Stand 3: Pembagian Umur

Stand 3: Pembagian Umur



Maz 127:4 Seperti anak panah ditangan pahlawan, begitulah anak-anak dimasa muda.
 
Orang yang mengerti pendidikan anak dari Alkitab dan dipimpin Roh Kudus itu bisa mendidik anak-anaknya seperti panah yang diarahkan kepada sasaran yang tepat, yaitu menjadi selamat dan mulia di dalam Surga.

I. PEMBAGIAN PRAKTIS UMUR ANAK-ANAK

 
1.Prenatal (di dalam kan-dungan ibu)  masa persiapan orang tua dan hubungan dalam Roh Luk 1:44.
 
2. Bayi = 0-1 tahun (0) -> Masa mengenali orang tua, keluarga, dan sekitarnya, dan menjalin hubungan kasih.
 
3. Balita = 1-5 tahun (TK) -> Masa paling subur, milik orang tuanya untuk mem-bentuk anak itu.
 
4. Kanak-kanak = 5-12 tahun (SD) -> Masa mengenali dunia sekitarnya, tetapi masih termasuk masa subur.
 
5. Remaja = 12-17 tahun (SMP, SMA) -> Masa per-alihan, pancaroba, masa sulit.
 
6.Pemuda = 17-24 tahun (Fakultas) -> Masa persiapan terakhir untuk menjadi dewasa.
 
7. Dewasa = 24-70 (Kerja)       -> Masa dewasa.
 
8. Tua = 70 tahun ke atas  (Pensiun) -> Masa tua.

II. FAEDAH MENGERTI PEMBAGIAN UMUR

 
1. Supaya mengerti ciri-ciri khas dari setiap umur.
2. Supaya dapat mendidik dan mempersiapkan anak-anak dengan baik sesuai  dengan umurnya, sehingga bisa tumbuh menjadi seperti Kristus.
3. Supaya bisa memberi materi Pendidikan Anak (PN) sesuai dengan umurnya.
4. Supaya bisa memakai setiap kesempatan yang khusus dari umur-umur itu, sebab kesempatan itu tidak akan kembali lagi.

III.PERBEDAAN MASA KANAK-KANAK DAN BINATANG:

Binatang:

1. Hanya memerlukan masa kanak-kanak yang sing-kat untuk menjadi dewasa. Misalnya: Ayam hanya membutuhkan waktu 2 bulan = sekitar 8% dari masa hidupnya, Anjing hanya membutuhkan waktu 1 tahun = sekitar 7% dari masa hidupnya.
Mengapa Tuhan menciptakan masa kanak-kanak binatang begitu pendek?
a.Binatang tidak mempunyai roh, setelah mati mereka habis, lenyap untuk selama-lamanya, tidak ada Surga atau neraka baginya, karena itu anak binatang tidak membutuhkan waktu lama untuk mendidik tabiatnya, cukup untuk menjadi dewasa secara jasmani dan naluri.
b.Binatang-binatang tidak menghadapi tantangan atau godaan seperti manusia. Misalnya: Ayam tidak perlu mendidik anaknya berpa-kaian sopan atau anjing tidak perlu mendidik anak anjing untuk hidup suci sebelum nikah, dsb.

Manusia:

1. Masa kanak-kanak mem-butuhkan waktu kurang lebih 24 tahun untuk menjadi dewasa. Jadi butuh sekitar 25% dari masa hidupnya.
2. Mengapa perlu waktu yang panjang? Karena manusia memerlukan pendidikan rohani, sebab manusia, pribadinya itulah rohnya yang kekal, yang bisa tumbuh dalam dua kemungkinan saja, yaitu menjadi seperti Allah (karena yang percaya kepada Tuhan Yesus) atau menjadi seperti iblis, itulah hamba dosa, hidup dalam dosa (sedikit atau banyak). Untuk bisa menjadi seperti Kristus, manusia akan menghadapi banyak tantangan dan godaan yang berat, karena itu selain lahir baru, ia membutuhkan waktu yang banyak untuk dididik dengan Firman Tuhan dan pertolongan Roh Kudus.
Bayangkan kalau masa kanak-kanak manusia pendek seperti binatang hanya 7% dari umurnya (80 tahun), itu berarti umur 6 tahun manusia sudah harus menjadi dewasa! Pasti ia tidak sempat dididik dan hidupnya menjadi seperti binatang, egois, semaunya sendiri, tidak tahu aturan dst, sehingga hidupnya penuh dengan dosa, maka dunia akan lekas menjadi neraka! Sebab itulah masa kanak-kanak pada manusia itu panjang sekali, 25% dari umur hidupnya, dibandingkan de- ngan binatang yang hanya rata-rata 5-6%.
 

IV. PERBEDAAN MASA KANAK-KANAK ORANG BERIMAN DAN ORANG BIASA.

Anak orang beriman:
1.  Anak-anak ini disucikan di dalam orangtuanya (1Kor 7:14).
2. Orang beriman yang mendidik anaknya, dibantu Roh Kudus, sebab mereka milik Allah.
3. Anak orang beriman yang dididik dengan Firman Tuhan dan pertolongan Roh Kudus sejak kecil; Allah bekerja dalam hidupnya sehingga mengalami rencana Allah yang indah-indah baginya, seperti Yusuf, Putra manusia Yesus, Timotius dsb.
Anak orang biasa:
1. Anak-anak ini masih menjadi hamba dosa, seperti orang tuanya, sebab belum ditebus dari tangan iblis. Rom 6:17; 7:14.
2. Anak-anak ini meskipun dididik dengan baik, dan menjadi orang “baik”, tetap adalah orang lama yaitu orang berdosa di mata Tuhan. Orang berdosa yang baik itu hanya seperti kain larah di hadapan Tuhan Yes 64:6.
3. Andaikata anak-anak ini menjadi orang besar di dunia, tanpa Tuhan Yesus, kalau mati tetap masuk ke neraka, tidak berarti, sia-sia, seperti binatang Maz 49:13,18.

V. MASA SUBUR SEPANJANG UMUR ANAK-ANAK (istimewa untuk orangtua).

 
1. Masa paling subur adalah masa usia 0-5 tahun, untuk menanamkan benih-benih Firman Tuhan.
2. Dalam masa sekolah atau masa kanak-kanak pengaruh orang tua mulai berkurang karena mulai ada pengaruh dari dunia luar, istimewa dari sekolah, guru, teman dll.
3. Masa subur selanjutnya tergantung dari berapa baik orang tua menggunakan masa subur waktu balita, kalau anak-anak tetap percaya pada orangtuanya, berkurangnya masa subur itu tak terlalu banyak. Sebab itu orang tua harus bisa memakai masa-masa subur anaknya dengan sebaik-baiknya, dengan mendidik anak dan mengarahkannya kepada Tuhan.

VI. MAKAN HATI MENURUT UMUR.

1. Makin kecil si anak, makin kecil problemnya, seolah-olah tidak ada “durinya”, ini kesempatan untuk menaburi tanah hatinya.
2. Makin besar anaknya, tabiat daging muncul makin jelas, dan kedagingan ini membuat anak itu makin makan hati.
3. Juga pengaruh pergaulan, dunia, iblis dan sikon bisa membuat anak-anak ini lebih makan hati. Kalau anak-anak ini tumbuh dalam pe-ngertian-pengertian Firman Tuhan dan diajar pikul salib, maka dengan pertolongan Tuhan dan Roh Kudus, “makan hati” ini bisa ditekan.
4. Jangan hanya memarahi anak yang mulai mem-berontak, tapi bantulah anak itu supaya mereka bisa mengalahkan tabiat daging dengan pertolongan Kristus. Ajak berdoa, penuh dan dipimpin Roh Kudus, maka mereka akan mempunyai kuasa untuk mematikan protes daging dan mem-punyai kesukaan Roh yang lebih besar.

VII. YANG BOLEH DAN YANG DILARANG.

 
1. Pada saat baru lahir, tidak ada larangan sama sekali.
2. Waktu umurnya mulai bertambah, mulai ada sedikit larangan dan makin besar makin banyak larangan yang diperlukan untuk mendidiknya.
3. Jelaskan pada anak-anak, bahwa ini adalah peng-olahan yang normal sesuai dengan pertambahan umurnya.
4. Didik dan doakan baik-baik supaya ia tahu apa saja yang boleh dan apa yang dilarang dan ia bisa menerima larangan-larangan yang bertambah banyak.

VIII. BERAPA BANYAK ANAK TERGANTUNG DARI ORANG TUA ?

 
1. Ketika baru lahir, bayi tergantung 100% pada orang tuanya.
2. Dengan bertambahnya umur, ketergantungan kepada orangtuanya mulai berkurang sampai akhirnya ia bisa lepas dari orang tuanya, yaitu bisa berdiri sendiri, istimewa sesudah menikah Mat 19:5.
3. Didik anak agar mempunyai iman yang kuat supaya ia bisa bersandar pada Firman Tuhan sehingga bisa berdiri teguh di atas batu karang Kristus dengan pertolongan Roh Kudus (Mat 7:24-28).

IX. KEDEKATAN ANTARA ANAK DAN ORANGTUA

1. Usia 0-5 tahun, hubungan anak dengan orang tua sangat dekat dan tak bisa dipisahkan.
2. Usia 5-12 tahun, mulai ada orang lain yang masuk dan bisa mempengaruhi serta mengambil hati dan perhatian anak ini sehingga kedekatan anak dan orang tua mulai terpengaruh.
3. Usia 12-17 tahun, kedekatan orang tua dan anak berkurang karena sekolah, pergaulan, peker-jaan orang tua dan lain-lain yang menghabiskan waktu sehingga persekutuan anak dan orangtua berkurang. Perlu ada waktu-waktu untuk bersekutu dan berdoa ber-sama-sama secara teratur, sehingga tetap ada hu-bungan yang akrab dan baik antara anak dan orang tua.
4. Usia 17-25 tahun, hu-bungan anak dan orangtua tergantung dari banyak hal dan harus diusahakan supaya tetap ada hubungan batin yang baik antara anak dan orang tua.
5. Kalau semua ada di dalam Kristus, pasti akan tetap ada persekutuan dan kedekatan yang terbaik.

X. MASA SULIT DALAM PERTUMBUHAN ANAK-ANAK

 
1. Biasanya semua bayi itu lucu dan tidak ada persoalan dengan tabiatnya, semua orang tua terhibur dan bersukacita.
2. Tapi waktu anak bertambah besar, tabiat dagingnya makin nyata apalagi kalau ditambah pergaulan yang jahat dari setan, dunia dan orang-orang lain, lebih-lebih kalau orang tuanya tidak mendidik baik-baik. Ini bisa menimbulkan masa-masa sulit yang bisa merusak si anak. Makin banyak umurnya, makin banyak masa sulit dan gawat, istimewa sesudah puber.
3. Kalau tidak dipersiapkan dengan baik, mereka tidak tahan, bisa jatuh dan tenggelam dalam dosa dan akhirnya melayang ke Neraka.

XI. REAKSI PENOLAKAN DARI ANAK-ANAK

 
Penolakan, berarti anak itu ragu-ragu, tidak percaya, tidak mau menerima apa yang dikatakan atau diajarkan kepadanya.
1. Tingkat kesuburan kanak-kanak itu berbeda-beda, tergantung dari reaksi penolakan si anak.
2. Penolakan itu datang dari logika, tabiat daging, pergaulan, iblis dan pe-ngaruh dunia ini.
3. Selama masa subur, tak ada penolakan, pergunakan kesempatan sebaik-baiknya untuk menabur, memberi contoh, mendoakan dan membawa anak itu makin dekat pada Tuhan.
Tabel penolakan pada anak-anak itu kurang lebih seperti ini:
0-5 tahun. Penolakan 0%, tidak ada penolakan, semua diterima dan dipercayai si anak.
5-12 tahun. Penolakan 0-30%, mulai ada penolakan yang nyata.
12-18 tahun. Penolakan 20-70%, penolakan bisa lebih banyak, tergantung dari berapa banyak pendidikan rohani yang sudah masuk dan juga dipengaruhi sikap orang tua serta hikmat dan kuasa Allah yang dimilikinya.
> 18 tahun. Penolakan. Tidak tentu, tergantung dari banyak faktor.

XII. BILA ANAK BISA DILEPAS DARI ORANG TUA?

 
1. Kalau anak sudah bisa berdiri sendiri dengan teguh di atas batu karang Kristus. Biasanya ini terjadi sesudah dewasa.
2. Orang yang menikah itu seharusnya sudah matang secara jasmani dan rohani, dan pada waktu itu ia bisa meninggalkan ibu bapaknya (Mat 19:5). Mengapa sesudah menikah? Sebab bantuan orang tua untuk menentukan jodoh yang tepat (dari Tuhan) itu sangat penting, sebab itu me-nentukan seluruh hidup yang akan datang dari anak itu.
3.Tetapi walaupun sudah menikah, kalau anak itu bersalah/ berdosa, orang tua tetap terbeban untuk menasehati atau menegur anak-anaknya, karena untuk orang lainpun ia harus berbuat baik, apalagi untuk anak-anaknya sendiri Yak 4:17.
4. Imam Eli ikut bersalah dan dihukum karena tidak mau menegur anak-anaknya yang hidup dalam dosa 1Sam 3:11-13.

XIII. KESIMPULAN

1. Orang tua bertanggung-jawab untuk membawa anak-anaknya kepada Kristus.
2. Orang tua harus bisa memakai seluruh masa anak-anaknya ini seperti seorang pahlawan yang mengarahkan anak panahnya kepada sasaran yang tepat, yaitu masuk ke dalam kerajaan Surga dan mencapai tingkat yang setinggi mungkin.