mengampuni dan memelihara cintanya (di dalam Kristus).
Juga yang bujang harus tetap memelihara kesucian bujang, meskipun ada naluri sex tetapi tetap hidup dalam kesucian, tunggu sampai menikah, jangan merusak rencana hidup yang kekal dengan kesukaan sex yang fana ini. (Bujang yang baik menurut Firman Tuhan adalah orang yang tidak/belum kawin tetapi tidak berzinah dan rohaninya tumbuh; lihat tentang bujang dalam buku seminar hidup nikah).

6. SELALU INGAT TUJUAN HIDUP KITA yaitu kerajaan Surga.

Tuhan mempunyai rencana yang indah-indah bagi pribadi kita, baik di dunia apa lagi di Surga.

7. KALAU LEMAH, periksa diri, perbaiki dan atasi,

jangan tinggal dalam keadaan lemah atau tergeletak dalam dosa. Maz 37:24, itu bukan kehendak Tuhan, sebab itu bangunlah! Dengan iman, pasti bisa sebab itu adalah kehendak Tuhan.
Kalau perlu jangan ragu-ragu minta tolong saudara seiman atau gembala sidang.Banyak orang tidak mau minta tolong sebab malu takut problemnya ketahuan, itu keliru! Kalau tidak bisa mengatasi sendiri lalu menjadi problem besar, apalagi menjadi problem polisi atau masalah besar, toh semua juga akhirnya tahu tetapi sudah kasep! Jangan malu mengakui kelemahan atau kegagalan-kegagalan masing-masing Yak 5:16. Dengan mengakui dan minta tolong pasti akan didapat banyak pertolongan. Biasanya orang-orang yang sudah tertolong, mau menolong orang lain dan memang itu menjadi kewajiban dan rejeki kita.
Kalau hal-hal ini ( no. 1-6,7) kita lakukan dengan baik-baik, salib akan menjadi ringan, bisa dipikul dan kesucian bujang atau nikah terpelihara. Semua orang beriman bisa kalau mau. Jadi tetap harus mau pikul salib (Luk 9:23), dan salib itu tetap sakit untuk daging, sebab kadang-kadang terasa lagi, misalnya kalau dirangsang, digoda, bisa terasa lagi sesaat sampai dimatikan lagi (apalagi kalau hidup menurut daging, lebih sakit, tidak kuat); tetapi kalau mau hidup taat kepada Tuhan, mematikan daging, maka salibnya tidak akan terlalu berat, tidak melebihi kekuatan kita. Pasti bisa kalau mau, bahkan akan ada sukacita dan kuasaNya, sehingga hidup ini menjadi sukacita dan puas (dan ini lebih indah dan lebih murni dari kesukaan dunia). Hidup seperti ini menjadi berarti serta berbuah-buah lebat. Ini hidup yang indah di dunia dan sampai kekal.
Catatan. Kita lepas dari dosa bukan karena menyangkal diri, sama sekali bukan, tetapi karena kuasa penebusan Tuhan Yesus. Tanpa percaya Tuhan Yesus, tanpa lahir baru, tidak ada orang bisa lepas dari dosa atau perhambaan setan (apalagi dari cengkeram hukum dosa dan hukum maut). Sesudah lahir baru, Tuhan membebaskan kita dari dosa, kita sudah merdeka. Sebagai akibatnya daging tertekan dan tersiksa, itu sakit bagi daging. Ini sebagai akibat kemenangan yang kita terima dan yang bekerja di dalam diri kita.
Kita harus mau daging kita disakiti, di tekan, inilah pikul salib, akibat dari kemenangan Kristus yang masuk dalam diri kita.
Kalau kita mau, maka kemenangan itu menjadi nyata dalam hidup kita, ini pikul salib itu. Kalau tidak mau, daging tidak dimatikan, daging hidup dan beraksi, maka kemenangan dari Tuhan tidak nyata. Jadi pikul salib itu sebagai akibat kemenangan Tuhan di dalam diri kita bukan ini yang membebaskan kita. Dengan menyangkal diri saja seorang tidak bisa lepas dari dosa untuk seterusnya.

V. MODEL HIDUP KRISTEN


Memang hidup Kristen itu adalah
hidup di atas mezbah, berjalan di jalan sempit dan pikul salib, baru bisa  hidup suci dan mengalami kesukaan Tuhan Pil 4:4.
Mat 11:30 (TL) Karena kuk (salib Kristus) Aku senang rasanya, dan  tanggungan Aku ringan adanya”.
Kesimpulan dan kesan-kesan orang yang sungguh-sungguh  ikut Tuhan adalah sbb:
a.   Hidup ini semata-mata untuk Kristus.
Ini sesuai dengan Pil 1:21. Sebab itu kita bisa menyanyi:

Hidupku bukannya aku lagi, tapi Kristus dalamku, Yesus hidup dalam ku ……………

Tlah kusrahkan hidupku buat Yesus, ku tak kuasa atas hidup ini, kehendak Mu jadilah dalam ku, ku mau turut jalan salib sampai mati.

b.  Mati itu lebih baik dan lebih untung ini sesuai dengan Pil 1:23. Sebab itu orang yang sungguh-sungguh ikut Tuhan itu tidak takut mati, toh mati lebih untung sebab bebas dari pergumulan yang menyiksa daging dan bebas dari tarikan nafsu sex, apalagi di Surga dan Bumi Baru sudah tidak ada naluri sex sama sekali.
c.  Hidup Kristen yang betul itu seperti hidup di atas mezbah.
Ini sesuai dengan Rum 12:1-2. Hidup di atas mezbah itu sakit!
d.  Seperti menjatuhkan hukuman mati bagi diri sendiri, yaitu bagi daging. Ini sesuai dengan: 2Kor 1:9. Rasa-rasanya hidup ini seperti sudah mati dari diri kita sendiri Gal 2:19,20.
e.  Hidup ini seperti menyiksakan diri (atas daging) dan memperhambakan dia. Ini sesuai dengan:
1Kor 9:27 (TL) Melainkan aku menyiksa tubuhku, dan aku memperhambakan dia, supaya jangan aku, yang sudah mengajar orang lain itu, sendiri akan terbuang.
Kalau seorang merasakan seperti hal-hal ini sebab ikut Tuhan dengan betul, itu berarti jalannya sudah betul, jangan ragu-ragu. Kadang-Kadang pada  permulaan ini berat, tetapi kalau dengan segenap hati ia meneruskan untuk tetap taat kepada Tuhan, maka hidup kita justru akan penuh dengan sukacita yang Surgawi dan puas setiap hari. Lihat Paul yang hidup diatas mezbah, ia penuh sukacita, bahkan didalam penjarapun ia bisa bersuka-cita dan melihat kemuliaan Allah terus menerus. Begitu juga Petrus, biarpun hidupnya tidak ada kesukaan  daging, ia justru penuh sukacita, berani mati dan banyak melakukan perkara-perkara yang besar dengan Tuhan.

VI. KESUKAAN ORANG-ORANG YANG SUNGGUH-SUNGGUH IKUT TUHAN:

Kalau ikut Tuhan begitu dahsyat, penuh penyangkalan diri, seperti mati, lalu tahankah semua orang ikut Tuhan? Apakah kesukaan dan kepuasan ikut Tuhan? Ada! Bahkan jauh lebih indah dari semua kesukaan dunia ini, yaitu kesukaan ilahi dari Tuhan.
Neh 8:11 Lalu berkatalah ia kepada mereka: “Pergilah kamu, makanlah sedap-sedapan dan minumlah minuman manis dan kirimlah sebagian kepada mereka yang tidak sedia apa-apa, karena hari ini adalah kudus bagi Tuhan kita! Jangan kamu bersusah hati, sebab sukacita karena (TL. yang dari) TUHAN itulah perlindunganmu!” (kuatmu TL).

1. KESUKAAN ORANG BERIMAN ITU TERUTAMA DARI TUHAN.

Kesukaan yang kita bicarakan adalah ke sukaan dari hal-hal jasmani misalnya kesukaan mendapat untung, sembuh, naik kelas, dapat hadiah, tertolong dan sebagainya dengan cara-cara yang benar. Kalau kesukaan rohani, dengan sendirinya itu berasal dari Tuhan saja. Orang-orang percaya juga bersukacita mendapat hal-hal jasmani, tetapi sukacitanya lain dari orang dunia, kita bersukacita di dalam Tuhan. (Ini juga penting untuk menghadapi godaan kesukaan sex di dunia yang sekarang banyak merayu di mana-mana).
Prinsipnya adalah sebagai berikut:
Kesukaan kita berasal dari:
1. Kesukaan jasmani dan
2. Kesukaan rohani, ilahi, dari Tuhan.
Kesukaan jasmani yang dirasakan itu bukan semata-mata dari hal-hal jasmani saja seperti orang-orang dunia (misalnya tentang makanan), tetapi kesukaan orang beriman itu didapat sebagian dari hal-hal jasmani (makanan) dan sebagian dari kesukaan ilahi oleh sungai air hidup yang mengalir di dalam hatinya.
Misalnya perbandingannya:
kesukaan jasmani: ilahi = 40 : 60 , ini berarti pada orang ini, kesukaannya itu berasal lebih banyak dari kesukaan ilahi, sebagian dari kesukaan jasmani. Orang seperti ini cukup stabil di dalam Tuhan.
Contoh-contoh lain: Perbandingan kesukaan jasmani : ilahi.
100 : 0 = Ini orang Kristen duniawi, hidupnya seperti orang dunia yang 100% tergantung dari kesukaan duniawi sebab ia tidak memiliki sama sekali kesukaan ilahi (karena tidak bertobat, tidak percaya dan sebagainya).
* 99 : 1, sampai 60 : 40 = Ini orang Kristen yang lemah;
kesukaan Tuhan di dalam dirinya tidak cukup sehingga ia sangat tergantung dari kesukaan dunia; orang seperti ini mudah jatuh  kalau tergoda kesukaan dunia, tidak bisa tahan godaan dari kesukaan duniawi, juga yang lemah dalam hal sex, mudah tergoda.
* 50 : 50 = Ini orang Kristen separuh-separuh yang masih mudah terganggu dan tergoda oleh kesukaan duniawi. Kalau kesukaan Tuhan dalam hatinya lebih kuat sedikit, ia menjadi lebih kuat, tetapi tidak stabil, sebentar bisa lemah lagi, sebab sumbernya separuh-separuh, separuh dari dunia, separuh dari Tuhan, tidak kuat.

40 : 60 = Orang ini kuat, bisa tahan segala godaan kesukaan dunia  sebab sumber kesukaan dari Tuhan cukup banyak dalam hatinya.  Asal ini dipelihara terus, ia bisa tahan terus. Ia sudahbisa menginjak-  injak madu dunia , yaitu bisa menolak godaan kesukaan dunia.  Misalnya godaan godaan sex.
Ams 27:7 Orang yang kenyang menginjak-injak madu, tetapi bagi  orang yang lapar segala yang pahit dirasakan manis.
Ingat orang ini tetap harus mau menyangkal diri, mau hidup suci dan  memelihara diri seperti yang sudah diterangkan diatas.
30 : 70 = Orang ini lebih kuat, tidak mudah jatuh dalam kesukaan  dunia, sebab 70% kesukaan dalam hatinya itu dari Tuhan. Ia tidak tergantung dari kesukaan dunia, ia bisa berpada. Misalnya kesukaan makanan, ia bisa menikmati makanan apa saja dengan nikmat. Contoh makan tempe atau dendeng bagi dia sama nikmatnya, karena kesukaan dari makanan hanya 30%, dan kesukaan dari Tuhan 70%.
(Sebetulnya orang makan dengan nikmat itu bukan hanya tergantung dari enaknya makanan tersebut, tetapi juga dari keadaan hatinya. Kalau hatinya susah, benci, jengkel, marah, maka meskipun di depannya ada makanan yang sangat nikmat, kenikmatan atau keenakannya hilang. Sebaliknya kalau seorang hatinya bersuka-cita, maka meskipun makanan yang di hadapinya kurang nikmat, ia masih bisa makan dengan nikmat. Jadi kesukaan makanan (juga kesukaan yang lain) itu juga tergantung dari kesukaan dalam hati. Kalau hati kita penuh suka-cita dari Tuhan, maka setiap makan apapun juga rasanya bisa seperti pesta).
Enaknya tempe dan dendeng berbeda. Misalnya tempe itu enaknya 5 dan dendeng 25 (lima kali lebih enak), tetapi kalau orang ini yang makan, bagi dia perbandingannya itu bukan seperti 5 : 25 atau 1 : 5, tetapi baginya seperti (5+70) : (25+70), jadi seperti 75 : 95, yaitu 1:1,3 tidak terlalu jauh bedanya, bukan seperti 1:5, sebab “70”% kesukaannya didapat dari Tuhan. Orang dunia kalau makan tempe dan dendeng itu bedanya seperti 1:5, tetapi orang rohani ini bedanya seperti 1:1,3, nyata benar bedanya. Sebab itu tidak heran kalau seorang mempunyai kesukaan dari Tuhan seperti ini, ia bisa berpada dengan makanan apa saja, ia bisa menikmatinya dengan senang, setiap kali makan rasanya seperti pesta ! (Begitu juga dengan kesukaan-kesukaan yang lain).
10 : 90 = Ini orang yang sangat kuat.
1 : 99 atau 0:100 = Ini orang yang sempurna, mutlak kuat, tidak akan jatuh lagi dalam dosa apapun, sebab seluruh kesukaannya dari Tuhan semata-mata. Ini orang yang berada dalam Ruangan Maha Suci.
Begitu juga kesukaan dalam hidup nikah, kalau ada kesukaan ilahi dalam rumah tangga tersebut (misalnya 40:60 atau yang lebih baik lagi), maka suami bisa puas dan bersukacita dengan istrinya sendiri, meskipun ada perempuan lain lebih cantik dari istrinya sendiri; buat orang dunia itu banyak bedanya, tetapi bagi orang-orang yang mempunyai sumber kesukaan dari Tuhan, itu tidak terlalu banyak bedanya, hanya seperti “tempe dan dendeng”; yang cantik atau sedikit kurang cantik, pada waktu masih muda atau sudah tua, itu seperti tempe dan dendeng, tidak seberapa bedanya, ia bisa menikmati dengan puas, apalagi kalau kasihnya makin bertambah, sehingga ia tidak mudah jatuh dalam godaan-godaan ini.
Ams 5: 15-23 TL
15. Baiklah engkau minum air dari dalam kolammu sendiri dan air yang mengalir dari pada telagamu sendiri.
16. Biarlah pancaran airmu mengalir keluar seperti anak sungai yang pada sisi jalan.
17. Biarlah ia menjadi engkau seorang jua punya dan jangan orang lain empunya dia sertamu.
18. Berkatlah kiranya atas pancaranmu, dan bersuka-citalah engkau akan bini yang pada masa mudamu.
19. Biarlah ia bagimu seperti rusa betina yang manis dan seperti kijang yang cantik, biarlah gurau sendanya memabuki engkau selalu, dan berkembaralah senantiasa dalam kasihnya.
20. Betapa gerangan, hai anakku! engkau membuang dirimu kepada perempuan jalang, serta meriba orang yang tiada ketahuan?
21. Karena jalan tiap-tiap orang adalah nyata di hadapan mata Tuhan, maka Tuhanpun menyelidik akan segala bekas tapak kakinya.
22. Adapun orang jahat, ia itu akan dijerat oleh kejahatan sendiri dan iapun akan terikat dengan tali dosanya sendiri.
23. Sebab tiada diterimanya pengajaran, maka binasalah ia, dan iapun akan disesatkan oleh kebodohannya yang tiada terbaiki adanya.
Juga berlaku  sebaliknya bagi si isteri.
Orang seperti ini (30:70 atau lebih baik) juga tidak sulit menghadapi istri yang sangat cemburu, sebab memang ia sudah mematikan segala keinginan daging terhadap dosa-dosa sex atau perempuan lain.
Misalnya hukuman bagi orang yang memakai narkotik itu dinaikkan sampai hukuman matipun tidak menjadi masalah bagi orang yang memang tidak memakai narkotik.
Begitu juga kalau istri cemburu ringan atau berat, bagi suami seperti ini tidak terlalu berbeda sebab ia mau mematikan dagingnya dari segala dosa sex. (Tetapi meskipun demikian, cemburu yang berlebih-lebih, biarpun suaminya tahan, itu tetap tidak baik, jangan diteruskan, banyak akibat  yang tidak baik, lebih-lebih bagi anak perempuan, isteri-isteri lain, dsbnya, pengaruhnya sangat jelek, bisa membuat rumah tangga jadi kacau berantakan meskipun tidak ada apa-apa, karena cemburu yang berlebih-lebih, apa lagi kalau memang ada problem).
Jadi prinsip kesukaan orang beriman itu lebih banyak berasal dari Allah sehingga selalu bisa berpada dalam segala ukuran kesukaan jasmani.

2. HIDUP DI ATAS MEZBAH.

Rom 12:1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
Mati dari daging (ini prinsipnya hidup di atas mezbah) maka, bisa hidup dalam kesucian, sehingga bisa hidup dalam hadirat Tuhan. Orang seperti ini akan mendapat sukacita ilahi dan kuasa Allah Pengkh 9:8; Kis 1:8.
Maz 16:11 Maka Engkau memberitahu aku jalan yang menuju kehidupan; kekenyangan dengan sukacita adalah dihadapan hadiratMu dan kesedapan pada kananMu sampai selama-lamanya! (TL)
Hanya ini satu-satunya harapan kita untuk hidup, yaitu dari hadirat Tuhan. Sudah mati dari dunia dan dunia sudah mati bagi kita, tidak lagi ingin hal-hal duniawi, vcd, internet porno, WIL, PIL, gundik, homo, lesbian, berzinah, ganti istri dan lainlain hal dosa, sudah mati!
Gal 6:14 Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia.
Tidak lagi separuh hati, tetapi salah satu, panas atau dingin, mati dan masuk hadirat Tuhan atau undur, salah satu, Surga atau neraka. Tidak lagi mau berlazat-lazat dengan segala perangsangan di internet, pornografi, peri cantik dll semacam ini, itu bisa menumbuhkan keinginan sex menjadi kuat dan akibatnya pergumulan menjadi sangat berat sehingga makin tersiksa dalam mematikan daging.
Ayb 31:1 Bahwa aku sudah berjanji dengan mataKu, supaya jangan kupandang anak dara; (TL).

Jadi orang yang mau hidup di atas mezbah, mau mematikan semuanya ini sama sekali, sehingga salibnya ringan maka kesukaan ilahi dan kuasa Allah akan limpah dalam hidupnya, indah.
Kesukaan sex diantara suami istri sendiri itu hak suami istri, bukan dosa, tidak perlu dimatikan, bisa dinikmati didalam pernikahan
1Kor 7:3-5
3. Hendaklah suami memenuhi kewajibannya terhadap isterinya, demikian pula isteri terhadap suaminya.
4. Isteri tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi suaminya, demikian pula suami tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi isterinya.
5. Janganlah kamu saling menjauhi (bertahar-taharan atau tarak), kecuali dengan persetujuan bersama untuk sementara waktu, supaya kamu mendapat kesempatan untuk berdoa. Sesudah itu hendaklah kamu kembali hidup bersama-sama, supaya Iblis jangan menggodai kamu, karena kamu tidak tahan bertarak.

3. KESUKAAN SEX ITU BUKAN KESUKAAN SATU-SATUNYA.

(juga hidup ini bukan untuk sex melulu), masih ada kesukaan lain, istimewa kesukaan ilahi dari Tuhan yang melebihi kesukaan sex. Kalau seorang hidup atas mezbah, mati dari daging, maka ia akan masuk dan tinggal dalam hadirat Tuhan, dan betul-betul ada kekenyangan dengan sukacita dan kesedapan, kepuasan sampai selama-lamanya Maz 16:11
Jangan menggantikan kesukaan sex dengan kesukaan lain (substitusi) misalnya dengan makan minum, uang, olah raga atau kesukaan dosa lainnya seperti yang banyak diajarkan para ahli, sebab itu akan bertahan hanya sebentar, dan tidak tahan godaan, sebab kekuatan manusia itu terbatas. Gantikan dengan kesukaan dari Tuhan saja, itu bisa tahan sampai kekal.
4. RAHASIA AKHIR ZAMAN, yaitu kerajaan Surga, hidup sempurna, mulia seperti Kristus dan seterusnya yang penuh dengan pahala dan kesukaan ilahi itu amat indah dan kekal. Kalau kita mengerti tentang hal-hal ini dari Firman Tuhan, maka tujuan hidup kita makin hidup, jelas dan nyata sehingga membuat kita makin rindu kesana. Sebab itu orang beriman yang mengerti tujuan hidupnya dengan jelas dan sangat merindukannya, itu sangat berarti dalam menguatkan kita mematikan daging terus menerus, merobek-robek daging sampai hancur dan habis; ia bisa tahan sebab percaya akan janji-janji Tuhan yang amat indah itu.
1Pet 1:8 Sekalipun kamu belum pernah melihat dia, namun kamu mengasihiNya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihatNya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan,
Begitu juga Putra Manusia tahan dalam hidup membujang dengan suci serta menderita begitu dahsyat dalam memikul salib, ini semua bukan pergumulan yang ringan, tetapi Ia bisa tahan sebab Ia memandang kepada kesukaan besar yang menungguNya
Ibr 12:2b Maka Ia pun, karena kesukaan yang menanti Dia sudah menderita sengsara salib dengan tiada mengindahkan malunya, lalu duduk di sebelah kanan arasy Allah. (TL)   (Kej 49:14-15).
Di Surga tidak ada lagi siksaan karena pergumulan dengan naluri-naluri sex (sebab daging ditekan dan dimatikan terus menerus, dikatargeo bahasa Yunani Rum 6:6 lihat juga tentang Kemah Suci hal…..), tidak lagi ada gangguan atau godaan-godaan sex sebab di Surga tidak lagi ada naluri sex sama sekali, tetapi ada segala macam kesukaan lainnya yang berjuta-juta kali lebih indah untuk selamanya.

VI. TETAP SUCI DI TENGAH-TENGAH LUMPUR KENAJISAN DUNIA

Kalau kita berjalan melalui rawa-rawa yang penuh dengan lumpur, itu memang tidak mudah. Kita harus mencari dengan susah payah tempat-tempat yang bisa menjadi tempat berpijak yang tidak terkontaminasi dengan lumpur. Tidak bisa jalan sembarangan, harus hati-hati.

Kadang-kadang harus mau lebih bersusah payah dengan jalan berputar  lebih jauh supaya tidak kena lumpur, lebih-lebih supaya jangan sampai  tenggelam dan mati di dalamnya.
Orang yang memelihara pakaiannya tetap putih dan kepalanya penuh  minyak Pengkh 9:8, tidak akan sampai kena lumpur ke najisan dosa-dosa  dunia, ia akan mulia untuk kekal di Surga.
Begitulah kalau kita mau hidup suci di tengah-tengah dunia yang sangat meningkat di dalam kenajisan dosa.
Tetapi orang beriman bisa memelihara hidupnya dalam kesucian dengan berhasil kalau:
1. Hubungannya dengan Allah dipelihara baik terus menerus.
2. Mau hidup dalam kesucian, mau Salib.
3. Mengerti menjaga kesucian istimewa dengan menyetel salib supaya tetap ringan, seperti yang sudah diterangkan.
4. Punya tujuan yang nyata dan kuat yaitu ingin menjadi seperti Yesus, masuk dalam kemuliaan yang kekal dan indah.
Jangan setengah hati, itu lebih menderita serta hidupnya menjadi kosong, tidak berbuah, sia-sia. Biar kita hidup sepenuh-penuhnya bagi Tuhan (meskipun bukan hamba Tuhan fulltime) dan hidup dalam hadirat Tuhan terus menerus, itu jauh lebih manis dan indah dari pada hidup dalam dosa-dosa sex maupun dosa-dosa lainnya.
Nyanyian:
Angkat salibmu dengan snang, dosa cemar harus hilang
Pilihlah skarang, Yesus bri damai snang
Angkat salib dan ikutlah