M3372 – 2 Raja-raja 6:8-12 Dipimpin dan Dicegah Oleh Roh

Dalam peristiwa ini raja Israel secara jasmani dicegah dari celaka oleh Roh Kudus. Ini juga bisa terjadi secara rohani. Hasilnya gilang gemilang.

PRINSIP

  1. Periksa diri, jangan sampai ada dosa, kalau ada segera dibersihkan. Juga diperiksa dan dibersihkan dari kemungkinan dosa oleh Firman Tuhan, doa, dan pelayanan.
  2. Dalam segala hal jangan bereaksi dosa, tetap bereaksi benar sesuai Firman Tuhan.
  3. Melakukan kehendak Allah dalam pimpinan Roh.
  4. Lekat dengan Tuhan yaitu dalam Firman Tuhan, doa, persekutuan, ibadah dan pelayanan.

Kalau ini kita kerjakan, ini mencegah kita dari mengalami peristiwa-peristiwa celaka dan kejatuhan, dan Roh memimpin kita untuk melakukan kehendak Tuhan Mat 7:21 sehingga kita tumbuh dan mencapai rencana Allah yang indah-indah.
Banyak orang yang mengerti melaksanakan hal ini yaitu: Abraham, Yusuf, Daniel, Daud, Musa, Elia, Elisa dll sehingga mereka bisa menikmati hidup yang terbaik. Memang masih ada kekurangan diantara mereka, misalnya Daud, dan itu mempengaruhi hasil terakhir yang dicapainya, tetapi masih indah, apalagi kalau seperti Yusuf, Musa yang terus berusaha memakai prinsip ini sehingga mendekati kesempurnaan. Sangat indah. Kita akan melihatnya satu per satu.

I. MEMERIKSA DIRI Maz 139:23-24

Kekristenan itu adalah kerja sama penyelamatan antara Allah dan manusia yang mau percaya. Sebab itu kalau kita memeriksa diri dengan Roh Kudus itu mudah sekali, sebab Roh Kudus tahu semua dengan lengkap, bahkan yang akan datang, yang belum terjadipun Dia tahu, sebab Dia Allah Rom 8:29 TL, KJV. Sebab itu kalau minta tolong Dia untuk memeriksa diri kita, kita bisa langsung menemukan semua dosa. Asal kita mau memeriksa diri dan bertobat, disucikan dengan sungguh,  pasti Roh Kudus akan memberitahu, sebab ini adalah kehendak dan kerinduan Roh Kudus. Bisa melihat dosa dalam diri kita itu sangat menguntungkan, seperti penjinak bom menemukan bom yang akan meledak lalu diamankan. Sebab dosa itu pasti tumbuh Ams 6:26-33 dan satu kali kelak meledak sehingga menimbulkan cacat dan kerusakan, siksaan dan kerugian yang besar Ams 8:36, Pkh 9:18. Bahkan upah dosa itu maut, neraka kekal kalau tidak mau bertobat! Rom 6:23. Sekarang ada banyak alat untuk memeriksa isi otak, jantung, paru-paru, hati, usus dll dengan teliti, padahal organ itu tidak bisa dilihat dan dijamah, itu sangat menguntungkan. Begitu Roh Kudus bisa menolong kita untuk menemukan dosa-dosa yang tersembunyi dan Ia sanggup melepaskan orang yang mau percaya dari dosa dan kalau kita menjadi bersih itu untung besar. Ada dua penyucian yaitu:

  1. Dari dosa-dosa yang ada, itu harus diakui dan dibereskan dan kalau orangnya bertobat, dosa tu bisa dihapus dengan darah Yesus sampai hilang.
  2. Dari dosa-dosa yang belum ada, tetapi sangat mungkin bisa terjadi yaitu dengan:
    1. Firman Tuhan Maz 119:11, 1Pet 1:2 bisa mencegah kita tidak sampai berdosa, misalnya kalau mengerti Ams 22:3, kita menjauhkan diri dari yang jahat, maka tidak sampai jatuh dalam dosa. Daud banyak ditegahkan dari berbuat dosa, misalnya tidak sampai membalas Saul sebab ingat Firman Tuhan Maz 105:15, sebab itu ia tidak sampai berdosa 1Sam 24:7. Tetapi ada yang kelewatan waktu berdosa dengan Betsyeba. Sebetulnya kalau mau memperhatikan Firman Tuhan, ia tidak sampai menderita begitu pahit.
    2. Roh Kudus menyucikan kita 1Pet 1:2 sehingga tidak sampai berdosa. Waktu Daud hendak membunuh Nabal, Abigail datang dan Roh Kudus bicara dalam hatinya sehingga ia batal dan tidak sampai berdosa 1Sam 25:39. Ada banyak dosa yang bisa dicegah kalau kita terus hidup dipimpin Roh.
    3. Pelayanan 2Tim 2:20-21. Dalam pelayanan ada banyak pengolahan, banyak pencobaan, kalau kita menang, kita tumbuh dalam penyucian yang lebih tinggi.

Kalau kita sendirian melawan setan, setan lebih pintar dari manusia sehingga ajakan atau tawaran yang tampaknya biasa-biasa bahkan rohani, waktu dikerjakan, tahu-tahu menjerat dalam dosa. Tetapi Roh Kudus tahu dengan teliti siasat iblis, menyatakan pada kita dengan Firman-Nya, dengan suara Roh, supaya kita tidak terkena siasatnya dan tidak sampai jatuh dalam dosa. Jadi kalau kita memeriksa diri dengan pertolongan Roh Kudus dan Firman Tuhan, juga dengan nasehat-nasehat dari tubuh Kristus, itu bisa mencegah kita daripada masuk jerat iblis sehingga tidak sampai berdosa. Dengan demikian kita bisa dilepaskan dari banyak celaka dan kerusakan kalau kita tidak sampai berdosa.
Tuhan sanggup menegahkan dari kerugian-kerugian jasmani, misalnya seorang sebab beli tahu goreng di stasiun dan karena mengejar uang kembali, ia turun dari kereta api dan tertinggal, tetapi dengan demikian ia selamat dan dicegah oleh Tuhan dari kecelakaan kereta api. Mula-mula ia marah sebab tertinggal tetapi kemudian ia bersyukur sebab dicegah Tuhan dari kecelakaan kereta api yang dahsyat. Ada orang menjual tanah batal, ia sangat sedih, tetapi kemudian berdoa lewat beberapa bulan tanahnya laku dengan harga hampir 1,5 kali lipat dan ia bersyukur sebab dahulu transaksinya dicegah Tuhan. Secara jasmani Roh Kudus bisa mencegah kita dari celaka dahsyat, lebih2 secara rohani Ia mencegah kita dari kerusakan rohani kalau jatuh dalam dosa, sehingga kita bisa tinggal tetap dalam kesucian, itu indah.

II. BERTEKUN DALAM KESUCIAN

Tidak bereaksi dosa meskipun dijahati Rom 12:21. Kita tidak mungkin bisa menghindari bermacam-macam pencobaan dan ujian dalam hidup ini. Semua itu tidak kebetulan tetapi menjadi pengolahan dan ujian bagi kita supaya kita tumbuh dan tetap dalam kesucian sehingga rencana Allah yang indah-indah bisa jadi dalam hidup kita. Kalau timbul dosa, setan yang masuk dan bekerja, rencana Allah batal, rencana iblis yang jadi, itu celaka besar!

III. MELAKUKAN KEHENDAK ALLAH Mat 7:21-23

Kita diangkat menjadi anak-anak Allah itu bukan untuk menjadi pengangguran Yoh 1:12, tetapi supaya kita semua melakukan kehendak Allah yaitu menjadi garam dan terang dunia Mat 5:13-16 menyelamatkan semua orang di sekitar kita Luk 10:27. Tentu kita perlu minta pimpinan Roh Kudus, sebab orang yang malas dan tidak cinta Tuhan tidak bisa melihat pelayanan apapun yang bisa dikerjakan Mat 20:6 sehingga menjadi pengangguran seumur hidupnya. Lakukanlah suatu kehendak Tuhan dan justru di situ kita masuk dalam rencana Allah dalam hidup kita. Daud disuruh orang tuanya mengantar perbekalan kepada saudara-saudaranya, sebagai anak ia taat, tetapi justru disitu ia masuk dalam rencana Allah yang indah. Juga Yusuf disuruh melihat saudara-saudaranya menggembalakan, di situ ia tertangkap dan “celaka” tetapi itulah permulaan rencana Allah yang sangat besar baginya. Taatlah menurut Firman Tuhan, lakukan kehendak-Nya di dalam sekolah, pekerjaan, rumah tangga dll, sebab lewat “jalan-jalan yang biasa ini” Tuhan membawa kita dalam rencana Allah yang indah-indah. Ini membuat rencana-Nya jadi dalam hidup kita. Tidak ada yang kebetulan Mat 10:30, yang penting hidup dipimpin Roh, sebab dari hal-hal kecil bisa keluar hal-hal besar yang tidak pernah timbul dalam hati dan pikiran kita 1Kor 2:9. Kita tidak perlu mengejar hal-hal besar Yer 45:5, tetapi rindulah memperkenankan Tuhan dan di sini rencana Allah bisa dimulai dan diteruskan. Petrus bertemu Tuhan Yesus dalam kegagalan semalam suntuk mencari ikan, tetapi waktu ia menuruti permintaan Tuhan Yesus itu menjadi permulaan yang heran. Sekalipun Yunus masuk perut ikan tetapi kalau mau bertobat sungguh-sungguh, ia diampuni dan masih mengalami sisa-sisa dari rencana Tuhan bagi hidupnya. Dalam setiap orang Tuhan mempunyai rencana yang indah, mulia sampai kekal, tetapi semua ini di dalam kesucian dan ketaatan. Begitu indah kalau kita masuk dalam rencana Allah yang heran untuk kekal. Kita tidak tahu apa-apa, tetapi belajarlah memperkenankan Tuhan, bukan mencari-cari perkara besar, itu lain jalurnya Yer 45:5.
Orang yang mencari-cari perkara besar itu akan direndahkan Tuhan, tetapi orang yang memperkenankan Tuhan akan masuk dalam rencana Allah yang indah.
Jadi melakukan kehendak Allah itu tidak sia-sia dan bukannya tanpa arah. Allah sangat teratur dan semua direncanakan dengan teliti; bahkan sejak awal dunia ini Ef 1:4. Lakukanlah kehendak Allah, sekalipun yang kecil dan tidak berarti itu besar artinya untuk kekal. Untuk setiap anggota tubuh Kristus, Allah sudah membuat rencana yang teliti; rencana itu ada! Jangan nganggur sepanjang hidup Mat 20:6 itu betul-betul hidup yang sia-sia, semua rencana Allah yang indah-indah baginya batal!
Yang sudah membuang waktu, apa boleh buat, kesempatan sudah lalu, tetapi berubahlah, mulailah berjalan dengan Allah, pakailah sisa-sisa kesempatan yang ada, hasilnya masih ada sedikit-sedikit. Kalau dari permulaan berjalan dengan Tuhan, hasilnya akan luar biasa seperti Nuh jalan dengan Allah Kej 6:9,22. (Sayang sesudah sukses ia mabuk anggur, hidupnya menjadi kosong padahal Tuhan masih mempunyai planning yang indah untuk diteruskan sampai sempurna tetapi semua itu hilang karna terbuai sukses dan anggur sukses!).

IV. LEKAT DENGAN TUHAN

Yaitu dalam Firman Tuhan, doa, persekutuan tubuh Kristus, ibadah dan pelayanan Yoh 15:5. Lekatlah dengan Tuhan baik tidur, baik jaga 1Tes 5:10 dengan bahasa lidah (dengan mulut atau dalam hati) itu cara yang mudah untuk hidup dipimpin Roh, sebab waktu kita berbahasa lidah, lidah kita, anggota tubuh yang paling liar ini dikendalikan oleh Roh Kudus dan Yakobus 3:2 berkata kalau seorang bisa mengendalikan lidahnya, ia bisa mengendalikan seluruh hidupnya. Bahasa lidah dengan segenap hati dan hidup benar, itu menjadi cara ilahi untuk mengendalikan hidup dalam pimpinan Roh Kudus, sekaligus iman kita dikuatkan 1Kor 14:4 sehingga kita bisa terus berjalan dalam Roh, tahu dan kuat melakukan kehendak Allah. Hasilnya seperti Nuh, hal-hal besar terjadi, tetapi tetaplah rendah hati supaya bisa terus dipimpin dan dikendalikan oleh Roh Kudus.

V. DICEGAH DARI DOSA DAN BISA MELAKUKAN KEHENDAK ALLAH

Kalau kita hidup dalam kesucian sebab ada bermacam-macam pencegahan sehingga tidak sampai berdosa bahkan meningkat dalam kesucian, maka “orang dalam” seperti ini Mrk 4:11 akan lebih mudah tahu dan mengerti pimpinan Roh untuk melakukan kehendak Allah. Langkah per langkah dipimpin Roh sehingga sampai dalam perkara-perkara besar dari Tuhan Maz 60:14.
Perkara besar dari Tuhan bukan berarti kaya, berkedudukan dan mulia seperti Salomo, itu definisi dunia, tetapi bisa seperti Yohanes Pembaptis yang di penjara tetapi itulah orang besarnya Tuhan. Orang yang bercintakan perkara besar dunia jangan-jangan sudah cinta uang atau gila hormat sehingga ia tidak masuk dalam rencana Allah, hanya mungkin masuk dalam golongan orang besar dunia untuk sesaat. Biasanya orang besar Tuhan itu diberi fasilitas banyak (hal-hal dunia) oleh Tuhan  sebab orang yang berkenan pada Tuhan itu biasanya bisa dipercaya dan tidak jadi dosa. Tetapi bukan itu kerinduannya, melainkan rindu berkenan pada Tuhan dan melakukan kehendak-Nya saja. Yohanes di pulau Patmos itu orang buangan menurut ukuran dunia, tetapi orang mulia di hadapan Allah, bahkan barangkali ia juga menjadi sempurna, kita tidak tahu! Juga Yusuf-Maria “orang kecil”, tetapi mereka indah; setiap kali ia mengambil tindakan, misalnya mengambil Maria yang hamil, membawanya ke Betlehem, masuk di kandang binatang, menyerahkan bayi Yesus ke bait Allah, pindah dalam satu rumah, lari ke Mesir, kembali ke Israel, membelok ke Nazaret, pergi ke bait Allah dengan Putra manusia Yesus dst, itu semua dilakukannya dengan tepat dalam pimpinan Roh, melakukan kehendak Allah, sehingga mereka menghasilkan perkara yang sangat besar yaitu mempersiapkan Kristus untuk penebusan umat manusia dengan tepat tanpa cacat cela. Mereka mati dengan puas, mereka menyelesaikan tugasnya dengan baik dan menerima pahala yang amat mulia untuk kekal.
Kalau satu kali saja Yusuf dan Maria menyimpang, maka mereka akan masuk jerat iblis dan gagallah misi penebusan itu. Allah memang tidak pernah gagal dan Dia yang tahu lebih dahulu, bisa memilih orang yang tepat! Kalau Daud, ia terjerat dua kali oleh Betsyeba dan menghitung orang Israel, Musa di air Meriba, sehingga timbul cacat dalam rencana Allah. Tetapi Yusuf hampir-hampir tidak pernah salah jalur, juga Daniel dll. Sebab itu mereka menjadi orang-orang indah dan beberapa sampai pada kesempurnaan.
Setiap mengambil keputusan, tanya Tuhan, baik bicara, bertindak atau apa saja, supaya kita tidak dijerat iblis. Kita tidak tahu yang akan datang, tetapi dari Firman Tuhan, pimpinan Roh, doa, persekutuan tubuh Kristus dan pelayanan, seringkali kita bisa melihat beberapa langkah ke depan, tetapi Roh Kudus bisa melihat terus sampai ke akhir. Sebab itu kalau kita dipimpin Roh, kita tidak sampai dijerat iblis dan bisa melakukan perkara-perkara yang besar dari Tuhan, baik dalam hal-hal jasmani (termasuk melakukan kegagalan dan malapetaka yang bukan karena dosa Rom 8:28), lebih-lebih dengan hal-hal rohani yang kekal. Beberapa ayat-ayat penting banyak membantu seperti Matius 10:30, 1Korintus 10:13, Roma 8:28, Mazmur 25:3 dll, bahkan Roh Kudus akan mengingatkan seluruh ayat-ayat Firman Tuhan Yoh 14:26. Jangan suka memaksakan kehendak, banyak cek dengan Roh Kudus dan Firman Tuhan, sekalipun ada ayat Filipi 2:13.
Seringkali kita tidak melihat atau membaca alternatif yang lain tetapi Roh Kudus kadang-kadang menunjukkan pada kita. Misalnya Daud kalau ia pergi perang, tidak tinggal di rumah, ia tidak perlu mengalami kepahitan yang beruntun-runtun juga Ahitofel tidak tersontoh oleh perbuatannya. Coba Daud seperti biasanya bertanya-tanya akan Tuhan dahulu 1Taw 16:11 peristiwa yang gelap itu tidak terjadi dan tidak ada cerita atau film David dan Betsyeba (yang masih bisa jadi batu sontohan bagi banyak orang lain) 2Sam 11:2.
Yosia seorang raja yang berkenan pada Tuhan, coba tidak belok ke Nekho, matinya tidak tragis begitu, sebab di situ dalam suksesnya ia sedikit sombong, tidak mau dinasehati raja kafir, tetapi sebetulnya nasehat itu dari Tuhan, sebab itu ia tewas 2Taw 35:21-22. Coba Yosia tidak belok ke arah keliru, lain ceritanya.
Gehazi lain, ia sudah berapa kali salah jalan sebab cinta uang. Waktu membawa tongkat Elisa, ia gagal itu tanda-tanda kerusakan dan waktu ia berbelok mengejar Naaman, itu belokan terakhir yang membuatnya dipecat oleh Elisa.
Elisa di dalam Roh menolak hadiah Naaman tetapi Gehazi buta karena cinta uang, Gehazi masuk jerat setan, Elisa lepas.
Petrus terus dipimpin oleh Roh, sehingga dalam setiap persimpangan jalan ia melangkah dengan betul dipimpin Roh Kis 11:12 seperti Gurunya Luk 4:1,18. Sebab itu ia sampai di Kornelius dan bicaranyapun pada Kornelius tepat sesuai dengan Firman Tuhan Kis 10:26. Tampaknya ini kata-kata kecil tetapi ini menyelamatkan Petrus dari jerat iblis, ia tidak mau dipuja dan dikultuskan! Sebab itu Petrus melakukan banyak hal-hal besar dengan Tuhan, suatu riwayat hidup yang indah.
Seringkali belokan yang salah itu tidak tampak bahayanya, bahkan kadang-kadang tampaknya rohani seperti kata-kata orang Farisi dalam Lukas 18:11,12, tetapi ini membuatnya terjerat dan kehilangan rencana dan berkat Allah, ibadahnya menjadi sia-sia. Kalau tidak bertobat jadi celaka.
Orang yang berjalan dalam Roh akan terhindar dari banyak jerat dan celaka yang sudah dipasang oleh iblis seperti yang dialami raja Israel karena diberitahu Elisa (gambaran suara Roh) 2Raj 6:8-12. Kalau kita betul-betul berjalan dalam Roh, Ia menjauhkan kita dari jerat iblis, dari kejatuhan dan banyak celaka.

KESIMPULAN

Orang yang dipimpin Roh itu, pasti sudah dijauhkan dari banyak jerat, kejatuhan dan celaka sekalipun. Tetapi sebagian besar tidak diketahuinya, namun hidupnya menjadi indah sebab dipimpin Roh Kudus 1Kor 2:9. Sebab itu jangan ada dosa atau reaksi dosa, terus periksa diri dari dosa yang sudah ada dan yang masih akan muncul, tetapi lekat dengan Kristus, terus dipimpin Roh, terus melakukan kehendak Allah maka kita akan mengalami rencana Allah yang indah-indah.
Jangan cari perkara-perkara yang besar, tetapi taat dipimpin Roh melakukan kehendak Allah besar atau kecil, maka hidup kita akan indah dalam rencana Allah yang heran bahkan ada yang bisa menjadi sempurna.

Nyanyian

Buatlah jalan-Mu dalam saya Yes 64:8