DUNIA LEBIH BAIK DARI SURGA?

Beberapa orang terkejut dan bertanya-tanya  mengapa judul ini demikian. Sebab semua orang di dunia ingin masuk Sorga, tetapi Tuhan memasukkan semua kekasihNya di dunia! Dunia yang mana? Dunia yang sudah rusak ini dan yang semakin rusak! Mengapa begitu? Kita harus tahu rahasianya!

I. PERBEDAAN DUNIA DAN SURGA

Tuhan sengaja mengizinkan ular masuk ke dalam Taman Eden dan akibatnya Hawa jatuh, sebab itu bumi terkutuklah lalu timbullah dunia sekarang ini. Tuhan sudah tahu lebih dahulu, bahwa dengan masuknya ular, mereka akan jatuh dalam dosa, dan kemudian mereka akan diusir dari Eden. Lebih hebat lagi, seluruh turunan manusia rusak karena dosa, dosa terus bertambah-tambah dan dunia menjadi semakin rusak.
Allah mengizinkan semua ini terjadi sebab di dalam kemahatahuanNya, Ia tahu bahwa ini akan membuat dunia menjadi “lebih baik” daripada sorga!
Bagi Allah yang mengizinkan timbulnya dunia kita sekarang ini, itu berfaedah bagi kita, tetapi bagi manusia itu lebih berarti sakit dan penderitaan, sehingga Pauluspun mengatakan bahwa sorga itu teramat baik dibandingkan dengan sengsara yang limpah dalam dunia ini.
Filipi 1:23-24 Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus — itu memang jauh lebih baik; tetapi lebih perlu untuk tinggal di dunia ini karena kamu.

Paulus berkata kalau disuruh memilih, tentu lebih baik ke Sorga. Pada waktu susah kita juga menyanyi: Kalau hatiku sedih dan susah, kuingat rumahku di Sorga.
Elia juga berdoa supaya Tuhan mengizinkannya pulang ke sorga. Tetapi Tuhan tidak mengizinkannya untuk pulang.
Dunia ini lembah air mata. Bagi kita hidup di dunia itu berarti salib, tidak bisa lepas dari salibnya sampai mati atau sampai menjadi sempurna.
Luk 9:23 Kata-Nya kepada mereka semua: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.
Pil 1:29 Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia,
Seluruh perjalanan hidup orang Kristen ini adalah jalan salib. Kalau tidak mau salib tidak bisa menjadi Kristen. Kita bisa bergerak maju, hanya di jalan sempit di atas mezbah.
Mengapa hal-hal yang sakit dan penuh penderitaan itu dianggap lebih baik oleh Allah? Apanya yang lebih baik? Kita harus bisa mengenali segi-segi yang baik itu dan  mengambil faedah dari hal-hal ini. Di dalam Surga kita tidak bisa mendapatkan keadaan seperti yang ada di dunia, itu hanya ada di dunia ini. Begitu pentingnya dunia ini, sebab itu sesudah seorang percaya ia dibiarkan terus hidup di dunia supaya bisa mendapat faedah segala “kebaikan” dari dunia ini, yang tidak ada di Surga.
Betul-betul dunia ini mempunyai kelebihannya dari Surga, dunia ini “lebih baik” dari Surga dan itu sebabnya Tuhan mengizinkan timbulnya dunia seperti yang sekarang kita hidup di ddalamnya, meskipun bagi kita, kesannya tidak sama. Ada sesuatu yang lebih indah di dunia ini daripada di Sorga. Sebab itu sementara kita tinggal di dunia jangan kita kehilangan kelebihan dan kesempatan ini, yang tidak akan kita dapatkan di Surga.
Ada orang tua yang mengizinkan anaknya untuk sekolah di kota lain atau di negeri lain, sebab menurut mereka sekolah di sana lebih baik. (Ada juga orang tua yang berpikir kalau anaknya tinggal ber-sama2 dengan mereka itu lebih baik. Tergantung dari sudut pandangan siapa).
Menurut Tuhan lebih baik tinggal di dunia untuk sementara daripada di sorga. Kalau memang sorga itu lebih baik dari dunia, maka semua orang akan dipanggil pulang oleh Tuhan.
Kalau kita ditaruh di dunia tetapi tidak mengambil faedahnya hidup di dunia ini, ya pulang saja. Tetapi kalau belum waktunya pulang juga tidak boleh pulang oleh Tuhan, sebab Tuhan tahu bahwa masih ada rencana yang indah bagi kita di dalam dunia ini. Biasanya mereka-mereka yang pergumulannya berat itu yang minta pulang.
Paulus, Elia minta pulang tetapi ditolak sebab belum waktunya pulang. Kalau Elia pulang sebelum waktunya, maka hal yang sangat indah, yang sudah tersedia baginya akan hilang. Kesempatan itu tidak bisa di dapatkan di Sorga, yaitu pengolahan sampai tumbuh menjadi sempurna. Jangan kita kehilangan hal-hal yang lebih baik ini.
Dunia ini tempat pengolahan yang terbaik. Seandainya Elia minta pulang tentu ia tidak menjadi sempurna. Mungkin waktu itu pengolahannya masih 60%.


Kalau seorang sudah menjadi sempurna (itu berarti  menjadi sama  seperti Kristus), sekalipun ia ada di  neraka, itu tidak masalah. Neraka  tidak akan sanggup  menyiksakan dia. Yang indah itu bukan sikon di  sekitarnya tetapi apa yang ada di dalamnya . Kalau  orang itu sudah  menjadi sempurna seperti Kristus, itu  yang indah. Paulus tahu    bahwa ia belum waktunya  pulang dan masih harus diolah lebih lanjut,  ia masih  harus hidup untuk memberi buah.
Dunia ini tempat pengolahan dan sekolah yang terbaik,  luar biasa.  Kita ini belum waktunya pulang dan kalau  sudah waktunya (sudah  tidak bisa diolah lebih lanjut),  maka Tuhan akan  memanggil kita. Kalau kita  bandingkan sekolah-sekolah di Papua, tidak ada  sekolah-sekolah yang bagus seperti di Surabaya atau  Jakarta, tetapi bedanya itu tidak terlalu jauh. Buktinya masih ada banyak lulusan dari kota-kota pedalaman yang berhasil dalam banyak segi, dan bisa melanjutkan lagi di sekolah-sekolah yang terbaik. Tetapi sekolah di dunia dan di Surga bedanya sangat-sangat besar. Di Sorga tidak ada sekolah yang bagus. Buktinya tingkatan para malaikat itu naik hanya sedikit sekali. Malaikat itu sekarang tingkatannya lebih tinggi dari manusia tetapi pada akhirnya kita menjadi jauh lebih tinggi dari malaikat, sebab itu kitalah yang akan mengadili malaikat-malaikat itu 1Kor 6:3.
Kita ditaruh di dunia ini sebab ada sekolah yang indah yaitu sekolah iman.
Aneh, tetapi betul! Aneh untuk kita manusia yang bodoh dan yang belum mengerti. Tetapi sesudah kita ditebus oleh Tuhan dan mengerti, baru kita juga bisa mengaminkan dengan iman bahwa dunia ini “lebih baik” dari sorga! Sebab itu selama kita hidup di dunia ini, jangan me-nyia2kan kesempatan ini dan ambillah faedah dari kesempatan ini, yang tidak ada di sorga.
Mengapa sakit dan sengsara itu dianggap baik oleh Allah? Sebab itu menjadi pengolahan yang baik untuk pertumbuhan iman kita Ibr 2:10. Orang yang lulus bisa taat sampai mati dalam segala sengsara ini, seperti Kristus Pil 2:8. Sebab itulah dunia ini menjadi tempat pengolahan dan ujian bagi kita yang lebih baik dari sorga. Dunia adalah sekolah rohani yang lebih baik dari sorga.

II. BEDA GODAAN, UJIAN DAN PENCOBAAN.

Godaan, ujian dan pencobaan ini merupakan kasus yang hampir sama; Sama-sama mengalami perkara-perkara yang tidak enak, sengsara, penderitaan,  kepahitan, kesakitan dan lain-lain, tetapi sebetulnya ada banyak perbedaannya, antara yang satu dengan yang lainnya. Rata-rata semua orang tidak suka akan hal-hal  yang tidak enak seperti ini.

PERBEDAANNYA ADALAH:

1). SIAPA DIBALIK PENCOBAAN INI.

A. Iblis, ia penggoda, pencoba yang berusaha untuk menipu serta menyesatkannya, supaya membangkitkan keinginan orang itu akan dosa, seperti iblis menggoda Hawa (Kej 3:1-6), Amnon (2Sam 13:4-5), Daud (1Taw 21:1), Putra manusia Yesus (Mat 4:3) dll.
Setan itu penipu yang lihai (Yoh 8:44) sehingga orang yang tidak mengenalinya atau tidak berjaga-jaga terseret masuk dalam pencobaan. Manusia digoda sampai timbul keinginan yang menyala-nyala, sehingga orang itu berani dan bergairah melakukan hal-hal yang salah.
Seandainya Hawa tidak digoda iblis, ia tidak jatuh dalam dosa.
Kalau iblis berhasil, orang itu menjadi ingin dan ia akan bergerak sendiri mencari kesempatan untuk melakukannya sebab sudah kedatangan ingin, seperti Hawa menjadi sangat ingin dan tanpa komando lagi dari ular, ia sendiri memberanikan dirinya untuk memetik buah larangan itu. Akibatnya si ular, Hawa, Adam dan bumi itu terkutuk.
Dahulu ular itu tidak menakutkan. Semua binatang itu pada mulanya indah dan bersahabat, tidak ada yang buas, seperti dalam bahtera Nuh dan dalam Kerajaan 1000 tahun. Dalam Kerajaan 1000 tahun, bayi2 bermain dengan ular tedung. Yes 11:8. Sesudah terkutuk (Kej 3:14-19), maka ular berubah segala-galanya, termasuk menjadi jahat dan buas. Jadi kasus-kasus yang pahit seperti kejatuhan Hawa dan Adam itu karena digoda oleh iblis.
B. Orang itu sendiri. Ada beberapa sebab yang menyebabkan orang itu sendiri ingin sehingga mencari kesempatan untuk berbuat dosa.
Orang yang iri, tamak, benci, berzina, sombong dan dosa-dosa lain, akan terseret dengan sendirinya ke dalam pencobaan.
Yak 1:14 tetapi tiap-tiap orang terkena pencobaan apabila ia ditarik dan diperdayakan oleh hawa nafsunya sendiri. (TL)
Kadang-kadang ada sebab-sebab kombinasi, yaitu manusia dan iblis. Manusia seringkali ditipu oleh iblis, katanya: “Kalau kamu kaya maka kamu bahagia”. Ini tipu daya setan yang sudah menjadi kebenaran dalam dunia pada umumnya. Yang membuat bahagia itu bukan karena kaya, tetapi Yesus. Tetapi mereka yang tidak mempunyai Tuhan Yesus, tidak mengerti hal ini, bahkan yang mempunyai Yesuspun masih banyak yang percaya akan dusta iblis ini. Dengan Yesus kita mendapat kemenangan atas mammon dan bahagia yang kekal di sorga. Sekalipun seperti Lazarus, hatinya tetap senang dan bahagia sebab sebentar lagi ia masuk sorga.
Orang kaya tetangga Lazarus yang masuk Neraka itu (Luk 16:25), andaikata ia boleh kembali ke dunia, apa yang akan dikerjakannya? Ia akan berkata “kapok… kapok jadi orang kaya” buktinya ia sendiri sukar bahkan tidak bisa masuk Sorga karena kekayaannya Mat 19:23. Ia pasti mau menjadi Lazarus di dunia asalkan yang akhirnya masuk Sorga, daripada masuk Neraka untuk kekal. Lazarus duduk dalam pangkuan Ibrahim, ia setingkat dengan Ibrahim. Orang kaya ini berusaha untuk minta supaya Lazarus pergi ke rumahnya sebab masih ada saudara2nya yang “bodoh”, “buta” seperti dia. Salomopun kapok dan minta supaya jangan menjadi kaya, tetapi pas-pasan saja.
Ams 30:8 Jauhkanlah kiranya dari padaku segala sia-sia dan bohong; jangan apalah berikan daku kepapaan atau kekayaan, melainkan peliharakanlah aku dengan rezeki yang cukup; (TL)
Orang seperti ini, pas-pasan kalau mau membeli sesuatu, ia harus berusaha mencari uang dan  berdoa (kalau perlu puasa dulu) sampai Tuhan memberkatinya cukup uang. Kalau tidak punya makan, ya puasanya ditambah. Tetapi Lazarus yang mengalami hal-hal seperti ini, tetap penuh syukur. Hatinya terus rindu akan Tuhan.
Jadi iblis bisa menggoda langsung seperti Hawa, atau lewat bacaan, tontonan dan pergaulan (ajakan) sehingga hatinya terbakar untuk menuruti nafsu marah, benci, sex, tamak, sombong, ingin hormat, dll.
Ada kalanya dari dalam hati orang itu sendiri timbul keinginan yang jahat  Mat 7:21-23 atau kombinasi karena juga ditembak dengan panah berapi dari iblis Ef 6:16.
Jadi juga bisa dari dirinya sendiri, hatinya menyala-nyala dalam kedagingan seperti Simson dan ia pergi mencari perempuan di Filistin. Mungkin di sana perempuannya lebih “hot” dari di Israel, sebab tidak ada bermacam-macam larangan. Simson pergi ke sana sendiri dan masuk atau jatuh dalam  pencobaan.

1.  Digoda Iblis

2.  Masuk sendiri

3.  Diuji Allah

C. Tuhan yang menguji atau mengizinkannya diuji. Kadang-kadang tampak jelas sekali Tuhan menguji langsung, misalnya Abraham yang disuruh mengorbankan anaknya.
Abraham tersentak oleh perintah Tuhan ini, tetapi ia tahu bahwa itu sungguh-sungguh perintah dari Tuhan, ia sudah mahir mendengar suara Tuhan dan mentaatinya.
Kandungan Sarah, Elizabeth yang ditutup, pohon Alhairani bagi Yunus, semua ini langsung dikerjakan Allah di dalam orang itu.  Tuhan juga mengizinkan orang lain atau iblis mengganggunya sehingga menjadi ujian bagi orang itu.
Misalnya Tuhan mengizinkan Ayub dirampok habis dan iblis mengirim angin ribut merobohkan rumah anak2nya sampai mati semua dll. Ini terjadi sebab iblis mendapat izin dari Tuhan untuk menguji Ayub.
Juga Saul menjadi pencobaan bagi Daud. Berkali-kali  Saul hendak membunuh Daud.

Ujian itu berarti bahwa orang itu sendiri tidak bersalah, ia hidup benar tetapi diuji, Allah yang menguji.
Tetapi pada pencobaan, orangnya mungkin hidup dalam dosa atau hidup benar, dan setan tidak perduli. Ia terus menggoda sampai akhirnya orang itu kena pencobaan, jatuh dalam dosa.
Jadi kita melihat:
Iblis menggoda, merayu, menipu, menyesatkan dst.
Orang itu sendiri tertarik oleh hawa nafsunya atau digoda iblis.
Tuhan menguji langsung atau lewat manusia/ iblis.
Baik godaan, rayuan atau ujian, kasus-kasus ini semuanya bisa disebut pencobaan.
Yak 1:12-14 Berbahagialah orang yang sabar menanggung pencobaan, karena sesudah ia tahan uji, ia akan menerima kelak makota hidup, yang dijanjikan Allah kepada segala orang yang mengasihi Dia. Seorang pun jangan, apabila ia terkena pencobaan, berkata, “Bahwa aku terkena pencobaan Allah,” karena Allah tiada tercoba dengan kejahatan, dan Ia sendiri tiada mencoba seorang jua pun; tetapi tiap-tiap orang terkena pencobaan apabila ia ditarik dan diperdayakan oleh hawa nafsunya sendiri.  TL
Dalam Yak 1:12 pencobaan = ujian.
Dalam Yak 1:14 pencobaan = ditarik atau tertipu oleh hawa nafsunya sendiri.
Keduanya disebut pencobaan, tetapi isinya lain.
Biasanya orang yang masuk ke dalam pencobaan sebab ditarik hawa nafsunya sendiri, dari permulaan ia sudah berdosa dalam hatinya, menyala dengan keinginan-keinginan dosa seperti Simson.
Tetapi orang yang digoda itu sebelumnya mungkin benar, mungkin juga sudah berdosa, dan oleh karena godaan itu, ia bisa jatuh, bisa tidak. Kalau orang itu tidak berjaga-jaga akan jatuh, tetapi kalau ia berjalan dengan Tuhan, tidak akan jatuh, misalnya Jusuf digoda isteri Potifar, tidak jatuh.
Kalau seorang diuji, ia di dalam keadaan benar. Kalau Tuhan menguji,  itu dimaksudkan untuk menang, sebab Tuhan sudah berjanji (dalam 1Kor 10:13) bahwa Ia tidak akan mencobai seseorang lebih dari kekuatannya.
Kalau kita masuk ujian itu untung sebab pencobaan itu tidak lebih dari kekuatan kita, dan kalau kita berjalan dengan Tuhan, pasti lulus dan naik kelas! Yak 1:12.
Ada orang yang terseret ke dalam godaan karena memang ia sendiri mau (dalam hatiya sudah ada keinginan dosa Mrk 7:21-23); Ada orang yang menghadapi godaan yang tidak disangka-sangka lebih dahulu, apa boleh buat, ia harus menghadapi dan dengan Tuhan pasti ia bisa menang, kalau mau.
Kadang-kadang seperti Dina yang diajak dan diperkosa Kej 34:1-2 sebab memang ia sendiri mau dan ia mendekati mereka. (Bisa juga karena kebodohannya). Kalau tidak mau, ia harus lari, sejauh-jauhnya dan pasti tidak kena! Kalau sudah tahu dan ada kemungkinan kena, tidak lari, ya kena; harus lari dari semua yang tampak jahat Ams 22:3.
Orang yang mencari godaan sendiri itu sudah dan akan tetap jatuh. Simson berkali-kali mencari Delilah dan ia jatuh terus. Tetapi ada orang yang digoda berkali-kali, tidak jatuh, sebab kalau ujian itu murni dari Tuhan biasanya ia akan menang.
Tuhan menguji Abraham pada saat yang tepat, sebab Tuhan sudah tahu lebih dahulu bahwa Abraham akan menang.
Kadang2 Tuhan mengizinkan pencobaan sekaligus sebagai ujian.
Jadi ada tiga macam pencobaan (dan kombinasi) yaitu tergantung dari siapa yang ada dibalik pencobaan itu; semuanya ini berbeda sifatnya, meskipun kasusnya dari luar kurang lebih sama saja..
2). TERGANTUNG DARI ORANG YANG DICOBAI.

  1. Orangnya sendiri yang sengaja masuk dalam pencobaan.
  2. Digoda. Orangnya bisa benar, bisa tidak benar, biasanya lebih banyak yang jatuh.
  3. Diuji. Orangnya benar dan biasanya lebih banyak yang lulus

Misalnya dalam hal uang, Gehazi sudah lama ingin akan uang, sejak dari kasus perempuan Sunami yang kaya, sehingga ia gagal di situ, padahal menurut Elisa ia bisa berhasil, tetapi ternyata ada sesuatu yang tidak beres pada Gehazi.
Pada waktu Naaman ditolak hadiah-hadiahnya, Gehazi mencari jalan untuk mendapatkan hadiah itu, sebab di dalam hatinya sudah ada dorongan ingin akan uang 1Tim 6:9-10.
Yudas mula-mula tidak berani, tetapi tiba-tiba iblis menawari 30 keping perak dan ia jatuh. Sebetulnya Yudas takut, ia tidak berani menyerahkan Yesus. Ia mengenal siapa Yesus. Yudas hidup setiap hari + 3 tahun bersama Yesus. Tetapi Yudas cinta uang, karena itu pada waktu ada tawaran uang, ia jatuh.
Achan tidak mencari godaan tetapi tiba-tiba bertemu dengan harta dan uang begitu banyak, itu menjadi ujian baginya dan ia jatuh. Juga Elisa diuji dengan hadiah Naaman, tetapi tidak jatuh.
Dalam hal sex, Amnon terus menyala-nyala birahinya (sudah dosa) dan mencari jalan, akhirnya ia terjerat dan binasa. Amnon tidak digoda tetapi ia sendiri yang mencari godaan.
Begitu juga Simson yang berjalan sendiri mencari perempuan sundal.
Tetapi Jusuf diuji oleh godaan isteri Potifar dan tetap tinggal dalam kesucian. Istri Potifar merayu Jusuf setiap hari, tetapi Jusuf tetap tidak mau dan ia lulus. Orang2 Israel di Baal Peor digoda oleh perempuan-perempuan Moab dan mereka jatuh.
Dalam hal kebencian, Saul dan Absalom mencari jalan hendak membunuh dan berbagai-bagai jalan ditempuh dan akhirnya (sekalipun gagal) mereka binasa karena dosanya sendiri. Dalam Alkitab tertulis ada 9 kali Saul berusaha untuk mau membunuh Daud. Akhirnya ia sendiri yang mati. Ini karena Saul sendiri yang mencari pencobaan. Memang pada mulanya ada godaan, sebab pemimpin-pemimpin menyanyi “Saul membunuh beribu-ribu dan Daud berlaksa-laksa”. Saul menjadi iri dan benci, itu sudah dosa, itu bekerja terus dan akhirnya membunuh Saul.
Kain tiba-tiba tergoda, melihat ada kesempatan dan langsung membunuh Habil Kej 4:8. Ini terjadi tiba-tiba, ia tergoda karena ada kesempatan, ia langsung membunuh Habil. Ini bisa terjadi karena di dalam hatinya sudah ada iri dan benci; sewaktu-waktu ada kesempatan, dosa itu berbuah maut. Kadang-kadang  godaan itu menjadi hebat karena dipanasi oleh iblis atau orang-orang yang dipakai oleh iblis.
Daud tiba-tiba diuji  karena ia mendapat kesempatan untuk membunuh musuh lama yang sangat jahat, tetapi ia ingat Firman Tuhan dan ia tidak berani mendatangkan tangannya ke atas Saul, sebab itu ia lulus dari ujiannya. Juga Jusuf tiba-tiba melihat saudara-saudaranya yang sangat kejam menganiayanya, tiba-tiba datang kepadanya (kejahatannya sudah terbukti nyata), tetapi ia tidak memakai kesempatan itu, bahkan dalam hatinyapun ia tidak ingin membalas. Jusuf lulus dalam ujian itu dan makin mulia.

3). MAKSUD DARI PENCOBAAN ITU BERBEDA.

  1. Untuk maksud-maksud  yang baik. Pencobaan itu dipakai Allah sebagai pengolahan atau ujian dengan maksud supaya orang itu meningkat, tumbuh makin murni dan makin indah mutu rohaninya.

Diuji itu supaya lulus, supaya meningkat, supaya bisa mendapat kesempatan yang lebih besar. Orang yang lulus ujian Insinyur, akan diberi pekerjaan yang lebih besar daripada orang yang hanya lulus SD. Dalam dunia orang yang lulus itu masih mencari lowongan pekerjaan. Tetapi kalau kita lulus ujian Tuhan, tidak perlu cari lowongan tetapi Tuhan sudah menyediakan kesempatan itu bagi kita.

Orang yang mendapat ujian itu untung, sebab Tuhan tidak pernah mencobai lebih dari kekuatannya; kalau reaksinya betul pasti lulus, lalu mendapat yang lebih besar.

Ada orang yang diuji tetapi marah2. Ini bodoh. Tuhan itu menguji sebab Dia mau memberikan sesuatu buat kita, Tuhan mempunyai rencana yang indah buat kita.

Orang yang diuji dan marah2, ia tidak mendapat berkat dari Tuhan. Umat-Ku binasa karena kebodohan. Ams 10:21

2. Untuk maksud yang jelek. Kalau iblis menggoda, maksudnya ialah supaya orang itu jatuh sehingga hidupnya rusak, rohaninya rusak, pelayanannya rusak, rencana Allah rusak dan orang itu akhirnya masuk Neraka kecuali ia bertobat!

3. Untuk menuruti daging. Kalau orang itu sendiri ditarik oleh hawa nafsunya, maksudnya tentu untuk melazatkan hawa nafsunya, menuruti daging, sehingga ia masuk dalam pencobaan. Akibatnya dahsyat sebab upah dosa itu maut Roma 6:23.

Jadi kasusnya sama, semua disebut pencobaan tetapi maksudnya berbeda.

4). KEADAAN ORANG YANG MENGALAMI PENCOBAAN.

  1. Tetap sejahtera, benar dan tetap mempunyai hubungan baik dengan Tuhan. Ini biasanya keadaan dari orang yang mengalami ujian, karena biasanya berada dalam kesucian yang baik sekalipun mengalami pencobaan misalnya Petrus, Paulus yang ditangkap dan dimasukkan dalam penjara, mereka tetap ada sejahtera Kis 16:25, bahkan bisa bersukacita sekalipun menderita Kis 5:41. Orang yang diuji tetapi marah-marah itu bodoh, biasanya sebab tidak mengerti atau tidak percaya kepada Tuhan waktu diuji dalam pencobaan..
  2. Gelisah, kacau, tidak ada damai. Ini keadaan dari orang-orang yang dicobai iblis, betul mereka mendapat hal-hal yang diinginkan, tetapi hatinya gelisah, kacau, tidak ada damai sebab ada dosa. Misalnya Gehazi, Achan, Yudas, Amnon dll Rom 3:17, Ams 14:12-13. Kalau orang2 ini tetap tidak mau bertobat, keadaannya akan makin gelisah dan kacau, mungkin bisa bunuh diri seperti Yudas dan Achitofel, atau melakukan hal-hal yang bodoh lainnya.
  3. Tidak tentu. Kadang-kadang mereka merasa senang sebab mereka menuruti kehendak hatinya, bahkan mabuk, sebab mereka memasukkan dirinya sendiri ke dalam godaan. Tetapi tiba2 sesudah sadar, atau sesudah timbul akibatnya, mereka baru terkejut dan sadar, tetapi sudah terjerat dalam dosa-dosanya.

5). CARA KELUAR DARI PENCOBAAN.
Lagi-lagi tergantung dari macamnya pencobaan.

  1. Orang yang memasukkan dirinya sendiri ke dalam pencobaan biasanya tidak mau keluar, sebab memang itu yang dicari, kecuali ia sadar, biasanya karena dipukul oleh Tuhan, misalnya Yunus yang mau ke Tarsis, dipukul Allah sampai masuk perut ikan, baru mau bertobat kembali. Kalau tidak dipukul seringkali mereka terus melazatkan hawa nafsunya sampai mabuk, lalu undur dan binasa Pkh 12:1, Luk 5:39.

Kalau mereka mau keluar dari pencobaannya itu sulit, sebab untuk bisa bertobat, mereka harus lebih dahulu sadar dan mengerti bahwa jalannya itu salah dan celaka, baru bisa bertobat sungguh-sungguh.

Kadang-kadang Tuhan harus memberi “shock therapy” supaya orangnya sadar, seperti masuk perut ikan, bangkrut, kematian, celaka, dll.

Ada orang yang pindah keluar kota dan di sana ia undur. Ke gereja hanya kadang-kadang saja. Pada suatu saat, karena diabetes salah satu jari kakinya diamputasi, tiba-tiba  ia “bangun dari tidur” dan  sadar. Dan sekarang ia mau kembali kepada Tuhan.

Tunggu dihajar Tuhan baru kembali. Jadi dihajar Tuhan itu untung, sebab masih mempunyai Bapak yang menghajarnya Ibr 12:6.

2. Orang yang digoda oleh iblis, biasanya kalau jatuh dalam pencobaan, ia juga sudah kedatangan ingin, sebab itu kalau mau bertobat, harus mengambil keputusan yang tegas sungguh2 bertobat, baru bisa dilepaskan seperti Daud dari dosa2 perzinahannya, sehingga sesudah itu ia tidak lagi mau berdosa sekalipun ada kesempatan.

Orang yang sudah kena godaan iblis itu biasanya penuh dengan keinginan2 yang salah. Orang ini juga harus disadarkan supaya bisa lepas dari pencobaannya.

Mana yang sulit antara masuk sendiri atau karena digoda oleh iblis? Tergantung dari fase dosa-dosanya sampai dimana. Lebih dalam tingkat dosanya, tentu lebih sulit menyadarkannya. Orang yang sudah disadarkan itu harus segera mengambil keputusan yang tegas Luk 12:57, maka Tuhan akan menolongnya keluar dari pencobaan. Orang yang keluar dari pencobaan itu lega, tetapi kadang-kadang sudah babak belur.

3. Orang yang diuji akan keluar dari pencobaan pada waktu ia lulus (lulus berarti dalam semua reaksinya ia tidak berbuat dosa!). Kalau mau lulus harus tetap berjalan dalam Roh, sehingga tetap celik dan kuat dan tidak sampai jatuh dalam ujian itu. Ingat orang yang dicobai Tuhan itu biasanya sudah diketahui Tuhan lebih dahulu bahwa ia cukup kuat untuk lulus. Jusuf, Ayub, Daniel dll mereka tetap berjalan dalam Roh dan lulus dalam setiap ujian. Tetapi kalau lengah, keluar dari jalan Tuhan, bisa kalah, jatuh dalam dosa.

Kalau diuji jangan sembarangan, hadapi dengan pimpinan Roh Kudus, tekunlah berdoa kepada Tuhan. Kalau lulus, ia akan keluar dari pencobaan dan mendapat hal-hal yang indah. Kalau gagal, pahit dan harus mengulang lain kali.

III. FAEDAH UJIAN


Di sini juga termasuk pencobaan yang datang pada  orang-orang  benar, tanpa kehendak mereka sendiri.
Mengapa Allah menguji kita? Bukankah Ia sudah tahu  lebih dahulu  bahwa kita akan lulus atau tidak, mengapa Ia merepotkan diriNya  dan menyusahkan umatNya? Yusuf diuji beberapa tahun. Petrus dan  Paulus diuji dengan cara memasukkan mereka ke dalam  penjara dsb.  Mengapa?
Ada maksud-maksud yang indah dalam ujian ini, yaitu:
1. Dimurnikan.


Ujian ini juga menjadi pengolahan dan akan memurnikan sifat-sifat rohani kita, istimewa di dalam segi hidup yang diuji itu. Dalam ujian ini daging harus dimatikan (supaya bisa lulus), sehingga daging makin lemah, dan Roh Kudus bisa bekerja makin kuat dan orang itu makin tumbuh.
Kalau mau lulus ujian, kita harus bisa mengalahkan kejahatan (dosa) dengan kebaikan (taat pada Firman Tuhan dan Roh Kudus) seperti yang tersebut dalam:
Rom 12:21 Janganlah engkau ditewaskan oleh kejahatan, melainkan tewaskanlah kejahatan itu dengan kebajikan. (TL)
Justru dengan demikian kita akan makin tumbuh dan makin dicocokkan dengan Firman Tuhan artinya makin dimurnikan seperti Kristus.
Kalau sudah lulus dari hal dijahati atau dirugikan orang (lulus berarti mau dan bisa mengampuni), maka makin lama kita makin mahir mengampuni, daging makin mati dan sifat-sifat kita dalam segi ini makin murni.
Ada seorang bapak yang memberi hadiah bagi orang yang sering menjengkelkan dia. Anaknya tidak setuju dengan perbuatan ayahnya ini sebab orang itu suka menjengkelkan dan mengganggu keuangan mereka. Si ayah lebih mahir pikul salib daripada si anak. Ayahnya mengingatkan mengapa mereka diberkati Tuhan? Sebab lulus ujian, bisa mengampuni orang lain, termasuk orang yang menjengkelkan itu, sebab daging  dikalahkan, dan Roh Kudus ditaati. Sebab itulah kita diuji supaya menjadi makin kuat, makin meningkat dan makin murni.
Justru dengan ujian itu daging makin dipecahkan dan dimatikan sehingga makin lemah, bisa makin mendekati Golgota atau Tirai untuk makin meningkat kepada kesempurnaan seperti Kristus.
2. Seluruh hidup didewasakan, dimatangkan.


Kita harus tahu mana-mana segi hidup yang banyak kesalahan dan kelemahan-kelemahan. Kadang-kadang  kita tidak sadar di mana saja kekurangan dan kelemahan kita. Justru dengan adanya ujian dan pencobaan, kita menjadi celik bahwa dalam segi-segi itu kita belum atau sudah matang. (Tentu Tuhan sudah tahu lebih dahulu dari kita). Seperti daging korban di atas Mezbah itu diatur dengan garpu gigi 3, dibolak-balik posisinya supaya yang mentah bisa “dibakar sampai matang”, jangan sampai tidak kena api sebab akibatnya segi itu tidak matang, mentah terus, tidak tumbuh. Kalau tidak ada garpu maka yang mentah jadi mentah terus. Begitu juga ke-3 Oknum Allah mengatur dan mengolah kita (tidak ada yang kebetulan bagi umat Tuhan!), supaya segi-segi hidup yang mentah bisa menjadi matang oleh api ujian, sehingga seluruh segi-segi hidup kita menjadi matang. Ada orang yang sudah 10 tahun ikut Tuhan, tetapi dalam kerendahan hati mentah terus. Biasanya Tuhan sudah memberi api dalam segi hidup ini, tetapi ia gagal terus sehingga tetap mentah dalam kerendahan hati. (Ada banyak sebab yang membuatnya tidak bisa lulus dalam pengolahan dan ujian ini!).
Api ujian ini membuatnya mengerti dalam hal-hal apa saja kekurangan dan kelemahannya, sebab Tuhan ingin ia tumbuh dan matang dalam semua segi-segi hidupnya, supaya boleh menjadi seperti Kristus.
3. Ditumbuhkan.

Kadang-kadang  kita sudah puas dan  merasa bahwa rohani kita sudah tinggi.  Padahal kita tidak tahu keadaan kita  sendiri, sampai dimana kita tumbuh.  Seringkali kita lebih mudah tahu  pertumbuhan kita sendiri di dalam  ujian (Allah sudah tahu semuanya dengan  tepat). Ternyata di dalam ujian, kita harus  bergumul setengah mati, hampir-hampir  gagal dan itu menjadi tanda bahwa kita  belum mahir, masih harus meningkat terus  sampai mahir. Dengan demikian kita makin  tepat mengetahui mutu kita sendiri
(mengenali diri sendiri itu sulit, kecuali sudah sempurna 1Kor 13:12).
Orang yang mahir, tanpa banyak pergumulan bisa menang. Dengan demikian kita bisa tahu sampai di mana tingkat rohani kita dan apakah ada kemajuan atau tidak dalam bidang itu!
Jadi, kapankah kita tahu keadaan rohani kita?  Pada waktu ujian! (Juga waktu Roh Kudus menyatakannya dalam doa, dalam Firman Tuhan, dalam persekutuan tubuh Kristus dll).
4. Diberkati (dapat pahala).


Kalau kita memohonkan berkat bagi orang yang sungguh-sungguh beribadah itu baik dan kita mendapat pahala dari Tuhan. Tetapi kalau kita memohonkan berkat (dengan segenap hati) dan memintakan ampun bagi orang yang berdosa kepada kita, kita mendapat pahala berlipat kali ganda.
Orang itu sendiri belum tentu mendapat berkat kecuali ia mau bertobat dari dosa-dosanya. Allah itu hakim yang adil. Kalau sampai habis waktunya ia tidak bertobat, Tuhan justru akan menghukumkannya. Kalau orang itu bertobat dan membereskan dosanya pada kita yang dirugikan, maka Tuhan akan memberkati Dia. Doa syafaat kita bisa memperpanjang kesempatannya, tetapi tidak menghapus dosanya. Kalau orang itu tidak bertobat sampai habis waktunya, ia tetap kena hukuman, tetapi kita yang sudah memberkatinya, tetap diberkati Tuhan. Tidak semua orang bisa mengampuni orang yang berbuat jahat kepadanya. Mendoakan orang yang baik itu semua orang bisa melakukannya, tetapi mendoakan musuhnya supaya diampuni dan diberkati, tidak semua orang bisa, tetapi yang mau akan mendapat pahala yang lebih besar!
Lebih berat ujiannya, lebih tinggi ijazahnya dan lebih besar pahalanya dan Tuhan membawanya dalam rencana ilahi yang lebih tinggi dan lebih indah. Biasanya orang-orang lebih senang kalau ujiannya kecil-kecil, tetapi pahalanya besar-besar; Hakim yang adil tidak bisa memberikannya!.
Dan kalau mendapat ujian yang berat-berat  ia menjadi susah. Opas itu tanggung jawabnya lebih kecil dari direktur, tetapi gajinya juga gaji opas, lebih kecil!
Jangan susah menerima pencobaan yang lebih besar.
Saya hanya 1 kali mendengar ada orang yang bersukacita waktu menerima pencobaan yang besar. Waktu anaknya mengalami sakit yang hebat, orang lain yang melihat juga kasihan. Tetapi orang ini berkata “la… ini ujian saya”, katanya dengan sukacita dan bergairah! Biasanya orang yang mengalami ujian itu berkata “aduh …..!”
Tetapi orang ini lain. Saya sampai heran melihat orang ini.
Jangan takut menghadapi ujian yang lebih besar, asal tetap berjalan dengan Tuhan, pasti lulus! Tuhan sudah tahu lebih dahulu.
Mat 5:11-12 Berbahagialah kamu apabila orang mencela kamu dan menganiaya kamu serta mengumpat kamu dengan dusta oleh sebab Aku. Bersukacitalah kamu sambil bersukaria, sebab besarlah pahalamu di surga; karena sedemikian itu juga segala nabi yang dahulu daripada kamu terkena aniaya.”(TL)
Sebab itu orang-orang  beriman yang mengerti, justru makin gembira mengalami pencobaan-pencobaan yang berat.
Kis 5:41 Maka rasul-rasul itu pun pergilah dari hadapan Majelis itu dengan sukacitanya sebab dibilangkan berlayak menanggung kecelaan karena nama Yesus. (TL)
Bahkan ada yang bisa melompat sukacita.
Luk 6:22-23 Berbahagialah kamu apabila orang membenci kamu, dan apabila orang mengasingkan kamu, dan mencela serta menghinakan nama kamu seolah-olah jahat, oleh sebab Anak manusia. Hendaklah kamu bersukacita melompat-lompat pada hari itu; karena sesungguhnya besar pahalamu di surga; sebab sedemikian itu juga diperbuat oleh orang tua-tuamu ke atas nabi-nabi. (TL)
Seberapa banyak sengsara dan aniaya yang kita terima karena Kristus dan lulus, itu berarti kita ikut juga mengambil bagian dalam sengsara Kristus, sekian banyaknya dan juga ikut mendapat bagian dalam kemuliaanNya yang luar biasa, dan pahalanya berlipat-lipat ganda!
Rom 8:17-18. Tetapi jikalau anak-anak, maka warislah juga, yaitu waris Allah, dan sewaris dengan Kristus, jikalau kita sama merasa sengsara dengan Dia, supaya sama juga kita dipermuliakan. Karena menurut pendapatku, bahwa sengsara yang pada zaman ini tiada berpadan jikalau dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. (TL)
5. Arah, tujuan hidup lebih jelas.


Ujian itu banyak faedahnya. Salah satu faedahnya ialah supaya kita  disadarkan.
Ujian ini biasanya menyentak kita bangun dari tidur atau lalai,  apalagi kalau sedang mabuk dalam kelimpahan duniawi (yang dipikir  terus menerus hanya kelimpahan duniawi). Kadang-kadang Tuhan  memberi hajaran dan atau ujian, supaya sadar bahwa tujuan kita  bukan dalam dunia ini tetapi di dalam sorga!

Maz 119:67 Maka dahulu dari pada aku teraniaya sesatlah aku, tetapi sekarang aku memeliharakan firman-Mu. (TL)
Sebelum tersiksa seringkali orang-orang beriman tidak sadar, baru sesudah tersiksa mereka bisa melihat tujuan hidupnya dengan jelas, tidak lagi tersesat.

2Kor 5:2 Karena itulah sebabnya kami mengeluh di sini serta rindu hendak bersalut dengan rumah kami yang dari surga itu. (TL)
Dengan banyak ujian, apalagi yang berat, pasti tidak lupa dengan rumah Bapa di sorga yang sangat indah. Jangan berkecil hati dalam ujian, ingatlah rumah Bapa, tetapi hadapilah dengan sungguh-sungguh  dalam pimpinan Roh Kudus dan Firman Tuhan semua ujian yang datang, sampai lulus setiap kali.
6. Supaya segala segi hidup kita disempurnakan.

Hidup ini terdiri dari banyak segi. Kadang-kadang  kita lupa akan beberapa segi hidup kita, sampai  tiba-tiba timbul ujian, baru kita sadar dan mulai  belajar dan memperbaiki dan meningkatkan segi-segi  tersbbut. Sempurna seperti Kristus itu berarti  sempurna dalam segala segi. Ingat ujian itu tidak  kebetulan jatuh pada kita, juga dalam segi-segi hidup  tertentu, lebih-lebih ujian dalam segi-segi hidup yang  lemah, itu sakit, pahit, tetapi sangat berfaedah untuk  lekas meningkatkan rohani kita, istimewa dalam segi-  segi  yang lemah itu.
Hidup ini terdiri dari banyak segi. Kadang-kadang  kita lupa akan beberapa segi hidup kita, sampai  tiba-tiba timbul ujian, baru kita sadar dan mulai  belajar dan memperbaiki dan meningkatkan segi-segi  tersebut. Sempurna seperti Kristus itu berarti sempurna dalam segala segi. Ingat ujian itu tidak kebetulan jatuh pada kita, juga dalam segi-segi hidup tertentu, lebih-lebih ujian dalam segi-segi hidup yang lemah, itu sakit, pahit, tetapi sangat berfaedah untuk lekas meningkatkan rohani kita, istimewa dalam segi-segi yang lemah itu.
Jadi faedah ujian itu banyak sekali yaitu untuk:

1. Dimurnikan.

2. Dimatangkan.

3. Ditumbuhkan.

4. Diberkati (dapat pahala).

5. Diarahkan.

6. Disempurnakan.

Enam faedah dari ujian dan pencobaan itu sangat besar, apalagi kalau waktunya hampir habis. Sebab Sorga adalah tempat yang jelek untuk pengolahan dan ujian.
Dunia jauh lebih bagus dan lebih baik dari sorga untuk tempat sekolah (pengolahan) dan ujian. Juga masih di dunia, di negeri-negeri tertentu ada lebih banyak aniaya dan kesukaran yang ditanggung orang Kristen karena Kristus. Tempat-tempat itu menjadi sekolah yang bagus bagi pertumbuhan iman. Sebab itu kalau terjadi ujian-ujian  yang berat jangan lekas mengeluh, tetapi bersyukurlah sebab kita masuk sekolah yang bagus (bukan sekolah pinggiran), tetapi tetap hati-hati  supaya menang dalam ujian. Jangan bersungut-sungut, itu bodoh (bodoh, sebab tidak sadar bahwa ia sudah masuk sekolah yang baik) dan lagipula orang yang bersungut-sungut itu masuk perangkap setan sehingga cepat binasa 1Kor 10:10.
Orang yang kena pukul, menderita, pahit,  rugi dll karena Kristus, kalau ia bisa bersyukur dan tidak bereaksi dosa, maka penderitaannya itu menjadi mahkotanya untuk kekal di Surga.
Orang-orang seperti ini menang, lulus dan itu menjadi mahkotanya.
Yak 1:12 Berbahagialah orang yang sabar menanggung pencobaan, karena sesudah ia tahan uji, ia akan menerima kelak makota hidup, yang dijanjikan Allah kepada segala orang yang mengasihi Dia. (TL)
Kalau segala segi kita diuji maka kita akan tumbuh sampai menjadi sempurna.

IV. BILAKAH PENCOBAAN DAN UJIAN ITU DATANG?

Sebetulnya Tuhan sudah mempunyai jadwal atau paling tidak disesuaikan dengan keadaan kita, yaitu:
A. Kalau ada dosa, hajaran dari Tuhan datang, lambat atau cepat.
B. Kalau keadaannya suam, biasanya ini karena hati bercabang atau ada keinginan-keinginan dosa bercokol dan tidak dibuang, maka sesudah sampai saat yang tepat Tuhan izinkan godaan-godaan atau pencobaan datang mengolahnya.
C. Kalau tetap hidup benar, maka Tuhan kirimkan ujian supaya bisa tumbuh lebih cepat dan lebih efektif.
Jadi datangnya pencobaan dan ujian itu tidak kebetulan, semua itu ada sebabnya, bahkan ada jadwalnya, kalau bisa dalam waktu yang diberikan Tuhan (yaitu sepanjang hidup kita di dunia) kita sudah bisa diolah sampai sempurna.
Lebih banyak ujian dan terus lulus berarti rohani kita makin maju. Bahkan supaya lebih lekas tumbuh, Tuhan beri lebih banyak ujian.
Israel sebetulnya bisa berjalan langsung dari Mesir sampai Kanaan. Tetapi meskipun jarak itu lebih pendek, Tuhan memimpin dalam jalan yang lebih panjang, sebab jarak pendek itu ujiannya lebih berat, mereka harus mengalami peperangan yang besar-besar dengan orang Filistin. Tuhan tahu bahwa Israel tidak akan sanggup, sebab itu dipimpinNya dalam jalan yang lebih panjang, tetapi lebih ringan dan ujiannya lebih sedikit.
Kel 13:17 Bermula, maka jadi setelah sudah diberi Firaun orang banyak itu pergi, maka dihantar Allah akan mereka itu bukan pada jalan ke negeri orang Filistin, jikalau ia itu dekat sekalipun, karena firman Allah: Kalau-kalau orang banyak itu menyesal apabila dilihatnya perang, lalu mereka itu kembali ke Mesir. (TL)
Kel 13:18 Melainkan dihantar Allah akan orang banyak itu pada simpangan jalan yang menuju ke padang belantara laut Kolzom. Maka bani Israel itupun berjalanlah keluar dari negeri Mesir dengan lima tentaranya. (TL)
Jarak Mesir ke Kanaan itu dekat. Kalau kita berangkat dengan mobil dari Gaza  (Israel) jam 12.00, maka jam 17.00 kita sudah sampai di Mesir. Kalau jalan kaki mungkin 3 hari sudah sampai. Tuhan  sengaja memimpin Israel pada jalan yang memutar,  lebih panjang, tetapi ujiannya itu jauh lebih ringan.
Sebab itu tergantung dari kita, mau ujian yang ringan atau yang berat, jalan yang pendek atau yang panjang. Tuhan itu tidak pernah keliru apalagi ngawur. Dia tahu kemampuan kita.

1Kor 10:13 Karena hanya pencobaan yang lazim kepada manusia sudah berlaku atas kamu. Tetapi Allah itu setiawan, yang tiada membiarkan kamu dicobai lebih daripada kekuatanmu, melainkan dengan pencobaan itu Ia akan mengadakan suatu jalan kelepasan, supaya cakap kamu menahannya. (TL)
Kalau Tuhan memberi ujian, sekalipun kelihatannya berat tetapi Tuhan sudah tahu bahwa orang itu sanggup. (Kalau tidak sanggup pasti ditunda dahulu, sampai sanggup) Sebab itu jangan ber-sungut-sungut, jangan kecil hati kalau melihat ujian. Tuhan sudah menyediakan hal-hal yang lebih indah. Tuhan sudah menyediakan jalan kelepasannya. Kalau Tuhan yang bekerja, itu sudah “all in”. Semua segi sudah diperhitungkanNya baik-baik. Sebab  itu kalau kita mendapat ujian bersyukurlah.
Jadi kalau sudah kuat, baru diizinkan diuji lebih sering dan lebih berat. Tuhan ingin  supaya kita tumbuh lebih cepat kalau sudah lebih kuat atau lebih matang, sebab waktu kita sangat terbatas. Betapa untung kalau kita boleh mengalami ujian, apalagi lebih sering, sebab itu berarti Tuhan sedang menumbuhkan kita dengan cepat dan itu erat hubungannya dengan kemuliaan dan pahala yang besar dan kekal.

Banyak orang kalau diuji mengeluh “aduh…” tetapi kalau diberkati, dengan spontan menyambut: “puji Tuhan”.
Maukah kita dan mampukah kita bersyukur kepada Tuhan pada waktu menerima ujian? Juga dalam ujian-ujian yang lebih sering dan lebih berat ?

V. SIKAP WAKTU MENGHADAPI UJIAN

Kalau sewaktu masuk pencobaan menjadi mabuk, terjerat hawa nafsu dan ditipu iblis, harus bertobat dan mau menyangkal daging, supaya jangan dibantai iblis di dalam perangkapnya.
Kalau kita mengalami suatu pencobaan, hendaklah kita perhatikan hal berikut:
1. Siapa yang menyebabkannya, yang ada dibelakang pencobaan ini?

a) Masuk sendiri sebab ditarik oleh hawa nafsunya.

b) Didorong iblis.

c) Diuji Allah, kita tidak berbuat dosa, tahu-tahu mengalaminya.

Sikap yang betul dalam setiap macam pencobaan ini berbeda, sebab itu kita harus tahu sebabnya.

a) Kalau masuk sendiri, harus mau bertobat, lalu minta ampun, baru Tuhan bisa menolong.

b) Kalau ditipu iblis, harus sadar dan minta ampun dan baru minta tolong Tuhan supaya lepas dari pencobaan.

c) Kalau diuji, bersyukurlah dan tetap tinggal dalam hadirat Tuhan, dipimpin Roh dan hadapi baik-baik pencobaan sesuai dengan pimpinan Roh yaitu sesuai dengan Firman Tuhan sampai menang = lulus.

2. Pencobaan itu tidak lebih dari kekuatan kita, pasti, 1Kor 10:13. Tuhan tidak pernah salah; itu berarti bahwa kalau kita berjalan dengan Tuhan, kita pasti menang, bisa mengalahkan pencobaan ini, sebab pencobaan ini tidak lebih dari kekuatan kita. Kalau kita belum cukup kuat, pasti ditunda. Maju terus, dengan Tuhan pasti menang.
3. Penuh dan dipimpin Roh. Banyak berdoa dalam Roh, tambah Firman Tuhan, bersekutu dengan saudara-saudara seiman dan minta didoakan dan dikuatkan, setia ibadah dan pelayanan (jangan malah dikurangi, bisa terpisah dari Tuhan dan ditipu setan). Orang yang dipimpin Roh itu selalu hidup dalam kesucian, sejahtera, terus berdoa dalam Roh, terus memelihara  hubungan dengan Tuhan sehingga selalu awas (berjaga-jaga), sebab Roh Kudus yang memimpin kita sehingga bisa selalu awas, tidak pernah lengah dan kalau ada apa-apa, pasti Dia akan mengingatkankita, sehingga ia tidak akan terjerat rayuan dan tipu daya iblis! Dengan Tuhan kita pasti menang. Berjalan dalam Roh itu seperti berjalan dalam Ruangan Suci dengan ketiga alat itu, pasti kuat, indah dan pasti menang.
4. Ingat semua faedah ujian, itu menguatkan. Ujian yang didatangkan Tuhan kepada kita itu tidak sia2, untuk memberikan faedahnya (kalau kita lulus!). Kalau kita gagal, akibatnya banyak celaka, kerusakan dan kepahitan. Harus lulus, jangan sampai kena pencobaan, gagal!
5. Jalan kemenangan = ril Tuhan. Tuhan mengizinkan ujian itu supaya kita menang, dan kita betul-betul berjalan  dengan Tuhan, pasti menang. Hidup dalam kemenangan itu sangat indah sebab sesudah menang ada kenaikan tingkat Yak 1:12, ada pahala, ada sukacita, bahkan kita akan mengalami rencana Allah yang indah2 (stasiun2 kejutan). Jangan sampai kalah dan celaka, itu keluar dari rencana Allah! Jalan kemenangan itu sangat ideal, indah dan penuh sukacita, sebaliknya kalau kalah, itu sangat pahit, dukacita, dosa bermunculan dan makin menjerat, akhirnya bisa undur dan binasa.
Dengan Tuhan tidak terlalu berat, kita bisa maju terus sampai nafas terakhir.
Nyanyian:
Salib hentar aku t’rus.
Salib hentar aku t’rus.
Masuk sorga s’nang,
Rumah yang senang….
Sa…lib hentar aku t’rus