M3358 – Amsal 26:1-8. Orang Bodoh dan Orang Bijak

Ams 26:1. Salju di Musim Panas dan Hujan di Musim Menuai

Orang Bodoh

Apa Bodoh di Hadapan Allah?

Orang yang menolak percaya dan menuruti dosa, tidak mau bertobat, ia menuju Neraka; ini orang bodoh sekalipun dari luar ia kaya, pintar, terhormat dll, tetapi semua itu sia2. Di hadapan Allah orang2 berdosa yang pintar dan terhormat ini seperti binatang yang sekarat, akan binasa, tidak ada harganya, sebab sebentar lagi ia menjadi bangkai yang akan menjadi sumber penyakit dan bau busuk. Maz 49:13,21. Ini orang2 bodoh yang akan sesat, terus masuk dalam jalan2 yang menuju kebinasaan, makin limpah dengan dosa, segala kekayaan dan kemuliaan dunia yang fana Mrk 12:24.
Tampaknya senang dan terhormat, tetapi mereka ada di jalan lebar yang menuju kebinasaan Mat 7:13-14, Ams 16:21, Hos 4:6. Sebab itu jangan menjadi bodoh menurut definisi Allah, itu hidup sia2 sekalipun sangat pintar dan kaya, mewah, terhormat dll, tetapi tidak lama lagi ia akan binasa kekal dalam Neraka.

Bagaimana Kita Bisa Menjadi Bijak?

Takut akan Tuhan Ams 1:7, yaitu menjauhkan diri dari kejahatan Ams 16:6, ini permulaan hikmat Allah.
Orang bodoh tidak takut akan Tuhan, terus berbuat dosa.
Kita bisa menjadi bijak kalau:

  1. Hidup benar sebab takut akan Tuhan yang terus melihat kita dengan lengkap dan tepat. Ibr 4:12.
  2. Tekun belajar Firman Tuhan sehingga mengerti. Orang yang takut akan Tuhan memelihara diri dalam kebenaran dan orang2 ini akan mengerti Firman Tuhan Mat 13:11, Mrk 4:11.
  3. Tekun berdoa mengisikan hidupnya dengan kuasa Allah Yak 5:16. Sebab itu orang benar yang tekun dalam doa dan Firman Tuhan akan limpah dengan hikmat Allah sehingga tidak sampai tertipu atau terjerat oleh dosa tetapi penuh kuasa Allah sehingga bisa mematikan daging, menyangkal diri dan mengusir setan, dan kuat menolak kehendak daging sehingga tetap hidup suci. Orang seperti ini tidak mau hidup dalam dosa, tetap tinggal dalam kesucian. Ini orang bijak di hadapan Allah, jalannya ke Surga dan hidup seperti ini akan banyak ber-buah2, sebab punya kuasa mengusir setan dan mematikan daging, menolak tawaran iblis serta punya terang Firman Tuhan Maz 119:105 sehingga tidak mudah ditipu oleh segala kesukaan dosa yang sesaat dan tipu daya lainnya seperti orang2 bodoh itu.

Jadi orang berdosa itu bodoh, biarpun dari luar suci dan hebat; mereka terus berjalan dalam dosa sampai di Neraka, binasa kekal. Tetapi orang bijak itu orang yang takut akan Tuhan, tidak mau berbuat dosa tetapi hidup dalam kesucian melakukan kehendak Allah dan mulia di Surga untuk selamanya.

Salju di Musim Panas Itu Sia-Sia, Langsung Meleleh

HUJAN DI MUSIM MENUAI itu tidak diharapkan, itu menyusahkan dan mengganggu penuaian.
Tidak patut hormat, penghargaan diberikan kepada orang bodoh yaitu orang yang hidup dalam dosa, sekalipun dari luar hebat dan indah. Menghormati artinya segan, taat, menurut akan perintah dan ajakan2 yang berdosa. Siapa saja dia, baik orang besar, baik teman, pemimpin atau orangtua atau anak2 kita, jangan dituruti segala kebodohannya itu. Jangan ikut atau taat dalam dosa2nya, jangan segan itu tidak pada tempatnya, itu melawan Firman Tuhan, tidak berkenan kepada Tuhan, kita harus menolaknya. Ef 5:11; beri nasehat supaya ia bertobat.
Jangan menuruti jalannya yang sia2, tidak ada gunanya, hidup akan menjadi kosong dan sia2 di hadapan Tuhan. Kita harus taat akan Firman Tuhan, maka hidup kita akan menjadi berarti!
Orang menuai itu untung, mengumpulkan hasil dari apa yang ditabur yang sudah ditunggu sekian lama. Hujan itu mengganggu dan merugikan penuaian. Kalau takut akan orang bodoh dan menurutinya, maka kita akan terganggu menuai hal2 yang baik, bisa2 berkurang atau hilang tuaiannya. Kalau kita menuruti segala kehendak, ajakan atau perintah2nya untuk berbuat kebodohan yaitu dosa, maka tuaian kita akan terganggu bahkan rusak dan hilang. Taat akan Firman Tuhan, jangan menyimpang menuruti orang2 bodoh berbuat dosa atau hal2 yang melawan Firman Tuhan nanti menjadi celaka dan tuaiannya hilang.
Yusuf menolak menuruti isteri Potifar, sebab itu menuruti hawa nafsunya, sekalipun ia majikannya, Yusuf untung tidak sampai terganggu menuai janji2 Tuhan yang indah, semua janji2 Allah jadi dengan heran dan jadi sangat indah.
Yakub menuruti Ribkah ibunya untuk ber-sama2 menipu Ishak. Akibatnya ia terganggu menuai janji2 Allah yang sudah diberitakan dengan nubuatan Firman Tuhan. Kepahitan yang berkepanjangan diderita oleh Ribkah dan Yakub yang ikut dengan rencana dosa ibunya. Seharusnya, meskipun perintah ibunya, ia tolak! Kalau ia menolak, keduanya akan selamat. Sebab itu kita harus limpah dengan Firman Tuhan dan penuh dan dipimpin Roh supaya jangan tertipu dan ikut dalam jalan orang berdosa yaitu orang bodoh ini. Jangan lupa, jangan beri hormat sehingga segan dan taat segala saran dan keinginan atau kehendak dari orang2 bodoh ini.

Ams 26:2. Seperti Burung Pipit dan Burung Layang-Layang

Seringkali orang2 itu mengancam dan mengutuki kalau kita tidak mau ikut mereka, tetapi jangan takut, asal kita tetap di pihak Allah! Hal2 yang dahsyat itu akan lewat dan tidak menjadi apa2 seperti burung pipit dan layang2 yang beterbangan di atasnya dan tidak bisa berbuat apa2.
Goliat ber-kata2 dengan tegas dan berani, menghina Allah orang Israel dan orang Israel ketakutan bukan main sebab melihat besar dan dahsyatnya Goliat tidak melihat besar dan dahsyatnya Tuhan yang maha kuasa. Kalau kita tahu kebesaran dan kuasa Allah, kita tidak akan gentar dengan ancaman jahat dari siapapun!
Daud dengan berani maju dan ia bisa mengalahkan Goliat. Semua kata2 yang menakutkan itu tidak lebih seperti burung pipit dan layang2 yang terbang ke sana sini. Juga Firaun dengan 600 rata perang dan orang berkuda me-ngejar Israel. Begitu dahsyat ancaman ini, juga kata2nya begitu jahat terhadap Allah. Orang2 Israel takut setengah mati, tetapi bagi Musa yang ada di pihak Allah dan mengenal Allah, semua itu hanya seperti burung pipit dan layang2. Jangan takut, asal kita berdiri di pihak Allah, percaya sehingga bisa bersyukur dan memuji Tuhan, segala kata2 yang dahsyat itu tidak akan jadi. Allah kita lebih besar dari segala kutuk dan kata2 jahat orang yang hendak membinasakan orang2 benar dan bijak yaitu yang taat akan Firman Tuhan. Jangan takut, tetapi tetaplah di pihak Allah dan terus taat dipimpin Roh, terus melakukan kehendak Allah, maka semua ancaman dan gangguan hanyalah seperti pipit dan layang2 yang terbang melayang.

Ams 26:3. Cemeti, Kang dan Rotan

Orang yang bodoh akan kena rotan dan seperti cemeti bagi kuda dan kang bagi keledai. Kalau Tuhan yang merotan masih untung Ibr 12:5. Yang penting orang bodoh mau bertobat supaya menjadi bijak. Kalau tetap bodoh itu celaka, ia akan hancur karena hukuman dosa2nya (yang diperbuat orang bodoh).
Jadi orang yang kena rotan itu bisa untung, bisa rugi, tergantung reaksinya. Reaksi kena rotan bisa:

  1. Bertobat, berhenti berbuat dosa, tidak ikut orang lain dalam dosa2nya. Rotan ini akan membuang kebodohannya Ams 22:15, melepaskannya dari neraka Ams 23:14.
  2. Marah, melawan dan keras hati seperti Ahaz, makin berdosa itu berarti rotan itu membuatnya makin bodoh dan makin dekat pada kebinasaan 2Taw 28:22.

Orang yang tidak mau dinasehati Tuhan atau lewat hamba2nya itu celaka Ams 29:1. Jangan terus dalam kebodohan, hidup menjadi sia2 dan celaka, tetapi bertobatlah!
Orang yang mau bertobat, lebih cepat lebih untung, kemuliaan rencana Allah baginya tidak sampai habis seperti kayu panjang terbakar menjadi pendek dan habis Zak 3:2. Kalau orang bodoh mau dinasehati, dihajar atau dipimpin seperti keledai dan dicemeti seperti kuda, akan untung. Roh Kudus siap membimbing, maka sekalipun orang itu bodoh seperti keledai (yang terkenal bodohnya) ia akan menjadi bijak sebab Roh Kudus, Allah yang maha pintar memimpinnya dan seperti kuda, selain dipimpin, dicemeti se-hingga lari lebih cepat dalam arah yang tepat, ia akan mengerjakan lebih banyak hal2 yang mulia dari Tuhan sebab Roh Kudus yang memimpinnya, mengarahkan dan mempercepat langkahnya karena diberi kuasa Allah yang limpah! Kis 1:8, Luk 24:49. Sangat indah, orang yang paling bodoh seperti keledai, hidupnya bisa menjadi indah dan sangat mulia, sebab menjadi bijak karena dipimpin dan dipercepat oleh Roh Kudus. sebab mau bertobat dari segala dosanya dan taat dipimpin Roh ia menjadi indah.
Orang bodoh hendaklah:

  1. Jangan menuruti kebodohan itu atau keinginannya tetapi bertobat dan taat pada Firman Tuhan itu bahagia Luk 11:28.
  2. Kalau dinasehati jangan marah, nanti celaka.
  3. Berubah dan taatlah akan pimpinan Roh Kudus seperti keledai dengan kang dan kuda yang dicemeti.

Kita akan jadi indah sebab dikendalikan dengan kang oleh Roh Kudus dan dipercepat jalannya dengan cemeti Roh Kudus.

Ams 26:4-5. Melayani Orang Bodoh Supaya Bijak

Jangan menjawab orang bodoh menurut kebodohannya. Kata2, komentar dan pertanyaan orang bodoh itu bodoh. Jangan diberi jawab menuruti kebodohannya. Jangan terpengaruh oleh kehormatan orang bodoh ini, baik oleh kedudukannya, kepintaran, kemuliaan dll cara duniawi. Jangan karena segan, takut, minder, lalu memberi jawaban yang membetulkan kebodohannya, kita akan jadi sama seperti dia. Minta keberanian dan hikmat Roh untuk menjawab terus terang Kis 4:29. Ada kemungkinan ia marah, sebab itu pakai kuasa Allah, jangan takut, satu rambutpun tidak akan gugur tanpa izin Tuhan. Salahkan Ef 5:11, ja-ngan ikut dalam dosa2nya Kel 22:3. Ja-ngan bicara terlalu banyak, tetapi de-ngan kuasa, lebih2 bagi orang yang tidak mau bertobat Mat 7:6. Kalau mau, kalau pintu terbuka, baru cerita lebih banyak.
Cara mendidik orang yang mau bertobat:

  1. Jangan takut atau segan.
  2. Jangan lihat “luarnya” yang besar dan indah.
  3. Minta hikmat dan kuasa Allah, tunjukkan dosa dan kesalahannya, jangan takut atau ragu2, sampaikan kebenaran Allah.
  4. Jangan ingin akan dosa-dosanya.

Jawablah kebodohannya, supaya jangan ia menganggap dirinya bijak. Minta hikmat dan kuasa Allah dan jawablah dari Firman Tuhan untuk menunjukkan kesalahan dan kebo-dohannya Mat 10:19, 1Pet 4:11. Kalau ia mau menerima dan bertobat, maka kebodohannya akan lepas dan ia mulai menjadi bijak. Orang yang bodoh itu melakukan hal2 yang dosa, cinta yang fana, keras hati, tidak mengerti, tidak mau belajar kebenaran Allah dan tidak mau pikul salib. Kita harus memperbaiki orang2 yang dibebankan Tuhan atas kita yang masih bodoh. Perlu hikmat dan kuasa Allah, supaya jangan mereka tetap dalam kebodohan, yaitu dosa2nya, kebiasaan dan tabiatnya yang dosa!

Ams 26:6. Menyuruh Orang Bodoh

Hal ini seperti kaki yang dikudungkan dan seperti minum celaka yang pahit sekali.
Sebab itu pelayanan tidak boleh memakai orang bodoh, yang tidak bertobat dari dosa2nya, tetap berani berdosa, itu akan membuat akibat yang dahsyat, seperti buntung dan minum celaka yang sangat pahit. Ini seperti mengirim setan, membuat banyak celaka, kerusakan dan kehancuran. Jangan harap pada orang bodoh, jangan lihat luarnya, jangan lihat uangnya, pangkat dan kebesaran cara luar dll, tetapi orangnya bodoh, mungkin masih kanak2 rohani atau orang yang tidak bertobat, itu orang bodoh! Beberapa orang suka mengincar orang kaya dan orang besar untuk diajak ikut dalam pelayanan atau mendukungnya. Ini seperti memakai orang bodoh, seperti menyuruh atau kerjasama dengan setan, celaka dan pahit. Tetapi sebaliknya meskipun luarnya jelek, sederhana, mungkin tidak banyak uangnya, bukan orang berkedudukan, tetapi ada Kristus di dalam hatinya, itu indah; kerjasama dengan orang ini seperti menyuruh malaikat Allah.
Kalau menyuruh orang bodoh, itu seperti memotong kakinya sendiri sampai kudung, itu celaka besar, malapetaka seperti minum racun pahit, celaka besar!
Sebab itu orang yang mau ikut dalam pelayanan harus bertobat dahulu, dari orang bodoh harus menjadi orang pintar, anak iblis harus menjadi anak Allah, dipimpin iblis atau daging berubah dipimpin Roh, baru bisa dipakai dan tidak celaka dan Tuhan akan bekerja dengan heran. Kalau kita dipakai Tuhan, maka hasilnya bukan karena kita, bukan hasil kemampuan kita, tetapi hasilnya dari Tuhan dan kitapun dijadikan alat yang heran Yes 10:15. Kita sendiri akan tumbuh dan menerima pahala.
Tetapi kalau orang itu kembali dalam dosa (misalnya sombong, kejar uang, berzina, occultisme dll), maka menyuruh orang seperti ini akan mengakibatkan kita sendiri celaka, menjadi kudung dan minum racun pahit. Iblis akan mendapat tempat dalam dosanya, mengikat dan menguasainya seperti Saul Mat 12:45. Samuelpun tidak lagi mau bekerjasama dengan Saul yang tidak mau bertobat, orang terhormat, raja, tetapi bodoh.

Ams 26:7. Amsal dalam Mulut Orang Bodoh itu Pincang

Orang2 bodoh (di hadapan Tuhan: hidup dalam dosa) itu dari luar mungkin pintar, pengalaman, terhormat dll. Sebab pintar, ia bisa belajar Firman Tuhan dan hafal seperti orang Parisi dan mulai mengajarkannya, keluar dari mulutnya, tetapi semua itu seperti orang pincang, satu kaki baik, satu kaki cacat. Tuhan berkata, taati Amsal atau Firman yang betul yang diberitakannya, tetapi jangan ikut perbuatannya yang bodoh, sebab hidup dalam dosa, tidak melakukan apa yang diajarkannya Mat 23:3. Kalau ikut mereka, bisa menjadi isi Neraka dua kali ganda Mat 23:15. Ini orang2 yang tahu Firman Tuhan, tetapi dengan sengaja tidak mau taat Luk 10:26-27. Ini orang yang munafik, pincang, tampaknya baik, bicaranya cocok dengan Firman Tuhan tetapi perbuatannya bodoh (dosa) tidak cocok dengan Firman Tuhan (Rom 2:23,24). Petrus juga jatuh berdosa tetapi karena kelemahan bukan dosa sengaja.

Ams 26:8. Mengali-Ali dengan Batu Intan

Orang yang memberi penghormatan (mentaati, mendukung, membantu) orang2 bodoh, itu seperti meng-ali2 dengan batu intan.
Orang bodoh ini makin rugi, terlalu bodoh, pengorbanannya tidak berguna. Inilah orang2 yang memberi pengorbanan sebab menghormati orang bo-doh, yang dari luar kelihatan megah, besar, tetapi dalamnya bodoh di hadapan Tuhan, banyak dosanya. Seringkali orang2 mau berkorban, katanya untuk Tuhan, sebab bekerjasama dengan orang yang tampak besar, megah, tetapi hidupnya tidak betul di hadapan Tuhan, bodoh, sebab berbuat dosa Mat 7:23 (seringkali mereka tidak tahu, atau tidak mengerti bahwa itu dosa dan tidak berkenan kepada Tuhan, atau pura2 tidak tahu atau melupakannya saja seperti cara2 orang dunia pada kelompok dan pemimpin2nya sendiri). Pengorbanan2 karena kerjasama dengan orang2 bodoh ini sia2, tidak dapat pahala dari Tuhan, sebab mendukung orang yang bodoh di hadapan Tuhan, orang yang hidup dalam dosa, bahkan ikut dapat bagian hukumannya! Orang yang bekerjasama dengan Saul ikut kena hukuman Tuhan atas Saul dan mati dalam peperangan. Orang yang bekerjasama dengan Daud, ikut menikmati kemenangan yang diberikan Tuhan bagi Daud).
Orang2 bodoh seperti Mat 7:23 ini justru seringkali pintar menggalang dukungan dana, suara, tenaga, simpati dll, apalagi kalau punya pengalaman2 heran di masa lalu, atau masih duduk di tahtanya seperti Saul. Saul berhasil menghimpun semua tentara Israel untuk melawan Daud; pengorbanan semua tentaranya yang bodoh (dan juga ada yang memang jahat) itu sia2, seperti melempar batu intan, mereka mati dalam dosa ber-sama2 Saul dan binasa!
Memang kanak2 rohani banyak tertipu, sebab itu tumbuhlah dalam Firman Tuhan dan dipimpin Roh supaya jangan memberi hormat dan mendukung orang bodoh, itu sia2, rugi, bahkan nyawa atau keselamatannya bisa hilang karena ikut dalam dosa2nya seperti tentara Saul ikut membunuh Daud, meskipun Daud belum mati, mereka mati dalam dosanya dan binasa sungguh, seperti melempar batu intan.

Ams 26:9. Amsal di Mulut Orang Bodoh Itu Seperti Duri yang Menusuk Tangan Pemabuk

Ini mirip seperti ayat 7. Orang mabuk itu biasanya lambat atau cepat akan celaka. Ditambah lagi dengan duri yang menusuk tangannya, maka tangannya luka2, bahkan sebab mabuk, makin banyak luka2nya sampai tidak karuan. Ini orang2 yang dihormati, disanjung padahal hidupnya tidak benar, bodoh (mabuk dalam dosa di hadapan Tuhan) dan makin mabuk dengan dosanya, orang2 tetap menghormati bahkan mengkultuskannya seperti Saul, Absalom dll.
Hal ini masih terjadi sampai sekarang, sebab orang2 yang bodoh itu tidak mengerti dan terus mengkultuskan pemimpin2 yang salah. Orang buta memimpin orang buta Mat 15:14, Luk 6:39. Memuji2 orang itu seperti menjerat Ams 29:5 dan mengutuki Ams 27:14 sehingga orang bodoh yang dipuji2 itu mabuk dan ia menusuk dirinya lebih banyak dengan duri sampai akhirnya binasa ber-sama2 dengan pendukungnya.
Jangan ter-gila2 akan orang yang dipakai Tuhan dengan heran, semua hamba2 Tuhan itu hanya alat yang tidak bisa berbuat apa2 tanpa Tuhan Yes 10:15, sebab itu patut segala puji dan pujaan diberikan kepada Tuhan saja, bukan kepada hamba2Nya yang dipakai dengan heran. Orang2 yang dipuji2 itu bisa mabuk dan menusuk dirinya dengan banyak duri2 kesombongan sampai mabuk. Lebih banyak mereka mengajar (Amsal), mereka makin dihormati sampai mabuk dan itu tanda kepada kebinasaan. Yang dipuji dan yang memuji sama2 masuk lubang dan binasa, kecuali bertobat.

AMS 26:10

Allah yang besar membentuk segala perkara, dan memberi upah bagi orang bodoh dan memberi upah pelanggar2.
(orang besar, berdukacita dalam segala hal dan ia mengupah orang bodoh, dan mengupah pelanggar).
Terj. Lama:
Banyak susah didatangkan atas dirinya, orang yang mengupah (suruh) orang bodoh dan orang yang tidak dikenal (yang lewat).
Sebab itu juga bodoh, jangan pakai orang bodoh bisa banyak celaka dan binasa. sama2 ikut dalam celakanya.
Sudah tahu orang bodoh/ belum dikenal.

AMS 26:11

Seperti anjing berbalik pada muntahnya, begitu orang bodoh kembali kepada kebodohannya.
Bodoh = Cinta dosa, keras hati, tidak bertobat, ini orang bodoh.
Di hadapan Allah, dosa = sangat bodoh.
(orang tidak terpelajar =/= orang bodoh).
Orang keras hati = sangat bodoh, anak iblis.
Ini hamba setan.
Bagaimanapun juga akan celaka.

AMS 26:12

Engkau melakukan seorang yang pandai pada sangkanya sendiri?
(kita) boleh harap pada orang bodoh daripada orang itu.
Orang pintar = bisa melihat kekurangannya dan memperbaiki 1Kor 13:12.
Orang bodoh, celaka = tidak bisa melihat kesalahannya sendiri (bodoh = dosa).
Jangan harap orang yang tidak bisa periksa diri, yang tidak mau disalahkan, marah, tersinggung.
Sombong = puji diri sendiri.
Orang bodoh = celaka, tidak bisa melihat kesalahannya sendiri.
Bodoh dianggap bagus, pintar, indah = harap orang ini, triple celaka, lebih celaka!

Kesimpulan

Jangan menjadi orang bodoh. Ja-ngan hal2 luar yang besar dari kita sendiri atau orang lain membius sehingga kagum bahkan diberhalakan. Di ha-dapan Allah kalau hidup dalam dosa, sekalipun orang Kristen, sekalipun luarnya besar di dunia atau dalam pelayanan (seperti Saul, Absalom, Yudas, Dio terepes seorang kepala 3Yoh 9 dll) itu orang bodoh dan hina di hadapan Tuhan. Jangan binasa dalam kebodohan tetapi belajar menjadi cerdik dan berkenan pada Tuhan dan tetap hidup dalam kesucian dan ber-buah2 sehingga mulia untuk kekal.

Nyanyian

Jangan menjadi bodoh.

Takut akan Tuhan Ams 1:7, yaitu menjauhkan diri dari kejahatan Ams 16:6, ini permulaan hikmat Allah.

Orang bodoh tidak takut akan Tuhan, terus berbuat dosa.

Kita bisa menjadi bijak kalau: